Sekumpulan Pentigraf Yuni Calea

 

 Pentigrafis: Yuni Calea

 

Teman Kecilku

Dia seorang gadis kecil yang imut ,manis dan cantik hariku dipenuhi oleh canda tawanya,tangisnya dan usilnya.."ahh untung kamu keci" cotehku , gadis kecil itu pula yang membuat ku sakit kepala dengan tingkahnya.

Dia teman terbaikku selalu ada saat ku bersedih menghibur ku agar tertawa , bentuk nya yang mungil membuat semua orang terpanah oleh parasnya saat memandang wajahnya hati terasa tenang.

Saat sudah beranjak pada umur dua tahun gadis kecilku diserang penyakit asma , ku tak tahu harus berbuat apa? Segala usaha telah dilakukan oleh orang tuanya dari perobatan medis sampai perobatan rumahan.Namun hasilnya nihil segala macam telah dilakukan dan pasrahkan segalanya kepada Tuhan.Tiba-tiba gadis kecil itu mengeluarkan keringat dingin tubuhnya yang lemas membuat semua keluarga panik, gadis kecil pun membembuskan nafas terakhirnya dipangkuanku ,akupun sook air mata pun mengalir sendiri akupun sudah tak sadar apa yang telah terjadi padaku saat ku buka mata suara tahlilan bergema ditelingaku.


 

Ruang

Aku salah satu siswa yang paling bodoh dikelas 9 ,nilai ku statnan di angka 65 tidak naik ataupun turun ,aku sudah belajar setiap hari ,tidak ada waktu untuk ku bermain , orang tuanku tidak pernah memaksaku untuk belajar ,namun ku hobi baca buku tapi tidak pintar-pintar

Para guru selalu memberiku tugas harian tapi murid yang tidak ,tapi kuselu berfikir positif pasti para guru lebih sayang kepadaku ketimbang yang lain karena aku murid yang paling bodoh,aku tidak rugi menjadi orang bodoh,karena banyak orang yang menyangiku

Hari Senin tepatnya pukul 10:00 kepala guru memanggil ku keruangannya,akupun datang keruangan itu dan bersalaman ,ku tatap wajah guru yang tersenyum kepada lalu berkata" Terima kasih telah membangakan sekolah ini,atas diraihnya juara satu lomba menulis pentigraf SE Jawa timur" akupun bersyukur dan tidak lupa ucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing ku sampai berada di titik ini.


 

Pintu Petaka

Setiap hari ani keluar masuk dari pintu rumahnya sejak Ani didalam kandungan ibunya merasa nyaman betsandar di pintu seolah-olah pintu sendiri mempunya kimestri yang dapat menenangkan pikiran yang sangat kacau,

Ayah Ani seorang petani setiap hari pergi berkebun berangkat pagi pulang sore , untuk mencari nafkah demi keluarganya,setiap pagi ibu Ani selalu menyiapkan bekal untuk suaminya ,setelah selesai sarapan ayah Ani langsung pamit pada istrinya untuk berangkat bekerja.

Entah mengapa setiap ada didalam rumah itu selalu tidak merasa tenang selalu saja ada pertikaian,adu mulut dan sebagainya , sehingga suatu ketika sepulang ayahnya dari sawah melihat hal aneh di balik pintu ada percikan-percikan darah yang mengalir setelah dilihat ternyata Ani yang berlumuran darah ,pucat dan tak bernafas.Ayahnya sook dan berteriak memanggil istrinya satu persatu wargapun datang memeriksa keadaan ani ternyata memang sudah meninggal.


Purnama

Ku tatap wajahmu saat tersenyum pada semua orang ,lalu kupandang dirimu dengan sungu-sunguh namun dirimu tak menapku sama sekali, ternyata diriku salah memahami tatapanmu yang ternyata bukan kepadaku "Ah .aku terlalu kepedean! Ternyata pandanganmu hanya tertuju pada bintang gemerlap di sana , terlalu sayang hingga terbuai cemburu tanpa ada ikatan apapun, dan diriku hanya bisa mengerutuh pada diriku sendiri " apalah diriku yang hanya secuir debu" cuma hanya bisa berharap agar dirimu Menjadi jodohku.

Sekian lama ku pandang dirimu agar dirimu dapat melirikku namun ekspetasi yang terlalu tinggi , tidak sesuai dengan harapan yang telahku direncanakan, cuma bisa memandang mu dari jauh disetiap malam tidurku sebelum penjamkan mataku ,taklupa ku tersenyum melihat kejendela agar kudapat kumelihat wajahmu lewat Bulan purnama .

Malampun berlalu kudapati undangan dari teman kelasku,lalu kubuka ternyata acara ulang tahunnya yang akan dirayakan pada malam nanti tepatnya pukul 20:00 wib , ku Persiapkan segala hal seperti kado dan gaun yang akan ku pakai nanti.Ternyata sesampainya disana sudah banyak tamu undangan termasuk diriku yang memenuhi aula rumah temanku,aku dikejutkan oleh seseorang yang memigang tanganku,"eeh ini syp ya" kataku dengan nada ngegas,ternyata dia yang memigang tanganku seraya berkata"maukah kau jadi pasangan ku" aku sangat senang mimpi apa aku semalam, lalu ku anggukkan kepalaku yang menandakan aku menerimanya , momen yang sangat indah itu Bulan Purnama menjadi saksi lamaranku dikala malam itu.


 

Kecewa

Nai gadis desa yang mempunyai paras cantik jelita, santri disalah satu pondok pesantren Al muqri yang sangat berprestasi waktu liburan pun telah tiba dia sangat bahagia karna akhirnya bisa melepas rindu dengan pangeran walau hanya sebatas telfon dan chattingan .

Setelah sampai dirumahnya iapun memberi kabar bahwa dirinya sudah pulang kepada pangeran,pangeran meresponnya dengan bahagia hubungan Nai dan pangeran seperti biasanya , saling televon dan chattingan walaupun jarak jauh tidak akan menjadi penghalang baginya. Setiap selesai solat Nai selalu berdoak dan meminta kepada Allah " ya Allah jika dia terbaik untuk hidupku dan agamaku jadikanlah dia jodohku jika sebaliknya maka pisakanlah kami dengan jalan terbaikmu" . Tuhanpun masih menjaga hubungan Nai dan pangeran tetap baik seperti biasanya, Nai gadis lugu dan selalu berfikir positif bahwa pangeran akan selalu menjaga perasaan dan janjinya tidak akan pernah berhianati,sebegitu percayanya tanpa curiga apapun terhadap pangeran.Nai lupa bahwa manusia bukan malaikat yang selalu suci.

Tibalah waktunya Nai untuk kembali ke pondok ia tidak lupa berpamitan dengan pangeran bahwa akan balik kepondok , waktupun terus berlalu Nai hanya bisa menyampaikan kerinduan dan kesetiaannya lewat doa doa yang ia panjatkan agar kerinduannya sampai kepada pangeran . Tahun berlalu tibalah waktunya liburan pendek bagi para santri untuk pulang ,sesampainya dirumah setelah bersalaman kepada keluarganya Nai bergegas masuk kekamarnya mengambil Hp untuk menghubungi pangeran, namun pangeran tak pernah mengangkat telfon darinya lagi , Nai pun masih tetap berusaha untuk menghubungi pangeran Namun Nai dikejutkan oleh Nomer baru yang ngechat di WA Nai ia mengaku bahwa dirinya adalah tunangan bu Nai sok dan hanya bisa meneteskan air mata dan berusaha tegar untuk melupakan semua tentang pangeran dan menghapus semua kesedihan dan rasa sakit yang ada dalam hatinya.


 

Tegar

Sebuah keluarga hidup bahagia telah dikaruniai keturunan seorang putra yang memiliki paras tampan kulit hitam manis , iya bernama Adi umur 20 tahun memiliki pekerjaan sebagai kulibangunan , setelah lulusan skm tidak melanjutkan kuliah karena ingin membantu meringankan beban orang tuanya ,adi pekerja keras menjadi tulang punggung untuk keluarga karena ayah dan ibunya sudah sakit-sakitan.

dengan umurnya yang sudah beranjak dewasa Adi sama seperti teman-temannya juga memiliki pacar dan tibalah saatnya Adi untuk membuktikan keseriusannya dengan melamar pacarnya yang bernama Ayni untuk bertunangan , hubungan mereka sangat romantis Adi yang memiliki sifat penyang ,sabar dan dewasa, membuat Ayni merasa nyaman saat Adi ada disampingnya " janji jangan pernah mengkhianati kometmen kita, bagaimanapun keadaan kita jangan pernah selingkuh dari aku " kata Ayni , Adi menganggukkan kepalanya dan berkata " aku berjanji tidak akan pernah mengkhianati janji kita "

Kebahagiaan yang dirasakan oleh keduanya terpancar diwajah mereka bak bunga-bunga yang mekar merona terlebih lagi ayni yang sangat menyayangi Adi . Setelah selesai solat ngisya' hp Adi berdering dan adi terburu-buru menjawab panggilan dari temennya yang bernama Nia , tapi anehnya adi bicara bisik bisik dengan Nia dan agak menjauh dari ayni dipojokan pintu, sehingga membuat Ayni curiga lalu Ayni menguping pembicaraan Adi dan Nia , ternyata yang di dengar membuat Ayni membisu "sayang aku kangen kapan bisa ketemu" kata Nia dalam televonan itu lalu adi menjawab sambil tersenyum
"aku juga kangen sayang sama kamu " Bagai disambar petir Ayni hanya bisa meneteskan air mata dan nencoba tetap tegar walau hatinya hancur dan kecewa yang dirasakan ,tetap mencoba tersenyum walau keadaannya rapuh.


*****
Ayuni dengan nama media  Yuni Calea, lahir  di Sumenep , 25 Desember 2000. Saat ini sebagai mahasiswi dan menempuh pendidikan jenjang strata satu (S-1) semester 6 di Sekolah Tinggi Keguruan Indonesia (STKIP) PGRI  Sumenep. Dengan mengambil Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) . Kini  aktif di dua organisasi (Ormawa) Intra Kampus, diantaranya: UKM Pi Pengembangan Intelektual, UKM Karomah unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Rohani Mahasiswa , sebagai anggota pengurus. Sedangkan untuk ormawa ektsra kampus, fokus pada satu organisasi yaitu: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)


POSTING PILIHAN

Related

Utama 4265369370453556968

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item