Legenda 1333 M


Cerpen:  Ahmad Khudaifi


Ah, tahun berapa sekarang? 2000M? Oh ternyata sudah dua tahun aku menjadi arwah. Hem, aku memiliki sebuah rahasia hancurnya kerajaan Athena. yaitu pada tahun 1333M. Tahun terakhir aku menghembuskan nafas. Dan akan bercerita dari tahun 1323M, awal aku mengenalnya lalu menjadi ratu dikerajaannya. Setelah itu 1331M dimulainya perselisihan hingga tahun 1333M  peruntuhan kerajaan.

1323M aku hidup dilingkungan yang bergelimangan harta membuatku tidak pernah merasakan kerasnya dunia. Tertimpalah kasih sayang dari orang tua dan seluruh anggota kerajaan. Sakit hati? Apa lagi itu? Aku tidak pernah merasakannya. Hingga ketika umurku genap 19 tahun ayah menjodohkan dengan putra mahkota Athena.

Aku tidak pernah tau seperti apa wujud putra kerajaan Athena, yang katanya mampu dewa. Hanya surat yang sehari-harinya menjadi sarana pengenalan kami. Hingga tiba di hari pernikahanku dengan putra mahkota. Menurutku, selama aku hidup di dunia ini pernikahanku merupakan pernikahan termegah. Beberapa bulan setelah aku resmi menjadi ratu utama kerajaan Athena, pelantikan putra mahkota untuk menjadi raja dilaksanakan. Sejak hari itu, statusku benar-benar berubah menjadi ratu utama . Baiklah, inilah ceritaku.

Mari kita bernostalgia bersama. Kembali pada tahun-tahun dimana aku masih bisa menghembuskan nafas seperti kalian. Selamat kembali pada tahun 1330M.

1330M masa kerajaan.

 "Panglima," ucapku menegur panglima yang sedang tersenyum entah karena apa. Ia terlihat seperti orang..ah, jatuh cinta? Aku tersenyum dari kejauhan, setidaknya panglima tertampan di kerajaan ini normal.

"Hormat saya baginda ratu, apa ada yang perlu saya lakukan?" tanya hormat menunduk padaku.

"Tidak ada panglima, saya hanya merasa heran padamu, tidak biasanya seorang panglima Ell yang terkenal kejam, dingin, dan keras ini tersenyum sendiri. Ada apa denganmu sebenarnya panglima? Apa kau sedang jatuh cinta? Tanyaku melihat panglima yang terlihat salah tingkah.

"Jika memang bisa dikatakan demikian, maka benar saya sedang jatuh cinta" ucap panglima Ell sangat yakin.

"Siapa wanita beruntung itu panglima? Apakah ia orang kerajaan?" Tanyaku yang saat itu benar-benar ingin tahu siapa wanita yang sudah berhasil mengalahkan macan ini. "Tidak baginda ratu, dia orang luar kerajaan. Dia terlahir dari keluarga sederhana." Ucapannya sedikit cemas.

Jangan cemas panglima, bagaimana jika wanita tersebut saya undang sebagai pelayan disini? Setidaknya kau tak perlu repot-repot untuk keluar masuk istna.

"Tapi ratu, dia berasal dari keluarga sederhana. Apakah kerajaan akan menerima...."

"Saya tidak menerima penolakan panglima. Ini demi kebaikanmu dan kerajaan.

"Baiklak baginda ratu. Saya merasa bahagia dan berterimakasih jika saya bisa bertemu dengannya setiap hari" aku hanya mengganggukkan kepala mendengar ucapannya yang terlihat bahagia.

"Sampaikan salamku padanya dan bawa kesini menemuiku. Aku mengundangnya sebagai pelayan disini." Ucapaku langsung menuju ruangan raja.

Dibawah langit sore yang mulai menguning, terlihat seorang gadis dengan rajutan ditangannya. Wajahnya terlihat sangat serius dengan apa yang ia lakukan. Merajutnya dari benang-benang dengan sangat telaten. Panglima tersenyum melihat pemandangan didepannya. Perpaduan antara langit sore dengan tubuh gadis itu sangat mencuri perhatiannya. Jika kalian berpikir gadis itu adalah gadis yang mampu merubah panglima seperti ini, kalian benar. Dia adalah Yasmine Eudryleen. Seorang gadis sederhana yang sangat istimewa di kehidupan panglima.

"Ryleen, kau mendapat undangan dari baginda ratu."  Ryleen mengalihkan perhatiannya pada suara yang terdengar sangat familiar di telinganya.

"Benarkah? Oh...Tuhan, mimpi apa aku semalam?" ucap Ryleen yang sangat bahagia mendengar berita emas dari panglima Ell.

"Ratu menginginkan kita bersama di istana" rawut wajahnya senang.

"Akh..baik sekali ratu Frenza." Ryleen memuji Frenza yang menurutnya sangat baik hati itu.

"Salam hormat Baginda, Ada yang ingin saya sampaikan pada Baginda" ucapku memberi salam hormat pada suamiku. Aku mengernyit heran di saat terdengar helaan nafas darinya, lalu memandangku dengan hangat.

"Jangan memanggilku Baginda ataupun raja. Aku suamimu Frenza." ucapnya ketika sudah benar-benar berada di depanku.

"Baiklah, Ada apa kau datang kemari dengan wajah Bahagia seperti itu? tanyanya sembari melangkahkan kakinya menuju ke tempat asalnya.

"Panglima mu sedang jatuh cinta dengan seorang gadis biasa. Aku ingin mengundangnya jadi aku meminta izin atasmu dari keputusanku"

"Jika itu mampu membuat hatimu bahagia Mengapa aku harus melarangmu?" aku sungguh bahagia mendengar keputusannya.

Sembari aku keluar dari ruangan Raja mataku melihat foto pernikajan kami. Kuhampiri foto yang menjadi pusat pajangan di ruang keluarga ini kulihat tahun pernikahan kami 1324M. mataku memanas melihatnya namun dengan sekuat tenaga aku menahannya agar tidak tumpah Aku tidak ingin membuat zairon khawatir hanya karena hal ini. 

Sudah 7 tahun pernikahan kami berlangsung, tapi sampai sekarang Tuhan masih belum memberi kami putra mahkota. Ditambah dengan sikap zairon yang tidak pernah membahas keturunan sedikit membuatku cemas. Aku takut dia berubah. Meski aku tahu tujuannya tidak mempermasalahkan hal itu karena takut menyinggung perasaanku.

"Hormat saya Baginda Ratu" ucap panglima nyata Ell.

"Apakah dia wanita yang ceritakan itu?" Tanyaku memastikan Panglima hanya tersenyum bahagia.

"Siapa namamu"

"Yasmine Eudryleen ratu. Ratu bisa memanggilku Ryleen Suatu kehormatan bagi hamba mendapatkan undangan yang sangat langka ini." ucapannya yang tersenyum bahagia.

"Baiklah Ryleen. Senang juga bertemu denganmu Kalau begitu mari kita menuju ruang utama kerajaan aku.

"Ekhmmm..." aku berdeham membuat mereka memfokuskan perhatiannya padaku terdengar derap langkah dibelakangku.Ternyata suamiku yang datang.

"Senang melihatmu seperti ini Panglima" ucap zairon yang dijawab dengan tawa bahagia dari Panglima Ell.

"Iron"?panggilku di saat aku sadar bahwa sedari tadi matanya melirik Ryleen.

"Zairon Ellenio Madiaz" pulangku yang sudah sangat lelah dengan situasi yang sangat kutakuti dari beberapa tahun ini aku meyakini bahwa hal ini akan terjadi padaku.

"Apa kau sakit, Mengapa wajahmu merah? aku hanya mampu menggeleng tidak padanya terlihat dia menghela nafas.

"Baiklah, kalau kau tidak apa-apa, aku masih ada banyak pekerjaan." Ucapannya langsung meninggalkanku yang masih dipenuhi oleh ketakutan-ketakutan yang aku pun tak dapat memahaminya sejak detik itu, semuanya dimulai perseteruan hingga pertumpahan darah menjadi sejarah hingga akhir tahun 1333 M.

2 tahun kemudian aku yang baru saja mengetahui bahwa kerajaan Mengalami penurunan pendapatan segera melangkahkan kakiku menuju ruangan Raja. Kubuka pintu yang langsung menghubungkan ruang utama pada ruang Raja mataku menatap pemandangan yang akhir-akhir ini memang menjadi perbincangan di istana Lalu bagaimana keadaanku aku sudah terbiasa 2 tahun ini banyak memberiku pelajaran perihal kesabaran raja yang tiba-tiba masuk ke ruangannya tanpa perjanjian terlebih dahulu sedangkan wanita sebelahnya memandangku tidak suka.

"Iron, Apa benar kerajaan Mengalami penurunan perekonomian? mengapa kau tak mengatakan padaku? Oh Tuhan Iron kau keterlaluan kalau fokus pada wanita yang kau cintai sampai melalaikan tugasmu?

"Sudahlah frienza, kau cukup menjadi Ratu yang anggun tidak perlu berlebihan seperti ini aku tidak tertarik pada cara mencari mukamu kali ini" apa katanya? aku sedang mencari muka? apa-apaan ini? apa dia tidak memikirkan rakyatnya dan dia juga mengatakan kali ini? apa menurutnya selama ini aku mencari muka padanya? Oh Tuhan, tidak. Aku tidak pernah tertarik untuk mencari muka padanya.

"Aku tidak bisa Iron. Bagiku hanya dengan duduk cantik bersikap Anggun dan merias diri itu tidak cukup menjadi ratu" ucapanku.

Suara bambu yang tersapu angin di hari secara ini sangat indah angin berdesir dengan sangat Anggun suara gemericik air terjun di belakang istana semakin memperindah keadaan. kupejamkan mataku sesaat berusaha menyatukan jiwaku dengan ciptaan tuhan yang paling sempurna ini teng, teng, teng, samar kudengar suara pedang yang saling bergesekan kubuka mataku perlahan lalu melangkahkan kakiku menuju ruang latihan yang terletak tidak terlalu jauh dari tempat aku berpijak namun tiba-tiba kakiku berhenti. Aku takut mengganggu konsentrasi mereka.

"Hormat saya Baginda Ratu, sepertinya Baginda sangat lelah Apa perlu saya membuatkan ramuan penyegar Ratu?"

Raina menawarkan hal-hal yang memang sangat aku butuhkan saat ini. Ah... ternyata dia bukan sekedar cantik dan pintar saja. Namun, dia juga sangat baik dan ramah tuhan baik sekali dia pikirku.

"Ratu, ini ramuannya, semoga kelelahan Ratu segera berkurang" ucap Raina memberi hormat kepadaku.

Beberapa detik kemudian, ramuan itu sudah berpindah tempat pada Mulutku. Tunggu aku merasa ada yang aneh dengan ramuan ini. Sakit menjalar ke seluruh tubuhku, dan penglihatanku mulai mengabur. Terlihat Raina yang sedang tersenyum meremehkan ke arahku, sudah cukup pengkhianatan hari ini, kali ini aku menyerah Tuhan.

Raina memutar balik tubuhnya segera. ia tak ingin anggota kerajaan tahu bahwa ini adalah ulahnya. namun, di saat tubuhnya akan melangkah semua sudah terlambat. seorang menarik tubuhnya lalu muter balik tubuh yang sedang bergetar hebat itu. Matanya terbuka lebar saat ia melihat Siapa yang sudah mengetahui perbuatannya. ia adalah Pangeran sosok yang menjadi tujuan dari perlakuannya saat ini.

"Mengapa kau lakukan ini?" tanya di saat telapak tangan Indah itu berhasil melingkar di lehernya.

"Karena aku menyukaimu" pengakuannya ternyata mampu mempererat cekikan di lehernya ini.

"Siapa yang menyuruhmu?" baru kali ini aku melihat Pangeran marah dengan mata merah menahan tangis karena semakin merasa salah dengan keputusannya.

"Selir Pangeran" jawab Raihan yang sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya pangeran Ell segera mengecek detak nadi frenza namun nihil nadinya tak menunjukkan kehidupan.

"Akhhh..." teriakan Pangeran mampu mengundang beberapa penghuni istana.

"Ya Tuhan Baginda Ratu!" teriakan histeris dari tangan kanan Ratu semakin mengundang perhatian.

"Segera eksekusi mayat ratu dan Putri tabib.  Jangann biarkan berita ini menyebar luas keluar istana." keputusan Raja membuat semua yang ada di ruangan terheran-heran.

Berita kematian vinas penyihir Ratu tersebar dengan sangat cepat, kematian beruntun yang menimpa kerajaan, membuat penghuni kerajaan resah. Termasuk Raja. kematian frenza benar-benar berpengaruh besar pada Kerajaan perekonomian yang mulai stabil berkat franza kini kembali menurun kerajaan yang dulunya terkenal dengan kekayaan dan kemakmurannya ini menjadi kerajaan yang penuh kematian dan menunjukkan kemiskinan.

POSTING PILIHAN

Related

Utama 3727734918348765611

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item