Bidadari Bermukim di Kampus


Cerpen: Adriyanto


Hari ini adalah hari  pemilihan Ketua HMP di STKIP PGRI Sumenep, walaupun aku tidak mencalonkan diri sebagai ketua setidaknya aku hanya mahasiswa biasa dikampus, Tapi berperan sebagai panitia pemilihan ketua HMP. namaku Iyan Saputra mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, aku bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, pukul 10.00 WIB

Pemilihan ketua HMP dimulai, aku duduk di belakang sambil mengamati jalannya acara, semua calon ketua memperkenalkan diri dan menjelaskan visi, misi yang akan diemban. Tidak lama kemudian aku melihat seorang wanita cantik maju dan menceritakan visi dan misinya, dan dari wajahnya, dia berasal dari negara asing. aku semakin penasaran dengan wanita ini dan kemudian aku mencoba bertanya kepada teman yang duduk di sampingku bernama Iwan tentang wanita ini..

“Wan kamu tau nggak nama wanita itu.?” kutanya perlahan

“Tahu namanya ChairaLee.” jawab Iwan

“Cantik ya wajahnya di keturunan korea  loh!” ujarku pada Iwan

Setelah melalui proses yang panjang akhirnya pemilihan ketua HMP selesai, semua orang bersiap-siap keluar ruangan menyisahkan aku dan panitia yang lain. Kemudian aku bersama panitia lainnya membersihkan aula, setelah aula bersih perut terasa lapar lalu aku pergi ke kantin kampus untuk membeli makanan ringan.

Tidak begitu lama ada sesosok orang yang tidak begitu asing lewat di hadapanku aku terpana melihatnya wajah yang begitu anggun di tambah senyumnya yang begitu manis, hatiku berdebar tidak seperti biasanya mungkinkah ini yang di katakan cinta pada pandangan pertama. Aku mencoba untuk mendekatinya.

“hey bolehkah aku duduk di sampingmu.” ujarku pada cewek itu

“ iya. Silahkan” jawabnya dengan singkat

Waktu terus berjalan namun aku masih belum berbicara dengan wanita itu, perasaan yang tidak karuan dan hati yang berdebar begitu kencang menjadi alasan kenapa aku belum bisa keluar sepatah kata.

“ Aku harus ngomong apa?” tanyaku pada diri sendiri. Ah… kapan aku bisa mengenalnya lebih dekat. Tidak begitu lama, temanku yang benama Iwan lewat sambil tersenyum tipis ke arahku.

“Anjas dia ngeledekku” kataku dalam hati. Aku mencoba memberanikan diri bertanya pada wanita itu.

“Kalau boleh tahu siapa namanya?” tanyaku. Ppadahal aku sudah tahu.

“ChairaaLee. .kalau kamu sapa?’’tanyanya balik’’

“Iyan Saputra. Pidato mu tadi bagus lo” pujiku pada chairaa agar suasana lebh cair

“Ahh masak? makasih ya” jawab chairaa sambil tersenyum

Matahari sudah hampir tenggelam mahasiswa sudah pada pulang. Tidak terkecuali wanita yang duduk di sampingku, namun aku masih duduk di kantin dengan tatapan kosong perasaan yang tidak karuan

Setelah berkenalan dengan wanita tadi, setelah sekian lama hati ini tidak ada yang menempati akhirnya menemukan calon pengganti tapi disisi lain perasaan ini masih bimbang sejak di tinggalkan wanita yang sempat aku cintai dengan sangat. Kejadian empat tahun yang lalu membuatku terauma dengan cinta. sampai detik ini perasaanku kepada wanita biasa saja tidak ada yang spesial kecuali wanita yang aku temui tadi.

    

Waktu terus berjalan hari berganti hari dan tidak terasa tiga hari telah berlalu hari dengan cepat. Hari ini adalah pengumuman pemenang calon ketua HMP PBSI. Aku penasaran siapa pemenangnya, semua mahasiwa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berkumpul dia aula menunggu hasil pemilihan kemaren, tidak begitu lama ketua panita yang bernama Imam besa maju kedepan untuk mengumumkan siapa pemenangnya dan yang akan menggemban amanah satu kedepan.

Setelah memberikan sepatah kata imam mengumumkan pemenangnya. Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Periode 2025-2026 jatuh kepada ChairaLee dengan perolehan Suara 5589. Semuan Mahasiswa bertepuk tangan memberikan selamat. aku menghampiri wanita itu dan mengucapkan selamat kepadanya.

“Selamat ya Caa, kamu sudah terpilih menjadi ketua HMP baru! aku berharap setelah aku selesai kuliah disini dapat memajukan organisasi, Prodi, dan juga Kampus ini dengan baik lagi’’ ujarku pada wanita bernama chairaLee

“Iya makasih ya.. Oh iya kamu adalah orang yang pertama kali mengucapkan selamat pada ku loh’’ ujar chairaa dengan senyum manisnya.

    

Waktu terus berjalan hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Tidak terasa dua tahun telah berlalu, aku dan chairaa juga semakin dekat maskipun belum terikat akan tetapi semua kegiatan kami lakukan bersama dengan canda tawa dan berbagai pengalaman yang tidak bisa kami lupakan sampai sekarang. tiba saatnya  aku wisuda kelulusan sarjana dari fakultas pendidikan keluargaku juga datang menghadiri hari bahagia ini, acara berjalan begitu lancar,  kebahagiaan terpampang jelas di wajah mereka yang berwisuda.

Setelah acara selesai aku dan keluarga melakukan foto bersama. Tiba-tiba ada wanita yang menyapaku dari belakang suara yang tidak asing lagi bagiku dan aku menoleh ke arahnya ternyata benar wanita yang aku cintai sejak dua tahun yang lalu datang menghampiriku

“Hai. Selamat wisuda ya!” ujar caira dengan senyum manis yang melekat di bibirnya

“ Terima kasih ya. Oh iya kadonya mana ya” Tanyaku pada chaira

“ kadonya ketinggalan di toko” jawab chaira Sambl tertawa

    

Satu minggu telah berlalu. Sejak acara wisuda kemaren aku tidak bertemu lagi dengan chaira. Aku merindukan senyuman sesosok wanita yang sekarang masih menempuh pendidikannya di kampus, aku merasa manusia paling bodoh karena tidak berani mengungkapkan perasaanku dan hanya memendamnya.

Aku memikirkan cara untuk menyatakan perasaanku pada chaira, kemudian aku mengambil secarik kertas dan menuliskan semua isi hatiku. Setelah selesai aku pergi kerumah Chaira dan menitipkan surat itu ke pembantu di rumah Chaira, karena aku harus berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikanku di sana.

Hai Caa, maaf aku tidak bisa berbicara denganmu secara langsung, karena hari ini aku akan pergi ke oxford London untuk melanjutkan pendidikanku di sana, aku tidak akan melihatmu lagi, melalui surat ini aku ingin memberitahumu bahwa aku mencintaimu" Aku mencintaimu Saat pertama kali bertemu denganmu dua tahun lalu di pemilihan Ketua HMP, saya sangat terkesan dengan sikap dan penampilan kamu, setiap kata yang kamu ucapkan bermanfaat bagi saya semoga saat kita bertemu lagi Kita akan menjadi satu dalam ikatan cinta terima kasih Caa kamu selalu dihatiku

‘’Walaupun ragaku berada jauh sana, tetapi hatiku tetap berada di sisimu’’

Tiba-tiba Air Mata chairaa menetes keluar dan chairaa sangat sedih, 

*****

Adriyanto, kini sedang mencari ilmu di STKIP PGRI Sumenep.


POSTING PILIHAN

Related

Utama 4823325753079068400

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item