Berlibur di Rumah Kakek Nenek



Cerita: Azizah Raudatul Jannah


“Zarahhhh ...... bangun,” teriak kakak dengan suara agak keras.

“Oh iya kak,” jawabku dengan suara lirih dan sedikit menguap. “Cepat mandi dan ambil wudhu, setelah itu cepat pergi ke kamar tengah, ” ujar kakak menasehatiku.

“Okey, kak,” ujarku dengan sedikit jengkel.

Setelah mandi dan berwudhu, aku pun pergi ke ruang tengah dan segera memakai mukena. Setelah selesai sholat, aku segera membuka mukena dan bersiap pergi sekolah. Tak lupa sebelum berangkat aku sarapan. Pagi ini menu sarapanku nasi goreng dan susu yang dipersiapkan oleh ibu. Selesai sarapan aku bergegas pergi ke mobil untuk berangkat sekolah.

Sesampai di sekolah aku segera bergegas masuk kelas karena sebentar lagi bel berbunyi.
 
 “Hai Zah,” sapa Sinta dan Luna. Mereka adalah sahabat lamaku.

“Hai,” jawabku dengan ramah.

“Zah, akhir pekan ini nanti kamu mau kemana?” Tanya Sinta.

“Oh akhir pekan nanti aku ingin pergi ke desa,” jawabku dengan suara lantang.

“Berarti kamu tidak bisa ikut bersama kami?” tanya Sinta dengan sedih.

“Maaf ikut apa ya? Kok aku tidak tahu”, ujarku.

“Itu loh Zah, sebenarnya kami ingin ngajak kamu jalan-jalan,” ujar Luna.

“Oh gitu ya, tapi maaf ya aku gak bisa dateng.”

“Ya sudahlah tak apa, kita kan masih bisa jalan-jalan minggu ini”, ujar Luna.

“Oh ya sudah, makasih ya Lun Sin, kamu sudah mau nganterin aku.’’

“Ya sudahlah tak apa,” jawab Sinta.

“Makasih Lun, Sin”, ujarku.

“Iya Zahra”, ujar mereka serempak. Bel telah berbunyi, aku dan sahabatku pun duduk di tempat duduk biasa dan mendengarkan guru yang sedang menerangkan.

Sepulang sekolah, aku langsung mengucapkan salam dan mencium tangan ibu. Setelah itu, aku langsung pergi ke kamar untuk ganti baju. Selesai ganti baju aku pun membantu ibuku menyiapkan menu makanan siang. Menu makan siangku kali ini adalah nasi putih, sayur asem, ikan goreng dan air sebagai penutupnya. Setelah selesai makan aku membantu ibu mencuci piring dan langsung pergi tidur.

Hari berlalu tibalah dimana aku dan kakak akan berkunjung ke rumah nenek dan kakek.

“Zahra apa kamu sudah siap?” tanya kakak.

“Oh ya kak, aku sudah siap,” jawabku. Setelah aku dan kakak siap, segera menuju ke dalam mobil karena ayah sudah menunggu dari tadi.

Sesampainya di rumah kakek dan nenek, aku pun langsung pergi ke kamar untuk beristirahat sejenak. Azan Dhuhur berkumandang dari langgar dekat rumah nenek dan kakek, membuat aku terbangun. Aku pun langsung bergegas berwudhu dan langsung sholat Dhuhur.

Setelah sholat aku membantu nenek untuk menyiapkan menu makan siang. Selesai membantu nenek, aku makan menikmati masakan nenek. Setelah itu aku dan kakek pergi ke ladang untuk memanen semua jenis sayuran dan buah, seperti kembang kol, stoberi, wortel, teh dan masih banyak lainnya. Seusai memanen aku dan kakek pergi untuk memandikan kerbau, memberi makan kerbau, dan membersihkan kandangnya.

Tak terasa waktu berlalu, selesai semua pekerjaanku, aku dan kakek pulang ke rumah. Tak ku sangka ternyata nenek dan kakak sudah menyiapkan menu makan malam. Setelah aku selesai mandi dan ganti baju, aku langsung pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama kakak, nenek, dan kakek.

Aku bersama kakak berlibur di desa selama satu minggu dan sekarang adalah hari dimana aku dan kakak akan pulang.

“Zahraaaa ....., cepetan sudah ada ayah dan ibu di depan,”

teriak kakak.

“Oh ya kak sebentar,”

Setelah selesai berbenah aku keluar kamar dan langsung memeluk ayah dan ibu.

“Semuanya sudah selesai kan, ayo kita berangkat,” ajak ayah.

Sebelum pulang aku mencium tangan kakek dan nenek dan memeluknya. Setelah mencium tangan serta memeluk kakek dan nenek aku pun naik ke mobil dan berangkat pulang.

*****

 

Azizah Raudhatul Jannah. Lahir di Sumenep pada 11 Desember 2007. Bercita-cita menjadi Penulis sepanjang sejarah. Sekarang ia duduk di kelas 6 SDN Pajagalan I, Sumenep. Anak kedua dari dua bersaudara ini berdomisili di Jl. Pelabuhan Kertasada Sumenep. Sekarang ia bergabung di Club Penulis Cilik Sumenep.






POSTING PILIHAN

Related

Utama 5622136302203826625

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item