Sajak-sajak I Wayan Budiartawan

Ilustrasi
I Wayan Budiartawan menulis 13 buku antologi puisi, 1 buku otobiografi dan 1 filem dokumenter. Sekarang berdomisili di Desa Pesaban, Kec.Rendang, Kab. Karangasem-Bali



Kampung Nelayan


Kampung ini setua peradaban
Perahu-perahu kayu tertambat di pesisir
Orang-orang sibuk lalu lalang
Kehidupan menggeliat menjala ikan

Ikatan kekerabatan menyatu
Dari nenek moyang sampai seribu generasi
Musik-musik indah dari tiupan cangkang kerang
Pesta adat memperingati kemerdekaan negeri

Bali, 10 Juli 2018


Mentari Terbit Di Timur


Muda-mudi bangkit dari peraduan
Berbaris melakukan gerakan senam
Semangat membaja membangun bangsa
Secerah mentari pagi

Tunas-tunas muda bermekaran
Pejuang kemerdekaan menyerahkan
Tampuk pimpinan bagi kaum pembaharu
Menyambung ikrar kemerdekaan

Bali, 11 Juli 2018



Rumah Cantik Di Desa

Kembang wangi tercium di pekarangan
Rumah kenangan sisa revolusi
Bertempur di medan gerilya
Pusat komando laskar rakyat

Kecil mungil terawat apik
Bangunan bersahaja model kuno
Di rumah ini dulu pekik kemerdekaan
Menggelegar ke setiap pelosok desa

Bali, 12 Juli 2018



Pembawa Bendera Pusaka

Gurat-gurat di mukanya bekas kecantikan
Perempuan pejuang empat lima
Mengibarkan merah putih
Di garis pertempuran melawan musuh

Wajahnya penuh kenangan manis
Bersama pemuda idaman di lapangan
Masa muda bergelora
Gejolak revolusi  dan kisah cinta

Bali, 13 Juli 2018



Janji Suci Sampai Mati

Dua insan memadu janji
Saling setia dalam deru revolusi
Tubuh terkoyak mesiu laknat
Saling memeluk dan tewas mengenaskan

Revolusi itu kejam setajam pedang
Sepasang kekasih hancur
Tercabik-cabik demi sebuah impian
Masa depan yang indah dalam kemerdekaan

Bali, 14 Juli 2018


Ke Kota Mencari Ilmu

Masa muda penuh pergolakan
Mencari jati diri sebagai manusia
Dari desa ke kota menjadi pelajar
Di tengah-tengah perjuangan bersenjata

Belajar ilmu untuk kemajuan negeri
Sambil membantu perjuangan
Merebut kemerdekaan dari tangan penjajah
Tangan terkepal berteriak yel pejuang

Bali, 15 Juli 2018


Di Bawah Pohon Palma

Perawat manis merawat luka
Tentara pejuang yang sekarat
Memberi semangat agar tak gentar
Jalan pertempuran masih panjang

Lelaki gagah terkapar di tanah
Di bawah pohon palma yang rindang
Si perawat meneruskan jahitan
Menyelamatkan pejuang yang bersimbah darah

Bali, 16 Juli 2018



Peluit Masinis Kereta

Penjaga palang meniup peluit
Kereta pejuang lewat
Melintasi barikade pasukan lawan
Gigih sampai tetes darah penghabisan

Masinis kereta itu turut berjasa
Sebagai si kecil melepas pahlawan revolusi
Tubuh hitam legam didera iklim tropis
Sang masinis menyeringai tugasnya usai

Bali, 17 Juli 2018

Tulisan Terkait

Utama 6369648837206875643

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item