Akhir dari Kisah Nabi Yusuf
(Optimis Meraih Mimpi)

Halimi Zuhdy


Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai kisah terbaik, ahsanal qashasi. Kisah ini turun ketika Nabi Muhammad saw dirundung kesedihan, yang dikenal dengan Amm al-Huzn (tahun kesedihan), karena Istri dan pamannya wafat pada tahun itu. Seakan-akan hadirnya kisah Yusuf AS sebagai motivasi pada Nabi Muhammad untuk tidak bersedih, karena kisah Yusuf AS dipenuhi dengan berbagai macam cobaan, kesedihan, petaka, tapi berakhir dengan keindahan.

Kisah yang bermula dari mimpi, dan berakhir dengan tafsir mimpi. Kebohongan saudara-saudaranya dengan menggunakan robekan kain baju sebagai bukti Yusuf AS diterkam binatang buas, pada akhirnya robekan baju yang membebaskan Nabi Yusuf dari tuduhan Istri sang Menteri, dan juga dengan bajunya, ayahanda Nabi Yusuf dapat melihat dunia Kembali, dengan izin Allah.

Pesan terkuat dari kisah Nabi Yusuf adalah Ia sangat percaya dan yakin akan rencana (tatbir) Allah, bersabar dan tidak putus asa. Dengan tiga pesan ini, Nabi Yusuf dapat melalui berbagai penderitaan dan cobaan itu, hal ini terdapat pada salah satu Ayat dalam surat Yusuf, yaitu;

إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”.

Hidup itu memang tidak pernah lurus dan mulus, seperti jalan, ada tikungan, tanjakan, menurun, dan lurus. Permulaan yang indah, terkadang berakhir dengan derita. Dan awal yang buruk, terkadang berakhir dengan keindahan. Betapa ayahanda Nabi Yusuf sangat mencintai Yusuf, tetapi Nabi Yusuf dalam episode ini berakhir di dasar sumur (jub), sesusatu yang membuat pilu. Dan ketika Nabi Yusuf dijual sebagai budak, dan ia menjadi pembantu di istana yang megah, tetapi pada akhirnya dialah yang menjadi raja di istana itu, walau sebelumnya lantai penjara telah mendekapnya, tetapi dari penjara itulah dimulai kisah suksesnya. Kisah motivasi yang indah bagi manusia, bahwa hidup tidak pernah lurus mulus.

Kisah Nabi Yusuf, seperti menggambarkan kepada pembacanya, bahwa perjalanan demi perjalanan selalu dinikmati oleh Nabi Yusuf AS, selalu ada keyakinan pada dirinya, sabar yang mengiringinya, dan tawakkal kepada Tuhannya. Selalu ada optimis dalam diri Nabi Yusuf, sehingga ia berhasil. Dan dalam surat Yusuf, banyak sekali Ayat tentang rasa pesimis yang kemudian dengan optimis semuanya kegundahan berakhir dengan kebahagiaan, “Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik” (80), “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”, (87). “Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami” (110).

Sungguh kisah ini memberika motivasi untuk bangkit dalam keadaan terpuruk, optimis menuju kesuksesan, karena Allahlah yang mengatur segalanya, Wallahu ‘ala kulli syain qadir. Nabi Yusuf diselamatkan dari sumur oleh kafilah, diangkat menjadi anak oleh sang Menteri, menafsirkan mimpi kemudian dikeluarkan dari penjara, dan diminta pendapatnya terkait dengan kekeringan, yang kemudian diangkatlah menjadi raja. Selalu ada jalan menuju keindahan, atas kuasa Allah.

Pesan terindah; 

1) mutiara selamanya akan menjadi mutiara, walau dibuang di tempat paling buruk pun, ia akan kembali berkilau indah. Dipenjara, tapi dari singgasana raja, Yusuf AS dipanggil untuk menghadapnya "inna naroka minal muhsinin, sesungguhnya saya melihat kamu termasuk orang-orang baik". 

2) Sesungguhnya kebaikan dan kejelekan bukanlah pada sesuatu itu, tetapi "bagaimana kita menggunakannya", bajumu kadangkala digunakan untuk menipu, kadang sebagai pembebas dari tuduhan palsu, dan ia pula yang datang sebagai obat untuk Ya'qub Ayahmu. 

3) Tidak semua yang indah, tidak semua kebaikan, tidak semua yang membahagiakan harus diceritakan, karena di sana ada orang yang benci, iri, dengki dan mereka merasa terancam dari pemberian dan kenikmatan itu.

4) Bahwa tikaman, tusukan dan penghianatan, tidak dapat kita duga datangnya, ketika engkau selamat dari serigala tapi tidak dari saudaramu. Tidak semua selimut melindungi dari gigil, tapi kadang memberi bara dan membunuh. 

5) Mendapat limpahan dunia, berada di istana, menjawab cinta rayuan wanita/laki, bukanlah suatu jalan mengindah jiwa, tetapi tempat yang paling indah adalah Allah semata. "Aku berlindung kepada Allah, Dialah Tuhanku, sebaik-baiknya tempat kembali" 

6) Cinta itu punya aroma, tidak dapat merasakannya kecuali sang pecinta. Demikian, Ayah Yusuf AS sudah mencium baunya sebelum baju itu sampai padanya. 

7).Dunia itu tidak akan pernah selesai dari peperangan, antara benar dan salah, ia selalu ada sampai hari kiamat. Hanya tentaranya saja yang berganti.


Malang, 23 Juli 2021

POSTING PILIHAN

Related

Utama 5930999908637535368

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Telah Terbit

Telah terbit antologi cerita  pendek 

“Menjulang Matahari”

Cerpen ini ditulis oleh 30 orang penulis dengan latar peristiwa yang terjadi disekitar kehidupan penulisnya. Layak dimiliki dan dibaca dalam lingkungan keluarga

Rp. 45.000,-

 Pesan buku
 
item