Mengapa Kita Harus Menulis Literer?

“Nalar Kita Harus Menulis”

“Hanya orang bodoh dan dungu yang meremehkan ilmu dan ahlinya”

“Seseorang yang mempelajari satu bab dari suatu ilmu lebih baik daripada dunia dan isinya”

“Ilmu adalah teman di kala sendirian dan kawan di waktu kesepian”

“Ilmu itu sebaik-baiknya petunjuk. Ilmu itu petunjuk yang paling utama”

“Ilmu itu menyelamatkanmu, sedang kebodohan itu membinasakanmu”

“Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu itu menjagamu, sedang kamu menjaga harta”

“Setiap sesuatu itu berkurang jika didermakan kecuali ilmu”

“Ilmu itu halus sekali, selain itu mudah dan sederhana, seperti anak kecil” [E.F. Schumacher, pemikir terkemuka]

Orang Beruntung = “Orang yang tahu apa yang diketahuinya dan apa yang tidak diketahuinya”

Orang Celaka = “Orang yang tidak tahu apa yang diketahuinya dan apa yang tidak diketahuinya”

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”

“Menulis itu mengikat makna”  (Hernowo)

“Menulis itu melawan lupa” (Hernowo)

“Apa yang tertulis mengendap, apa yang terucap menguap” [verba volant, scripta manent] (pepatah Latin)

“Apa yang dituliskan bakal abadi, apa yang diucapkan bakal tertiup angin”  (pepatah Latin)

Makna Menulis Literer  Bagi Kita

“Menulis itu ada [eksistensi] kita”  (Nadine Gordimer)
“Menulis itu adalah jalan hidup”  (Isak Dinesen)

“Mengarang adalah tugas nasional bagi saya…. bisa saya katakan, mengarang adalah profesi. Saya hidup dan mati karena mengarang dan saya konsekuen terhadap semua akibat yang saya peroleh” (Pramoedya Ananta Toer)

“Menulis merupakan upaya merayakan kehidupan semesta sekaligus usaha menjelaskan keteraturan kehidupan semesta” (Djoko Saryono)


Kapan dan Di Mana Kita Harus Menulis Literer

•    Kapan saja

    •   
Ilham dan momentum bisa muncul kapan saja

•    Di mana saja

    •    Ilham dan momentum bisa hadir di mana saja


__________________________________

Disampaikan pada Sarasehan “Penguatan dan Pengembangan Literasi di Kabupaten Sumenep”, dengan nara sumber, Prof. Dr. Djoko Saryono, MPd, pakar literasi dan guru besar Universitas Negeri Malang. Di Graha Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep,  25 November 2017,

Materi  selengkapnya silakan 
https://drive.google.com/file/d/1CK9pMYL2-0RV0HibJeo15Dux4bLXQkX6/view?usp=sharing




POSTING PILIHAN

Related

Utama 492097848823845462

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item