Renungan Akhir Ramadhan

*Ketika Ramadhan Segera Berakhir*



 

Assyari Arie

Satu hal yang sering menjangkiti umat Islam aalah pikiran bahwa jika Ramadhan segera berakhir, mereka juga mengira bahwa kesempatan untuk berbuat amal shalih juga akan segera berakhir. Padahal, sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya. Allah SWT berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya:

Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang (ajal) diyakini (Qs. Al-Hijr, ayat 99).


Ayat tersebut kurang lebih berisi perintah bahwa kita seharusnya beramal shalih sampai datang kepada kita kematian. Jadi sebelum ajal merenggut kehidupan kita, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti beramal shalih. Dalam ayat yang lain, Allah SWT juga berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (Qs. Ali Imran, ayat 102).

Senada dengan itu, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian mati maka terputuslah amalannya” (HR Muslim). Semakin jelas, bahwa tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian. Maka, jika telah berlalu puasa Ramadhan, seorang mukmin tidaklah terputus dari ibadah puasa; ibadah puasa tetap disyariatkan sepanjang tahun. Ada puasa Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa Yaumil bait, dsb.

Jika shalat malam di bulan Ramadhan telah berlalu, maka sesungguhnya shalat malam juga tetap disyari’atkan di malam-malam bulan lainnya, bahkan sepanjang tahun. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia sebarkanlah salam, sedekahlah makanan, sambunglah tali kekerabatan, dan shalatlah di waktu malam tatkala manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan keselamatan” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Berdasarkan berbagai syari’at tersebut, tampaknya memang kita harus bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal shalih dan menjauhi segala macam dosa dan maksiat. Itu semua tentu saja agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan pahala yang melimpah di hari perhitungan. Allah SWT berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى
وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً
طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ
مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:

Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesunguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kejakan (Qs. An-Nahl, ayat 97).

Sungguh tidak ada bagi kita sebagai individu Muslim, untuk bersantai santai dan melenakan diri dalam kehidupan dunia yang fana ini. Kita harus selalu memohon kepada Allah SWT,

رَبَّنَآ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ
لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّا ۖ
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ
عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ

Artinya:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti (QS. Ali ‘Imran, ayat 193).

Wallahu a'lam bisshowab

Semoga bermanfaat
Selamat meraih kemenangan dan ketaqwaan

Diangkat dari akun FB Assyari Arie



POSTING PILIHAN

Related

Utama 7337203820680225204

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item