SajakSajak Mas Sahli Abd

Mas Sahli Abdi terlahir di pagi yang cerah dengan nama Muhammad Sahli 44 tahun yang silam di sebuah kamar mandi desa Gadu Barat kecamatan Ganding kabupaten Sumenep. Putera keempat  pasangan KH. Abd. Hamid dan Ny. Suryati dari lima bersaudara menempuh pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah Raudlatul Athfal V (Sekarang Raudlatul Iman) dan Sekolah Dasar Negeri Ketawang Karay II. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Annuqayyah Guluk-Guluk Sumenep sampai dengan tahun 2000 setelah menyelesaikan pendidikan strata satu di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Annuqayah.


*****


Sajak Buat eN-eL

Menyusuri jalan ini teramat penat langkahku
Senyummu telah melipat jarak yang kutempuh
Memungut rinduku yang lusuh

Kadang aku ragu pada tatapanmu yang menikam mimpi-mimpiku
Akupun mengerti pada sepi yang menghijau meski rindu ini makin asing dan bising

Jika hujan adalah kemarau panjang
Maka sorga telah mengabarkan salammu menjadi rintihan doa-doa

Langkahku makin terseret jauh mengejar waktu menimang cerita masa lalu

Biarlah kuasuh hasrat ini sendiri
Berlumur sunyi
Dan desember makin menepi

Darmaniyah Lenteng, 21 Desember 2017



Sepenggal Kisah

Alkisah
Tentang sebuan negeri bernama In-do-ne-sia
Negeri di hamparan katulistiwa
Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Negeri yang taat beragama di sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa
Burung garuda sebagai lambang negara
Begitu gagahnya tegak menantang angkasa
Sang saka merah putih sebagai kebanggaan
Lambang dari keberanian dan kesucian

Alkisah negeri yang indah
Hari-hari dihiasi bencana
Berbagai persoalan saling bersusulan seperti tak ada habisnya

Alkisah
Tiba-tiba Bhinneka Tunggal Ika
menjadi hal yang amat menakutkan
Sebab beda pilihan adalah lawan yang harus ditikam
Penduduknya yang religius sangat mudah berubah ambisius
Sepertinya garuda tak kuasa lagi terbang
Karena tak mampu menanggung beban
Dan sang saka kini berlumur noda

2008


Kalau Saja

Jika ajakan Tuhan saja tidak engkau hiraukan, lalu ajakan siapa lagi yang pantas engkau pertimbangkan?

Jika engkau melihat setiap kekurangan adalah kelemahan, bagaimana mungkin engkau akan melihat peluang?

Bila engkau melihat kegelapan merupakan suatu bencana, tak mungkin engkau bertemu cahaya....

Andai engkau memandang semua kesulitan itu adalah penderitaan, kamu tidak akan tahu arti sebuah keindahan dan kebahagiaan

Kalau saja engkau selalu menilai dari sisi keburukan, tidak akan pernah engkau dapatkan keberkahan...

Seumpama engkau hadapi dan berharap semua yang engkau inginkan, kamu telah mencampakkan Tuhan dan telah melupakan sifat kehambaan.

Seumpama asap rokok, meski pengap, terkadang mesti kita telan untuk mendapatkan kenikmatan

Dingin itu anugerah, jika berganti panas..... Hangat itu nikmat, bila hujan merapat....

_Malang, 21 Maret 2018_

MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 8168059296075262128

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Relaksasi

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Tips Antisipasi Sebaran Virus Corona

item

WA