Menguatkan Posisi Seni Tari Lewat World Dance Day

Tari massa yang dimainkan siswa/i Sumenep
Hari ini, 29 April menjadikan moment bagi masyarakat seni, khusus seni tari se dunia mengeksplorasi diri dalam bentuk gelar tari. Bahkan sejumlah daerah menggelar tari dengan melibatkan banyak penari khususnya dari tingkat anak sampai dewasa untuk memperingari Hari Tari se Dunia 2019.

Melansir dari berbagai sumber, Hari Tari se Dunia (World Dance Day)  pertama kali muncul pada 1982, dicanangkan oleh Lembaga Tari Internasional CID-Counseil International de la Danse. Tujuannya yakni untuk mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi dalam menampilkan beragam tarian negara mereka.

Pada 2003, Profesor Alkis Raftis yang saat itu menjadi Presiden CID mengatakan, pelestarian budaya menari masih sangat minim. Kala itu tak ada lembaga atau organisasi yang mewadahi bidang seni tersebut secara memadai. Tidak ada pendidikan seni tari, sehingga ketertarikan warga untuk menekuni bidang tari tergolong rendah.

Karena itu, bersama UNESCO, CID menjadi wadah bagi warga dunia untuk mementaskan pertunjukan tari dari budaya mereka. Dengan begitu, diharapkan semua generasi muda dapat terus melestarikan budaya melalui seni tari.

Sosialisasi peringatan Hari Tari makin gencar dilakukan di awal 2007, yakni dengan berfokus pada anak-anak. CID meminta seluruh anak sekolah untuk berpartisipasi dalam lomba menulis esai tentang tarian di negara mereka, melukis bertemakan tari, hingga lomba menari di jalanan.

Sejak saat itu, Hari Tari makin mendapat ruang dan diapresiasi warga. Banyak pertunjukan tari diadakan untuk memeringati hari tersebut, tak terkecuali di Indonesia. Pastinya banyak yang masih tidak tahu bahwa ternyata ada sebuah peringatan tari sekelas dunia/international yang dirayakan setiap tahunnya, yaitu setiap tanggal 29 April.

Menurut sejarahnya, Hari Tari Sedunia ini ditetapkan sebagai bentuk penghormatan kepada Jean Georges Noverre, seorang pencipta tari balet modern berkebangsaan Perancis. Jean Georges Noverre lahir pada 29 April 1727 dan wafat tanggal 19 Oktober 1810.

Setiap tahunnya, seorang koreografer atau penari ternama atau terhebat diundang untuk menyampaikan sebuah pesan untuk dunia. Kriterianya ditentukan oleh pendiri World Dance Day – the International Dance Committee of ITI, bekerjasama dengan World Dance Alliance, anggota kerjasama dari ITI. Beberapa diantaranya sebagai pembicara tersebut adalah  Merce Cunningham, Maurice BĂ©jart, Akram Khan and Anne Teresa De Keersmaeker yang telah menyampaikan pesannya atau berpartisipasi dalam World Dance Day di UNESCO.

Tujuan dari “International Dance Day Message” (World Dance Day) adalah untuk merayakan tari, merombak universalitas dari sebuah bentuk seni, untuk melintasi berbagai rintangan politik, budaya dan etnis serta membawa seluruh bangsa dunia kepada satu bahasa yang sama yaitu tari.

Dalam posisi sekarang ini, tidak hanya bahasa daerah yang kini berada di persimpangan zaman, seni dan budaya daerah juga bernasib sama. Seni dan budaya lokal mencoba bertahan di tengah derasnya arus budaya modern. Salah satunya seni tari yang sesungguhnya bisa semakin berkembang. Sebab, Indonesia kaya akan kesenian lokal dari pelbagai daerah. Sumber karya tari itu sendiri dapat berupa legenda, sejarah, permainan tradisional anak-anak, mitos, atau dongeng yang berkaitan dengan masing-masing tradisi daerahnya.

Anak-anak perlu diajarkan untuk ikut mencintai seni tari dari daerah masing-masing. Gelaran festival seni tari perlu digelar berkelanjutan sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal dan nasional.

Selain untuk hiburan, Har  agar anak Indonesia tidak terasing dari akar budaya negeri sendiri. Tidak dipungkiri, perkembangan teknologi membuat anak Indonesia terlena dan terbawa arus budaya global.

(syaf/dari berbagai sumber)

Tulisan Terkait

Utama 7790455594413890504

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbitan Buku

Marlena Marlena Marlena Marlena terbitan buku rumah literasi sumenep terbitan buku rumah literasi sumenep

Testimoni

silakan unduh materi literasi

Terbaru


Indek

Memuat…

Kamar Pentigraf

Kearifan Lokal

Puisi Pihan

Kolom Anak dan Remaja

item