Puisi-puisi Tahta Liwai, IDIA Prenduan

Tahta Liwai,

Tahta Liwai, lahir di Omben, Sampang, madura, pada tanggal  2 Juni 1998. Kini mondok di Pesantren Al-Amien II, Prenduan Sumenep, dan kini berstatus sebagai mahasiswi  Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien  (IDIA ) Prenduan Sumenep, semester VI Fakultas Tarbiyah Prodi PBA

*****

Jiwa Kokoh yang Ku Genggam Erat

Aku hanya sebatang karang
Yang terhempas oleh ombak
Tak tau arah dan hilang tujuan
Tak tau pada siapa kan mengadu
Hilang di tengah kelam
Terusik air laut yang tak mampu ku tempuh
Tapi tekat, keberanian ku yang tetap bisa ku junjung
Tekat yang kuat, pendirian yang kokoh
Mengantarkan ku tuk berinteraksi
Di tengah keramaian air laut
Hingga terbiasa dengan keterusikan
Terbiasa dengan keindahan di dalamnya
Yang selama ini ku impikan
Meski kadang terjangan ombak mengantarkanku
Ke tepi pantai  yang berlumuran keindahan dan kelembutan
Pasir, dan walau kadang sentuhan panas terik matahari
Membakar tubuuhku,
Namun ku hanya terdiam
Mengokohkan pendirian dan menjunjung tinggi harkat dan martabat
Hingga akhirnya akan pasti ku kembali ke habitat ku semula
Yang menjadi kenyamanan bagi ku
Tuk meraih kehidupan yang abadi.
Berakit-rakit hingga kan menjadi ketepian yang tak terduga


Rindu

Beriringan angin sepoi-sepoi
Menggentarkan nan geriukkan pepohonan
Mengantarkan imajinasi
Ke dalam kalbu
Mengelilingi ruang batin keseluruh jasad ini,
Menangis…
Dikala ingat akan kehadirannya
Namun perpisahan yang campak menghadangnya
Pertemuan sangat kurindukan
Tapi apalah daya
Harapan itu mengubah ruang batin ini menjadi tak berdaya
Tak dapat tuk menemaninya
Begitu cepat kepedihan ini
Datang menghantui ku
Doa….
Hanya lantunan segelintir harapan
Segelintir permohonan untuk nya
Semoga…
Kelak nanti kan bertemu menjadi bersatu
Diistana yang diimpikan


Cahayapun Kembali Terang

Gelap gulita
Resah gelisah
Gundah nan merana
Kian menghantam
Kehidupan ini
Tak mampu tuk menelusurinya
Namun percaya
Inilah hanya sepintas
Cahaya kebahagiaan kan datang
Menghampirinya


Keagungan Mu

Pancaran sinar rembulan
Menakjubkan penglihatan
Mengagungkan ke Esaan Sang Pemilik
Merendahkan keangkuhan
Meyakinkan keyakinan
Bahwa Dialah
Sang pencipta semesta ini
Saat mentari menyinari
Seluruh jagat ini
Tak dapat satupun tuk bergejolak
Beribu-ribu titik kecil
Mampu menerangi ciptaan-Nya
Bumi, pijakan kita
Mampu bersemayam keadaan rotasinya
Ciptaan-Nya pun tak terombang-ambing
Karna adanya gravitasi


Melepaskan Ingatan yang Tak Pasti

Di tengah kesunyian
Malam kabut menyelimuti fikiranku
Rindu yang tak diundang tiba-tiba menghantui memoriku
Sejenak ku tatap langit biru
Bertaburan bintang-bintang
Bercahaya rembulan bulat indah nan cerah
Mengingatkan masa silam
Masa lalu yang terus mengguyur ingatan
Tak ada yang tau
Harapan kan sesuai dengan kenyataan
Atau kah sebaliknya
Hanya berharap satu untuk nya
Jangan lupa bahagia
Meski kebahagiaan yang nyata harus hilang nan lenyap
Bersama gelapnya malam
bahagia walau mungkin menyakitkan
menyesakkan dada yang berlalu begitu saja
ingin ku teriak meluapkan apa yang harus ku utarakan
bahwa aku yang tersakiti di scenario ini
hilang tak dapat kembali hari-hari yang ku impikan
tak bergairah menusuk tatapan yang tajam


Menggapai Keridhoan-Mu

Sejarah yang begitu sulit tuk dilupakan
Hingga hembusan angin yang tertiup
Mengingatkan memori masa lalu
Masa yang penuh dengan kenangan
Teringat itu hal yang biasa
Hanya ibaratkan angin
Yang Numpang menelusuri arah yang ia
kehendaki
Tekad yang kuat
Kemauan yang tinggi, Keinginan yang besar
untuk meraih surga-Mu,
Merelakan seseorang yang didambakan untuk pergi dari kehidupan
Step by step, Sedikit demi sedikit
untuk melupakan walau kenyataannya begitu menyakitkan
Mencoba meng ikhlaskan dari genggaman yang selama ini dijaga
Biarlah sejarah yang mengenang itu semua
karna kau sejarah yang terindah yang pernah aku kenal
Namun tak dapat aq genggam seutuhnya
Jikalau bukan tuntutan dari orang yang berarti bagi  ku
Niscaya ku tak akan pernah
melepas kenangan itu
Hanya waktu yang bisa membantu
tuk benar-benar hilang dari memori kenangan



MENARIK JUGA DIIKUTI:

Tulisan Terkait

Utama 4928622904791730537

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.
Silakan

emo-but-icon

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

Album Lagu Madura

Medsos Rulis

item

WA