Serasa Anak Tiri


Cerpen: Idaratus Salamah

 
Alexa, adalah seorang gadis berumur 16 tahun yang akan masuk sekolah di SMA yang cukup terkenal SMA, yakni SMA  Taruna Jaya. Nama lengkap gadis itu ialah Alexa Permata Berawijaya,  putri dari seorang pengusaha sukses yang berpengaruh di Indonesia. Orang tua Alexa juga penyumbang donasi terbesar di SMA Taruna Jaya. Ayah Alexa bernama Abraham  Brawijaya.

Dikediaman Abraham Brawijaya

“Papa.....,” sambut Luna Permata Berwijaya putri bungsu dari Abraham saat melihat papanya yang baru datang " Iya sayang" balas Abraham sambil mencium kening putrinya.

"Kenapa papa malam banget pulangnya?. Luna nungguin loh dari tadi," ucap Luna dengan bergelanyut manja disamping papanya.

 "Sayang, maafin papa ya soalnya di kantor banyak banget yang papa urus, jadi agak malem pulangnya. Memang Luna dari tadi sedang apa,  kok belum tidur. Kan besok harus sekolah, nanti telat lo bangun paginya!,"ucap Abraham kepada putri kesayangannya.

"Luna nungguin papa dari tadi, soalnya Luna khawatir karena papa belum datang, yaudah Luna bobok dulu ya, . dada papa sayang selamat malam,". ucap Luna langsung berlari menuju kamarnya di lantai atas.

"Ma.... Andaikan mama masih disini mungkin mama senang lihat Luna udah besar, dia mirip mama loh!,". Gumam Abraham sambil memperhatikan putri bungsunya.

Di sisi lain...

"Ma... Alexa nggak kuat ma.... Kenapa saat mama pergi Alexa selalu dianggap ngak ada. Alexa capek ma, Alexa selalu di beda bedain, Alexa pengen kembali ke 10 tahun yang lalu di mana saat itu hanya ada kebahagiaan,kumpul bersama  Papa, mama, Alexa dan Luna. Kenapa saat itu mama lebih memilih menyelamatkan nyawa Alexa ketimbang nyawa mama, kenapa harus mama yang harus ketabrak mobil, kenapa tidak Alexa saja, kenapa mama harus nolongin Alexa Jika pada akhirnya Alexa yang di salahkan,kenapa harus? Hiks..hiks..his...

"Penyakit Alexa sudah menyebar ma, kalau dulu mama nemanin Alexa buat cek up, tapi semenjak mama ngak ada, udah nggak ada yang peduli sama penyakit Alexa ma....apalagi papa. Seolah-olah Alexa pembawa sial bagi keluarga ini, padahal Alexa juga tersakiti karena kepergian mama..." Racau Alexa sambil memeluk diri sendiri.

 "Abraham yang melintasi kamar Alexa, tidak sengaja mendengar keluh kesah dari Alexa  tapi dia hanya bersifat bodo amat terhadap apa yang di dengarnya, Ia tau  bahwa Alexa mempunyai penyakit kelainan jantung sedari lahir tetapi, ia berusaha tidak peduli lagi semenjak kejadian dimana orang yang dicintainya pergi untuk selamanya. Menukarkan nyawa dengan keselamatan putrinya. Abraham marah dan menuding Alexa-lah penyebab petaka itu. Dan hal itu ia tekan kan dengan sebuah emosi karena dendam kepada putrinya.

Pagi hari,di kediaman Brawijaya.

Bruk.....!!!

"Ya Allah non.....!" Teriak Bi Siti saat melihat Alexa ambruk ke lantai ketika ingin sarapan pagi.

 "Non bangun non" suara bik Siti terdengar sangat khawatir, ia segera berlari dan menghampiri tuannya.

"Maaf tuan, non Alexa pingsan" terang bik Siti, maklumlah mereka memang makan di ruangan terpisah, Abraham dan Luna sedangkan Alexa dan bik Siti dikamar belakang. "Alah palingan cuma akal-akalannya dia bik, biasa cari perhatian" jawab Abraham sambil membanting kan sendok, lalu bergegas pergi meninggalkan meja makan karena sudah tidak nafsu.

"Ayo sayang kita berangkat" ajak abraham kepada Luna. "Astaghfirullah” ucap bikSiti sambil mengelus dadanya sadarkanlah majikan hamba ya Allah kasian non Alexa,

“Non... bangun non..," teriak bik Siti sambil menghampiri Alexa.

"Agrh... bik ,Alexa nggak papa kok, Alexa berangkat sekolah aja ya bik "ucap Alexa setelah sadar dari pingsannya. "jangan non, non kan masih sakit".

" Ngak papa kok bik Alexa sehat kok " jawab Alexa

sabar sekali kamu non, ucap bik Siti dalaam hati.

Di sekolah…

"Alexa..."p.anggil Dira teman sebangku Alexa

"kok loh pucet banget sih, kamu sakit ya....? Kalau sakit gue antar lo ke UKS yuk biar lo bisa istirahat".

" Ngak kok dir... Aku biasa saja, mungkin hanya kecapean"

"yaudah kalau pusing bilang ya nanti gue antar ke UKS" sergah Dira iba melihat Alexa.

Bruk....

Alexa jatuh pingsan setelah mendengar ucapan Dira."Aduh Alexa, udah gue bilangin mau di antar ke UKS masih aja nolak, ngeyel lo sihh...gini kan jadinya. Mana mimisan lagi, kan gue takut" ucap dira dengan muka cemas.

 Setelah itu Alexa langsung di larikan ke rumah sakit karena UKS sekolah tidak bisa melayani Alexa,karena kondisi Alexa saat ini lumayan parah.Dira langsung menghubungi ayahnya Alexa, tapi Dira terkejut karena yang di dengarnya bukan ke khawatiran melainkan ketidak peduliannya terhadap Alexa.

"Maaf om, ini saya Dira temennya Alexa, Alexa saat ini masuk rumah sakit"

Terdengar helaan nafas di seberang telfon

"Huff...Drama apa lagi ini Alexa?" ucap Abraham di seberang sana.

"Ya Allah omm,ini penyakit Alexa serius banget loh omm,om sebagai orang tuanya kok gak ada khawatir kahawatirnya sama sekali, kalau terjadi apa apa sama Alexa,om bakal nyesel". Geram Dira Menjawab  ucapan Abraham, tiba tiba Abraham mematikan sambungan telefon secara sepihak.

setelah sambungannya di matikan,Abraham sadar, ia sudah keterlaluan terhadap putrinya. Ia tetampar oleh semua ucapan Dira, yang iya lakukan selama ini hanya di butakan oleh dendam.

Di rumah sakit as-syifa'

"Di mana Alexa?" Tanya Abraham kepada Dira yang sedang duduk di ruang tunggu sambil menangis."Alexa udah nggak ada om, dia cuma nitip ini untuk om" Ucap Dira sambil menyodorkan sebuah surat yang Alexa titipkan tadi.

"Nggak,gak mungkin,dia pasti hidup,Dia masih hidup kan? "Racau Abraham

"ggak omm,itu memang nyata, jawab Dira sambil sesenggukan".


Seminggu setelah kepergian Alexa

 "Udah lah paa..,jangan sedih,Luna jadi ikut sedih lihat papa kayak gini". "Gimana nggak sedih saying,apa sudah menyia-nyiakan kakak kamu,papa selalu menganggapnya tiada,tapi setelah dia pergi,papa merasa begitu menyesal". ungkap Abraham,

"Oh iya pa! kenapa papa nggak coba baca surat dari kak Alexa. Jangan sedih terus, kak Alexa pasti nggak suka lihat papa kayak gini," terang Luna.


"Assalamualaikum paa..lunaa..

Maaf jika selama ini Alexa selalu membuat kalian susah,maaf.

Paaa…

Alexa juga butuh kasih sayang paa.. Alexa juga ingin seperti Luna, ditemenin, di peluk, di sayang, di antar sekolah sama papa. Tapi, semenjak hari itu,sejak mama meninggal Alexa nggak pernah merasakan semua itu paa. Seakan-akan Alexa sudah tidak di anggap di rumah ini, dan Alexa hanya bisa menonton bahagianya papa dan luna, sedangkan Alexa di lirikpun nggak pernah paa.

 Percayalah paa... Alexa tidak pernah bahagia saat mama nggak ada. Alexa pun tidak pernah minta mama untuk menyelamatkan Alexa saat itu, jika boleh minta Alexa ingin ikut mamah aja ke surga paa..

Karena disinipun, papa sudah tidak menganggap Alexa hidup kan paa…maafin Alexa, karena gara-gara Alexa mama meninggal,

Untuk Aluna saudara ku,serta ke sayangan papa, jangan pernah buat papa kecewa ya luun, bahagiakan papa.
Daaah....papa...aluna.

Bahagia selalu yaa"

Alexa  

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6296109683560773223

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item