Sosok Perempuan yang Bingung dalam Seminar Mengatasi Keluhan Pelanggan Karya Bamby Cahyadi


Haryanty Firda Azhari*

 Sebuah cerita pendek akan menjadi menarik apabila penulis dapat menemukan cara yang tepat dalam menuliskan ceritanya dengan hal-hal yang menarik walapun tidak harus menggunakan hal yang berlebihan. Setiap cerita pendek  pasti diambil dari sudut pandang penulis baik sudut pandang berbeda maupun sudut pandang yang sama. Beberapa cerita yang ditulis ada yang bisa diambil dari sebuah kejadian yang sesuai dengan apa yang pembaca alami. Hal tersebut, dapat menjadikan sebuah hal yang menarik bagi pembaca.

Pada buku kumpulan cerpen dengan judul Seminar Mengatasi Keluhan Pelangggan  yang dikarang oleh Bamby Cahyadi saya mengalami hal yang jarang saya temukan pada akhir sebuah cerita pendek. Pada buku tersebut mempunyai 17 kumpulan cerita pendek yang Bamby Chayadi tulis. Pada ceritanya menggunakan alur yang cukup rumit yang selalu maju mundur dengan keadaan yang diceritakan. Di sisi lain, pembaca merasakan hal yang ganjil untuk dapat mengambil akhir yang sesuai. Walaupun setiap cerita memiliki akhir yang berbeda ada yang ganjil dan ada yang mudah dipahami.

Setelah membaca buku kumpulan cerita pendek ini, saya menemukan hal yang sama dari cerpen yang pernah saya baca dari karangan Triyanto Triwikromo. Pada cerpen tersebut juga terdapat seorang pemilik toko yang kebingungan akan suatu keadaan yang sedang terjadi di tokonya. Kebingungan yang terjadi karena mendapat bisikan akan sesuatu untuk melakukan hal yang jahat kepada orang lain.

Beberapa menit kemudian ia melakukan hal yang seharusnya tidak merugikan banyak orang lain yakni dengan menembak orang-orang tak bersalah yang ada di kedai kopi tersebut. Selain kesamaan yang ditemukan, saya juga menemukan perbedaan yang ada di akhir cerpen. Pada cerpen Bamby diakhiri dengan alur mundur sehingga pembaca harus menafsirkan ulang tentang cerpen tersebut sedangkan pada cerpen Triyanto diakhiri dengan alur yang sesuai cerita. Tetapi secara keseluruhan kalimat yang digunakan mudah untuk dipahami.

Cerita pendek Bamby Cahyadi ada yang sesuai dengan suatu kejadian yang pernah saya alami. Tokoh yang dimuat dalam cerita berbicara mengenai seorang tokoh yang kebingungan akan hal yang terjadi oleh tokoh tersebut. Kebingungan tersebut juga dapat dialami orang setiap orang akan sesuatu entah apa yang akan dilakukan selanjunya atau apa yang akan dilakukannya bahkan hal yang sedang terjadi. Cerita tersebut dimuat dalam cerpen dengan tajuk Lelaki yang turun dari surga melalui keran air dan Imajinasi di kedai kopi.

Pada cerpen Lelaki yang turun dari surga melalui keran air diceritakan bahwa seorang perempuan yang mengalami kebingungan terkait dengan apa yang terjadi di apartemennya. Kejadian itu ia alami pada saat bangun tidur dan hendak menuju kamar mandi akibat mendengar percikan air yang keluar dari keran air yang pikirnya keran belum dimatikan. Saat menuju kamar mandi, perempuan itu terhenti karena melihat pintu yang sedikit terbuka. Ia binggung dengan apa yang ia lihat bahwa ada seorang laki-laki dengan pakaian putih dan rambut basah ada diapartemennya.

Sosok laki-laki tersebut seperti sudah mati, kehadirannya mengingatkan pada kejadian pada tahun 2019 yang ia alami karena sering tidak pulang ke rumah. Alasan laki-laki tersebut tidak pulang ke rumah karena sering menginap di manapun, sering bersama dengan perempuan lain, dan pertengkarannya dengan sang istri. Entah bagaimana ceritanya ia bisa mati. Tulis Bamby di dalam cerpen Lelaki yang turun dari surga melalui keran air, yaitu:

Langkah perempuan itu terhenti begitu ia melihat sosok lelaki dari balik pintu yang sedikit terbuka. Ia lantas mendorong pintu perlahan.

Perempuan itu sedang gundah, tertegun, karena kehadiran lelaki berpakaian serba putih dengan rambut kemerahan dan basah (hlm. 92)

Selain dari cerpen Lelaki yang turun dari surga melalui keran air, selanjutnya terdapat pada cerpen yang berjudul Imajinasi di kedai kopi yang menceritakan tokoh kebinggungan. Kebingungan ini, dialami oleh tokoh yang sama yaitu seorang perempuan pada buku kumpulan cerpen tersebut. Hal ini terjadi ketika, perempuan itu ingin melanjutkan tulisannya untuk sebuah novel miliknya. Baru awal penulisan, perempuan itu terhenti pada tulisannya karena bingung mengenai tokoh yang akan diceritakannya. Pada saat terhenti dalam kebingungannya, tokoh itu tertidur di kedai kopi dengan berbagai mimpi yang sudah di alaminya.

Ia melanjutkan ketikan: “Dari rumah panggung berataprumbia itu wangi aroma tanh yang tersiram air hujanmenyusup ke dapur, bercampur dengan wangi nasi goreng yang dibuat oleh....”

Dibuat oleh siapa? Siapa yang akan kuceritakan di sini? Kenapa memasak nasi goreng? (hlm. 34-35)

Tokoh perempuan dalem dua cerpen yang berbeda menjadi tokoh utama yang mengalami kebingungan.  Pada cerpen juga mengambil faktor sosial yang melibatkan orang lain. Selain itu, cerpen tersebut juga mengambil konflik yang tidak membuat orang binggung tetapi akhir cerita di cerpen yang berjudul Lelaki yang turun dari surga melalui keran air mempunyai akhir dengan melihat kembali perbuatan laki-laki tersebut semasa hidupnya sehingga membuat cerita sulit ditafsirkan.

Cerita pendek yang ditulis Bamby Cahyadi menarik dengan adanya konflik yang berbeda-beda dan akhir yang berbeda pula. Hal itu, membuat adanya perbedaan dari cerita pendek yang lain. Bisa jadi itu, hal itu adalah keunikannya dalam menulis cerita pendek.

*****

*) Haryanty Firda Azhari, lahir di Banyumas 27 April 2001. Mahasiswsi program sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMP.  Saat ini tinggal di Kalibagor, Banyumas. Dapat dihubungi melalui ig: haryantyfirdaazhari.        

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6114396145731460306

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item