Refleksi 6 Tahun Rumah Literasi Sumenep

"Berorganisasi Bukan Mencari Penghidupan, Tapi Merawat Kehidupan"


Membentuk sebuah organisasi (komunitas, sanggar, kelompok dan sejenisnya) tidak lah sulit; kumpulkan sejumlah orang lalu sepakati, bentuk dan beri nama organisasi, maka saat itu terbentuklah organisasi. Namun untuk mempertahankannya, merawat dan mengembangkannya mungkin akan mengalami di luar dugaan pendiri maupun pengelolanya.

Banyak hal yang pasti akan dilewati dengan segala persoalan dan rintangannya, friksi-friksi yang kedang bikin kesal, atau pihak-pihak internal yang kerap mencoba bikin ulah dengan segala bentuknya, semua itu akan menjadi dinamikan kehidupan berorganisasi.

Memang berorganisasi diumpamakan seperti orang  jual jasa, seperti bengkel motor, penjahit, service komputer atau sejenisnya. Biasanya para pekerja baru akan memanfaatkan ilmu yang didapat  sambil kerja di tempat ia bekerja. Tahun pertama ia akan belajar dan mendalami ilmu dari juragan atau seniornya. Tahun ke dua tentu telah mengenal, memahami dan  menguasai ilmu ilmu teknik yang diperolehnya. Memasuki tahun ke tiga sebuah kesempatan untuk menerima order dari custumer dan kemudian dikerjakan tanpa sepengetahuan juragan, bahkan pekerjaannya langsung dibawah pulang dan dikerjakan tanpa sepengetahuan juragan. Peristiwa macam ini menjadi wajar, tergantung mental personalnya.

Ternyata hal ini juga terjadi pada sebuah organisasi kekaryaan. Tahun pertama belajar, tahun kedua berkarya dan tahun ke tiga membangun kekuatan sendiri. Jadi kendala yang paling berat ketika pengelola organisasi yanmenghadapi persoalan macam ini, karena sejak awal masuk tidak ada perjanjian yang mengikat sebagai tenaga berhonor. Untuk itu kesabaran dan kejernihan pikiran untuk memahami persoalan berorganisasi ini menjadi penting, sebab kalau tidak, organisi hanya bisa bertahan se umur jagung.

Makanya bisa disebut,  penjual jasa  maupun berorganisasi bisa bertahan lebih dari dua tahun itu sudah sangat bagus, tapi kalau lebih dari itu, 3 tahun dan seterusnya, ini merupakan bonus atau hadiah terhadap konsistensi yang dibangun bersama secara ikhlas, sebagai bentuk pengabdian demi kehidupan bermasyarakat.  Sebag berorganisasi bukan untuk mencari penghidupan, tapi untuk membangun bersama kehidupan.

Hal ini juga terjadi pada organisasi Rumah Literasi Sumenep  (RULIS). Sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) non profit atau biasa di sebut dengan organisasi nirlaba  dalam bidang gerakan literasi tentu mempunyai  tujuan untuk mendukung suatu isu yang sedang menarik public, tapi dilakukan tidak memiliki maksud komersial atau tanpa maksud untuk mencari laba atau keuntungan.

Ternyata dalam proses keberlangsungannya  selama 6 tahun ini, (dibentuk tanggal 11 November 2016), tidak sedikit  yang telah diberikan kepada masyarakat dengan berbagai bentuk kegiatan yang tentu mengarah pada penguatan gerakan literasi yang selama ini dinilai menjadi persoalan serius di tengah masyarakat.

Dengan tenaga personal amat terbatas selama 6 tahunRulis mencoba memasuki wilayah-wilayah komunitas masyarakat, baik melalui lembaga-lembaga pendidikan, komunitas literasi,  maupun lembaga lainnya  menjadi hal mendasar untuk diwujudkan.  Perjalanan panjang ini tentu bagi aktivis Rulis cukup berat, utamanya personal pengelolanya umumnya terdari dari kaum guru, yang mempunyai waktu terbatas di luar sekolah. Namun  tanggung jawab tetaplan tanggung jawab, meski kadang harus melintasi hambatan-hambatan cukup dalam.

Tentu harapan terpenting untuk ke depan, dukungan semua pihak akan menentukan sepak terjadi para pejuang literasi ini. (Syaf Anton Wr)

Ingin mengenal lebih dalam tentang Rumah Literasi Sumenep. Silakan klik gambar dibawah

Ekspresikan foto kamu bersama Rumah Literasi Sumenep dan sebarkan di media sosial atau bagikan pada teman-teman. Klik gambar dibawah dan silakan tampakkan footmu;


POSTING PILIHAN

Related

Utama 2803101546636878974

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item