Dobrakan Literasi dalam Lingkungan Pesantren

Pelatihan menulis salah satu usaha pengembangan literasi di pesantreb

Oleh:  Ika Mutmainnah

Pesantren merupakan suatu tempat para santri untuk menuntut ilmu agama islam. Pesantren  pula memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan tempat menuntut ilmu yang lainnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa santri yang belajar di pesantren banyak memiliki peraturan yang harus di patuhi. terbatasnya kegiatan santri untuk terjun langsung ke dunia luar membuat santri sangat sulit untuk mengetahui kejadian yang berada di luar pesantren. santri kudet (kurang update) sudah tertanam di  fikiran masyarakat luar pesantren karena jarangnya santri ikut serta dalam menghadapi masalah yang terdapat di luar pesantren.

Berbicara masalah yang terdapat di luar pesantren , bekal  ilmu agama yang kuat membuat santri berperan sangat penting untuk menjadi penyejuk dari panasnya api konflik yang merajalela. Tugas pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang di tengah tengah masyarakat yaitu: Pertama, ibadah  untuk menanamkan iman dan taqwa terhadap Allah SWT. kedua, tabligh untuk menyebarkan ilmu dan ketiga amar ma’ruf nahi munkar. Dalam point nomer 3 Literasilah satu satunya cara agar teriakan santri dapat terdengar oleh kaum luar jika santri memang tak memungkinkan untuk terjun langsung ke lapangan.

“Jika kamu ingin mengenal dunia maka membacalah dan jika kamu ingin dikenal dunia maka menulislah”

Literasi sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah  dan memahami informasi saat menulis dan membaca. tingkat minat membaca khususnya remaja di indonesia masih tergolong sangat rendah. Menurut survei dari UNESCO tingkat membaca masyarakat indonesia hanya sekitar 0,001% atau bisa diartikan 1 dari 1000 orang yang minat membaca. Padahal membacalah yang akan membuka jendela pengetahuan kita akan segala informasi yang ada.

Literasi dalam Pesantren

Pesantren tak se sempit yang terdapat dalam fikiran kita. Dimana santri yang ada didalamnya sulit untuk bergerak mengetahui dunia luar. “Hanya belajar ilmu agama dan mendekatkan diri kepada sang maha kuasa” . hubungan santri lebih luas dari pada remaja di luar baik hubungan dengan tuhannya ataupun hubungan dengan sesama manusia juga harus seimbang. Karena kita masih berada dialam manusia mau tidak mau kejadian yang terjadi di alam ini masih merupakan tanggung jawab kita. Apresiasi para santri sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah peradaban dalam masalah yang bermunculan di dunia.

Oleh karena itu, Menulislah karena itu merupakan suatu dobrakan keras untuk menunjukkan kualitas suatu bangsa. Menulis menunjukkan bahwa kita adalah orang cerdas, seperti yang telah kita ketahui dari para ulama terdahulu yang menuliskan semua karyanya dan dapat kita pelajari sampai saat ini dan di kemudian hari.

“Ikatlah ilmu dengan tulisan” ( imam syafi’i )

Meski jiwa telah kembali kepada sang ilahi tapi tulisan takkan pernah mati dan tetap abadi. Kesempatan itu tidak datang dua kali kawan, jadilah pembangun peradaban yang mulia dalam barisan para pejuang pena yang akan menjadi amal sholehnya kelak di akhirat. aamiin * salam literasi

Ika Mutmainnah, mahasiswi semester IV IDIA Prenduan/ asal Situbondo     
         

    


POSTING PILIHAN

Related

Utama 3967145797224525814

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item