Bulan Literasi

Oleh: Taufiku

Ramadan memiliki berbagai macam keistimewaan yang tidak dijumpai di bulan lainnya. Pada bulan ini Allah SWT memberikan ampunan kepada hambanya bahkan tanpa diminta. RahmatNya dilimpahkan seperti tetasan hujan yang tak berhenti. Pahala kebaikan dilipat gandakan serta Al-Quran diturunkan.

Karena keistimewaan-keistimewaan itu pula, Ramadan memiliki berbagai nama. Ramadan disebut sebagai bulan ampunan, bulan rahmat, bulan yang diberkahi dan bulan Al-Qur’an.

Penamaan Ramadan sebagai bulan Al-Quran karena Pertama, pada bulan ini umat Islam banyak membaca Al-Quran. Setiap malam, di surau dan masjid lantunan Quran terdengar melalui pengeras suara. Di setiap waktu, Quran dibaca baik sendiri-sendiri ataupun bersama-sama. Rumah-rumah pun tak sepi dari pembacaan kitab suci.

Kedua, Al-Quran pertama kali diturunkan oleh Allah ke bumi pada bulan Ramadan. Melalui Malaikat Jibril, Allah menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad yang sedang menyendiri di Gua Hira.

Sebagian besar ulama menyatakan, wahyu yang turun pertama adalah lima ayat permulaan surat Al-Alaq. Berikut arti kelima ayat tersebut:

(1)Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (5) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Wahyu pertama yang turun di bulan Ramadan memerintahkan agar manusia berliterasi yaitu membaca. Perintah membaca tidak terbatas pada ayat-ayat qauliyah yang termaktub dalam Quran tapi juga ayat-ayat kauniyah yang terpampang di alam. Pada ayat pertama Allah SWT menyebut dirinya dengan rabb. Kata rabb menunjukkan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dan pengatur alam semerta. Berbeda dengan penyebutan ilah yang lebih dekat pada posisi Tuhan sebagai dzat yang disembah dan ditaati.

Wahyu pertama mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dengan berdialog melalui alam. Pesan ayat kesatu dikuatkan dengan ayat yang kedua yaitu tentang bukti kekuasaan Allah dalam meciptakan manusia. Ayat kedua memberikan motivasi kepada manusia untuk menggali pengetahuan dengan memberikan informasi proses tumbuh kembang manusia.
Wahyu pertama mengajarkan bahwa untuk menjadi manusia yang cerdas dan bermanfaat tidak cukup dengan membaca saja. Ayat keempat mengisaratkan setelah proses membaca perlu melanjutkan kepada proses menuliskan hasil membacanya terhadap ayat qauliyah maupun kauniyah. Dengan tulisan pesan-pesan Allah yang tersurat dalam Quran maupun yang tersirat di alam tersampaikan kepada manusia lainnya. Dengan tulisan itu manusia mengetahui kekuasaan Allah hingga membawanya patuh kepada Tuhannya.

Dengan pesan literasi dari lima ayat yang pertama kali turun di bulan Ramadan maka layaklah bila Ramadan selain disebut sebagai bulan berkah, rahmat, dan ampunan juga disebut sebagai bulan literasi. Seharusnyalah kita sebagai umat Islam menjaga semangat literasi di bulan ini. Kita praktekkan wahyu pertama itu di bulan suci dengan membaca dan menulis.

Sehari-hari selama bulan Ramadan kita membaca Al-Quran beberapa ayat, halaman dan juz.

Alangkah baiknya jika sebagian dari ayat-ayat yang dibaca ditadabburi. Kita ambil pesannya, dihayati, lalu dituliskan hingga lebih bermakna.

Semoga dengan menulis pesan yang kita tangkap dari suatu ayat, kita bukan termasuk golongan yang oleh nabi disebutkan sebagai orang yang membaca Al-Qur’an hanya di lisan saja, tapi tergolong orang yang membaca dengan jiwanya hingga bertambah keimanannya kepada Allah setelah membaca Al-Quran.

(Ramadan 19)

Tulisan Terkait

Utama 918972902579852447

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan RULIS

terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item