Ingin Jadi Penulis? Ini 10 Resep Untuk Kamu

 


Penulis : Yons Achmad

Anda ingin jadi penulis, gampang! Untuk menjadi seorang penulis masalahnya bukan kita bisa atau tidak bisa. Tapi kita mau atau tidak mau. Jika kita mau, pasti ada jalan untuk meraih predikat itu. Baiklah, dalam kesempatan ini, akan diketengahkan beberapa resep ringkas bagi mereka yang ingin terjun ke dalam dunia tulis menulis. Semoga membantu yah.

1// Suka Membaca

Membaca tentu bukan asal baca, apalagi membaca apa saja. Kita perlu menetapkan skala prioritas apa yang kita baca sesuai dengan kebutuhan kita. Misalkan Anda seorang muslim, dalam satu bulan minimal tiga jenis buku yang perlu dibaca. Buku tentang keagamaan, buku sesuai dengan latarbelakang pendidikan dan buku yang sesuai dengan minatnya. Dengan skala prioritas tersebut otak kita tidak dijejali beragam informasi yang justru membuat kita pusing, tapi informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita sebagai seorang penulis nantinya.

2// Suka Kliping

Kliping tak hanya soal gunting menggunting koran. Jaman sekarang, kliping bisa berupa data digital. Yah, semua orang tahu, kita tinggal mengunduh materi-materi sesuai dengan kebutuhan kita melalui jejaring dunia maya. Ingat, jangan terjebak untuk mengoleksi banyak informasi yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sekali lagi tetapkan prioritas untuk mengkoleksi informasi sebaga bahan mentah untuk karya yang akan kita buat kelak. Kliping gunanya hanyalah untuk menambah khasanah karya kita, yang paling penting tetap orisinalitas ide kita dalam sebuah karya.

3// Miliki Diary

Diary (catatan harian) perlu dimiliki oleh (calon) penulis. Diary akan melatih orang untuk jujur pada diri sendiri. Menuliskan sepenggal goresan spontanitas apa yang dirasakan. Kelak menulis secara jujur akan sangat berguna bagi karier kepenulisan. Sebab, bisa mengantarkan penulis untuk menulis dengan hati. Yah, harapannya ketika orang menulis dengan hati, pesannya akan sampai ke hati juga. Mulia sekali bukan penulis yang seperti ini.

4// Miliki Buku Sakti

Berbeda dengan diary. Buku sakti adalah bank data. Berisi kutipan buku-buku yang pernah kita baca, hasil-hasil penelitian dan juga momen-momen penting yang terjadi di dunia. Untuk apa buku sakti ini perlu kita miliki? Yah, seperti papatah mengatakan the palest ink is better than the best memory (tinta yang kabur sekalipun masih lebih baik daripada ingatan yang tajam). Ketika kita ingin menulis sebuah karya, untuk memperkaya khasanah kita tinggal membuka bank data tersebut. Misalnya ketika akan menulis artikel berjudul “Televisi itu Candu”, untuk memperkayanya, kita tinggal membaca rangkuman dan kutipan buku terkait televisi yang pernah kita baca beserta hasilhasil penelitian terkait dengannya. Adanya buku sakti ini sebenarnya adalah usaha sebuah manajemen karier kepenulisan agar lebih tertata dengan baik.

5// Miliki Blog

Blog ibarat tabungan karya. Memang lebih bagus kalau blog kita itu spesifik dalam arti wadah menuliskan hal-hal yang tidak beragam. Satu tema saja. Dengan begitu, ketika kita menuliskan karya dalam blog kita, sesungguhnya adalah sedang menabung. Kita menabung karya yang punya potensi kelak disulap menjadi sebuah buku. Selain itu, memiliki blog juga bisa sebagai ajang latihan kita dalam menuliskan karya. Disana tulisan kita akan mendapat respon dari pembaca. Dengan demikian menjadi sebuah pembelajaran dan masukan tersendiri agar kelak kita bisa berkarya lebih baik lagi.

6// Gabung Milis Kepenulisan

Milis adalah forun diskusi di dunia maya. Kita bisa mengikutinya, banyak sekali milis tentang dunia kepenulisan. Misalnya milis terbesar kepenulisan seperti penulislepas@yahoogroups.com, forum_lingkarpena@yahoogroups.com, apresiasi-sastra@yahoogroups.com dsb. Dengan bergabung dengan milis kepenulisan, kita bisa mendapat banyak informasi yang mendukung karier sebagai penulis seperti kiat-kiat kepenulisan, bedah karya maupun beragam informasi lomba kepenulisan di mana kita juga bisa berkiprah di dalamnya.

7// Kunjungi Perpustakaan dan Toko Buku

Kemana orang berlibur? Bisa ke pantai, mall, tempat-tempat wisata dsb. Tapi bagi orang yang ngebet pingin jadi penulis, liburan bisa digunakan untuk mengunjungi perpustakaan. Disana kita bisa refresing sekaligus menambah wawasan bagi otak kita. Ke toko buku juga perlu, selain kita bisa membaca sekilas buku-buku yang ada. Kita juga bisa mendapatkan inspirasi judul-judul buku yang laris manis di pasaran. Selanjutnya, kita berharap bisa memunculkan karya atau buku-buku yang digemari masyarakat pula.

8// Datangi Acara Kepenulisan

Penting sekali yang ini. Dengan mendatangi acara kepenulisan, terutama acara bedah buku, kita akan banyak mendapatkan ilmu. Biasanya adalah ilmu tentang proses kreatif sang pengarang buku. Bagaimana lika-likunya, mulai dari mendapatkan inspirasi, proses penulisan, mencari penerbit, sampai menyaksikan bukunya bisa dibaca orang lain dan barangkali bisa best seller, dicetak berulang-ulang. Dengan mengetahui cerita tersebut, kita juga bisa melakukan hal yang sama. Menjadi penulis “hebat”. Tentu dengan cara yang berbeda.

9// Ikuti Komunitas Kepenulisan

Ikut komunitas kepenulisan itu perlu. Dengan mengikuti komunitas kepenulisan kita bisa berbagi pengalaman dalam berkarya. Begitu juga bisa saling memberikan kritikan dan masukan pada karya yang dibuat anggota. Dengan begitu akan matang sebelum karya benar-benar dikirimkan ke berbagai media maupun penerbit. Dengan ikut komunitas pula akan memberikan semangat kepada kita untuk berkarya. Biasanya kita akan terpacu dan bersemangat berkarya ketika ada salah satu anggota yang karyanya bisa tembus ke media massa maupun bukunya diterbitkan.

10// Angkat Mentor Inspiratif

Siapa mentor inspiratif itu? Dia adalah penulis favorit kita. Kita perlu mengangkat mentor walaupun tanpa kontak dengannya. Cukup kita mengakrabi karya-karyanya. Mentor ini gunanya dalam soal gaya menulis maupun bercerita. Bukan hal yang haram ketika kita mengikuti gaya menulis seseorang. Yang penting kita tetap punya ide orisinil tersendiri. Adanya mentor yang kita angkat sendiri ini akan membantu kita. Misalnya, akan menulis novel inspiratif, kita perlu mengangkat Paulo Choelo sebagai mentor. Ini sekedar contoh saja. Jadi karya kita nantinya berbau karya dia dalam soal gaya kepenulisan.

Baik, sementara ini dulu yah, abaikan saja ke sepuluh resep diatas kalau hanya bikin pusing dan menganggu pikiran. Sekarang duduk dan menulislah, itu saja. Selamat berkarya. (Yons Achmad)

 *****

Yons Achmad,  seorang penulis kreatif, pengamat dan praktisi komunikasi. CEO Komunikasyik.com, Kolumnis di Adabimagz.com. Tulisan ini berupa kompilasi e-book oleh perpustakaan online dan bersumber dari AnzDoc

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 8786661504235204951

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item