Pengaruh dan Dampak Media Sosial Terhadap Remaja


Oleh: Gandung Rian Saputro

Teknologi Informasi tumbuh dan berkembang sangat pesat di seluruh dunia. Internet menjadi paling penting untuk kehidupan sekarang. Internet memudahkan hamper semua kegiatan kita, seperti belajar, bekerja, bahkan belanja. Dengan internet kita juga bisa bersosialisasi tanpa batasa lewat media sosial. Di media social hampir tidak ada batasan, membuat kita bisa kenal dan berteman dengan siapun. Kita juga bisa mendapat informasi sebanyak mungkin dari media sosial.

Media social juga bisa dijadikan tempat menjual sesuatu, seperti baju, makanan dan lain lain. Hampir setiap usaha memiliki media sosialnya masing masing, terutama usaha yang dijalankan anak muda. Itu semua karna dengan media social kita bisa mendapat konsumen sebanyak mungkin tanpa adanya batasan.

Berbeda dengan jika kita berjualan ditempat atau di toko saja, Konsumen kita akan sangat terbatas jika kita tidak mengiklankan produk kita. Media sosial juga menjadi tempat iklan terbaik saat ini, karna pemilik usaha tidak butuh banyak biaya untuk pasang iklan. Kita tidak butuh baliho, koran, atau membayar Tv untuk menampilkan iklan kita. Di media sosial kita bisa bebas memasarkan produk kita sesuai keinginan kita, dan akan sangat mudah untuk viral dan dikenal banyak orang.

Selain produk atau usaha banyak orang yang mudah terkenal lewat konten konten yang mereka sajikan di media sosial. Dengan kreatifitas kita bisa dikenal luas oleh banyak orang. Ada beberapa contoh anak muda yang terkenal karena kreatifitas kontennya di sosial media. Seperti Fiki Naki di Youtube dengan konten Ome Tv-nya, Alif “cepmek” di Tiktok dangan kontennya memparodikan Dilan, dan masih banyak lagi. Mereka adalah contoh hebatnya media sosial.

Dengan hebatnya media sosial sekarang tentunya banyak juga dampak negatif yang didapat penggunanya. Dengan konten atau video yang bisa ditonton dimana kapan saja, banyak anak muda yang kecanduan media sosial. Sayangnya tidak semua konten di media sosial itu baik. Banyak yang justru memberikan dampak negatif terhadap penggunanya. Seperti konten joget di Tiktok yang jelas itu dilarang dalam agama, dan masih banyak lagi yang lain.

  • Pengertian dan jenis-jenis media social

Media sosial adalah media online yang menciptakan interaksi sosial. Media Sosial memanfaatkan teknologi yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Beberapa jenis media sosial terkenal saat ini antara lain Instagram, Twitter, Facebook, TikTok, hingga Youtube. Arti lain media sosial menurut Van Dijk adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi.

Maka dari itu, media sosial dapat dilihat sebagai fasilitator online yang menguatkan hubungan antara pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. Seperti melansir Hubspot, ada lebih dari 97% marketer sudah menggunakan media sosial untuk melakukan interaksi dengan  atau konsumen mereka.

Dengan banyaknya media sosial yang beredar saat ini, sebenarnya platform platform tersebut dibedakan kedalam beberapa tipe yaitu sosial networkin, media sharing, network discussion forums, social blogging networks, social audio networks, Live streaming social, media review networks

  • Pengaruh Media Sosial Pada Perkembangan dan Perilaku Remaja

Remaja berasal dari kata latin yaitu adolensence yang mempunyai makna yaitu tumbuh atau bisa diartikan tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence ini memiliki arti yang lebih luas lagi yang juga mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Pada usia ini sebenarnya tidak punya tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan tua atau dewasa

Seperti yang dituliskan oleh Calon bahwa pada masa remaja akan terlihat dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari masa remaja adalah peralihan atau pergantian dari masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan pada semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.

Masa remaja ini pada wanita berlangsung antara usia 12 tahun sampai dengan 21 tahun, sedangkan pada pria berlangsung antara 13 tahun sampai dengan 22 tahun. Sedangkan menurut Zakiah Darajat pengertian remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak kanak menuju masa dewasa. Dalam masa ini anak mengalami proses pertumbuhan baik fisiknya ataupun psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik secara fisik ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan juga orang dewasa yang telah matang.

Dari definisi tersebut bisa disimpulkan remaja sangat membutuhkan pendamping dalam kegiatannya, termasuk ber-media sosial. Karena media sosial akan sangat mempengaruhi kehidupan remaja, baik itu perilaku atau cara berfikir mereka. Media sosial bisa membuat penggunanya sangat terpengaruh dengan apa yang dilihatnya. Remaja akan sangat mudah untuk mengikuti trend-trend di media sosial.

Masalahnya trend-trend itu tidak semua orang bisa melakukannya. Contohnya kejadian beberapa waktu lalu yang dialami oleh anak SMP yang mengamuk dirumahnya karna meminta dibelikan motor Aerox. Dia mengatakan ingin punya motor tersebut karena melihat banyak remaja lain yang mem-posting foto dengan motor Aerox di media sosial. Kejadian ini tentu menunjukkan bahwa media sosial bisa sangat berpengaruh terhadap perilaku sosial remaja. Remaja sebaiknya diberi pemahaman yang cukup bahwa tidak semua hal di media sosial itu baik untuk dirinya. Media sosial juga bisa menyebabkan pergaulan bebas.

Dengan media sosial remaja lebih bebas dan mudah untuk mengenal lawan jenis. Akan tetapi banyak yang Sampai terlewat batas. Seperti kejadian beberapa waktu lalu di Kalimantan, yaitu remaja SMP rela pergi ke Jakarta untuk menemui kekasih yang dikenalnya lewat media sosial.  

  • Dampak Positif dan Negatif Dari Media Sosial

Tidak bisa dipungkiri hampir semua orang saat ini memiliki media sosial, bahkan remaja dibawah umur. Seperti facebook, twitter, linkedin, youtube, line, dll. Namun jika orangtua kurang memberi pemahaman dan pengawasan terhadap remaja dalam ber-media sosial maka akan menimbulkan efek yang negatif bagi remaja itu sendiri. Contoh dampak negatif yang ditimbulkan media sosial terhadap remaja adalah keecanduan media sosial, sampai lupa dengan kewajibannya yaitu belajar, menurunnya norma terhadap orang lain, pmosi yang tidak stabil, keterlambatan perkembangan berfikir, pergaulan bebas dan lain-lain.

Dengan atau tanpa disadari, orangtua dan orang dewasa lain di sekitar remaja telah memaparkan internet sejak usia dini. Oleh karena itu sangat penting untuk mengulas tentang dampak positif dan negatif dari pemaparan remaja terhadap internet dari sudut pandang psikologis. Dampak ini akan ditinjau dari beberapa aspek perkembangan sebagai berikut :

  • Dampak pada perkembangan fisik
  • Dampak pada perkembangan sosial dan emosi
  • Dampak pada perkembangan inteligensi
  • Dampak pada perkembangan moral

Kalangan  remaja  yang  menjadi  pemakai  media  sosial  ini  juga  sering  memposting kegiatan sehari-hari mereka yang seakan menggambarkan gaya hidup mereka yang mencoba mengikuti perkembangan jaman, Sehingga mereka dianggap lebih populer di lingkungannya. Namun apa yang mereka posting di media sosial tidak selalu menggambarkan keadaan social life mereka yang sebenarnya. Ketika para remaja tersebut memposting sisi hidup nya yang penuh kesenangan, tidak jarang kenyataannya dalam hidupnya mereka merasa kesepian. Manusia sebagai aktor yang kreatif mampu menciptakan berbagai hal, salah satunya adalah ruang interaksi dunia maya

 -----

Gandung Rian Saputro, Progam Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Malang

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 158030009347940331

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item