Penunggu Makam dan Malaikat Maut


Pentigrafis; Yosep Yuniarto

Aku adalah seorang juru kunci alias 'kuncen' sebuah tempat pemakaman. Rumahku memang kebetulan persis di sebelah tempat pemakaman. Aku bertugas sebagai penunggu makam sekaligus koordinator penggali liang lahat. Dalam hal ini aku mempunyai 'karunia khusus' yang berbau mistis. Tiap satu hari sebelum ada orang yang meninggal, aku selalu dapat 'kode alam' pemberitahuan terlebih dahulu. Yaitu selepas maghrib dari pemakaman terdengar beberapa kali suara ledakan atau 'jeblugan' dari dalam tanah. Terus tengah malam atau subuhnya, aku juga pasti didatangi oleh seseorang yang berpakaian serba hitam. Sejak awal berkenalan, dia mengaku sebagai sang Malaikat Maut. Dia selalu bertanya kepadaku, ancer-ancer alamat rumah dari nama seseorang yang 'si bos' perintahkan dia untuk dicabut nyawanya. Aku kadang heran bercampur geli, membayangkan seandainya sang Malaikat Maut ternyata sampai salah alamat mencabut nyawa seseorang. Namun itulah memang kenyataan yang sungguh kualami.

Pada pagi harinya 'bekas jeblugan' sewaktu maghrib itu, meninggalkan suatu tanda yang sudah hafal aku kenali. Lokasi biasanya tak jauh dari liang lahat terakhir yang kugali untuk memakamkan seseorang. Tempat itu juga yang kemudian aku gali bersama beberapa teman untuk mempersiapkan liang lahat terbaru. Jadi begitu tak lama kemudian tersiar berita duka, tempat pemakaman untuk jenazah almarhum sudah siap tersedia. Meski awalnya ditertawakan, namun pada akhirnya semua orang percaya dengan karunia 'kode alam' yang kumiliki tersebut. Namun aku tetap taat memegang janjiku kepada sang Malaikat Maut: Aku tidak akan membocorkan nama 'calon korban' dia sebelum resmi dinyatakan meninggal.

Malam itu entah mengapa aku sulit sekali untuk tidur. Aku pun beranjak dari dalam kamar dan menyalakan sebatang rokok. Saat itulah tiba-tiba sang Malaikat Maut datang menggagetkanku. Karena setelah maghrib tadi seingatku perasaan tidak mendengar suara 'jeblugan' apapun dari tempat pemakaman. Karena penasaran aku pun langsung menanyakan tentang hal ini kepada dia. Dengan tenang sang Malaikat Maut menjawab, "kode alam kali ini tidak diberikan, karena orang yang akan kucabut nyawanya sebentar lagi adalah kamu sendiri..!"

Sumber: FB Kampung Pentigraf Indonesia

Tulisan Terkait

Kamar Pentigraf 3807682908540110622

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item