Membaca Puisi sebagai Apresiasi Puisi

Seorang deklamatris sedang membacakan puisi

Secara makna leksikal, apresiasi (appreciation) mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian (Hornby dalam Sopandi, 2010: 18). Sementara itu, Effendi menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra (Sopandi, 2010: 18).

Pada dasarnya, kegiatan membaca puisi merupakan upaya apresiasi puisi. Secara tidak langsung, bahwa dalam membaca puisi, pembaca akan berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberi pengertian, memberi penghargaan, membuat berpikir kritis, dan memiliki kepekaan rasa. Semua aspek dalam karya sastra dipahami, dihargai bagaimana persajakannya, irama, citra, diksi, gaya bahasa, dan apa saja yang dikemukakan oleh media. Pembaca akan berusaha untuk menerjemahkan bait perbait untuk merangkai makna dari makna puisi yang hendak disampaikan pengarang. Pembaca memberi apresiasi, tafsiran, interpretasi terhadap teks yang dibacanya. Setelah diperoleh pemahaman yang dipandang cukup, pembaca dapat membaca puisi.

Karena kata “membacakan” mengandung makna benefaktif,  yaitu melakukan sesuatu pekerjaan untuk    orang    lain,    maka    penyampaian    bentuk yang  mencerminkan isi harus dilakukan dengan total agar apresiasi pembaca terhadap makna dalam puisi dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Makna yang telah didapatkan dari hasil apresiasi diungkapkan kembali melalui kegiatan membaca puisi. Dapat pula dikatakan sebagai suatu kegiatan transformasi dari apresiasi pembaca dengan karakter pembacaannya, termasuk ekspresi terhadap penonton.

Di dalammemahami puisi, seseorang harus mampu menemukan tema atau permasalahan yang di angkat, perasaan penulis dan amanat yang disampaikan. Beberapa hal tersebut sangat diperlukan di dalam penjiwaan puisi. Untuk sampai dalam pemahaman tersebut dan agar tidak salah dalam mengartikan isi puisi, kadang-kadang seseorang harus lebih dulu mengetahui latar belakang penulis puisi.


 Tulisan bersambung
  1. Inilah Teknik Membaca Puisi
  2. Membaca Puisi sebagai ApresiasiPuisi
  3. Bentuk dan Gaya dalam MembacaPuisi
  4. Tahapan Membaca Puisi
  5. Membaca dengan Pendekatan Teater
  6. Olah Tubuh atau Latihan Tubuhuntuk Baca Puisi
  7. Peran Guru Dalam Pembelajaran Membaca Puisi
Puisi
Hal-hal terkait puisi yang akan dijabarkan adalah mengenai pengertian puisi, bentuk dan gaya dalam membaca puisi, seni baca puisi, dan tahapan membaca puisi. Berikut merupakan penjabaran dari keempat pokok bahasan tersebut.

Pengertian puisi
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1993: 4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

Herman J. Waluyo mengungkapkan bahwa puisi merupakan bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya (1987: 25). Di sisi lain, Hasanudin menyatakan bahwa puisi merupakan pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan. Perasaan dan pikiran penyair yang masih abstrak dikonkretkan. Untuk mengkonkretkan peristiwa-peristiwa yang direkam di dalam pikiran dan perasaan penyair, puisi merupakan salah satu sarananya (2002: 5). Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 2012:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.

  1. Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
  2. Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjoladalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
  3. Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Audien mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
  4. Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
  5. Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.

Menurut Afrudin, puisi merupakan pernyataan dari keadaan kehidupan atau kualitas kehidupan manusia (dalam Gani, 2014). Membaca puisi berarti menyelami diri penyair sampai ke inti batinnya. Kemampuan menyelami tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan menempatkan diri ke dalam sajak yang di

baca. Jadi dalam seni membaca puisi, kepada pembaca dituntut untuk menjaga adanya hubungan timbal balik anatara pembaca dengan penulis (penyair). Menurut Maker (dalam Gani, 2014) puisi merupakan pengalaman dasar manusia. Puisi merupakan salah satu bentuk berkesenian tertua yang dihubungkan dengan apa yang terjadi, baik yang bersifat natural maupun super natural. Hal - hal yang hidup, susunan ritmik, dan bukti yang menyenangkan. Semua itu dilakukan karena manusia mempunyai perasaan magis dalam kata yang digunakan sehingga membawanya melampaui akal dan pemahaman logis.

Puisi merupakan salah satu jenis genre sastra yang berisi ungkapan bahasa penyair yang mengandung rima dan irama, serta diungkapkan dengan pilihan kata yang cermat dan tepat. Puisi juga dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk seni tertulis. Di dalam puisi, bahasa yang digunakan ditata sedemikian rupa untuk meningkatkan kualitas estetiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa, penggunaan pengulangan yang disengaja, serta pemakaian rima-rima tertentu adalah beberapa hal yang membedakan puisi dari karya sastra yang lain, misalnya naskah drama dan prosa. Beberapa ahli sastra modern mencoba mendekati puisi dengan cara yang berbeda, dan mendefinisikan puisi sebagai perwujudan imajinasi manusia yang menjadi sumber segala kreatifitas. Selain itu, puisi dianggap sebagai curahan isi hati seseorang (penyair). Curahan tersebut akan dapat membawa orang lain (pembaca) kedalaman keadaan hatinya (Gani, 2014: 15)

Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 2012:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur. (bersambung)

Tulisan Terkait

Gupen 1545312912636476925

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena Marlena Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item