5 Alasan Mengapa Kamu Diputusin Pacar dari Teori Pertukaran Sosial, Kamu Mengalami?

Yuk, cari tau alasannya jika kamu diputusin pacarmu.


Oleh: Ina Yatun Khoiriyah


Dalam sebuah  pacaran wajar jika ada pertengkaran antara pihak laki-laki atau perempuan. Karena tidak ada hubungan yang berjalan mulus tanpa ada halang rintang. Yang tidak wajar itu ketika bertengkar kemudian memutuskan hubungan secara sepihak dan meninggalkan pasangan begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Tenang, kamu dapat mencari tau mengapa diputuskan secara sepihak oleh pacarmu salah satunya melalui teori pertukaran sosial. Apa itu teori pertukaran sosial? Singkatnya teori pertukaran sosial ini menjelaskan bahwa hubungan dan interaksi manusia itu ditentukan oleh pertimbangan untung rugi yaaa, seperti biaya, manfaat, dan imbalan atau feedback. Berikut penjabaran teori pertukaran sosial yang dapat menjawab pertanyaan mengapa kamu diputuskan oleh pacarmu.

1. Tidak ada pertukaran emosional bersama pasangan

Ketika berbicara mengenai sebuah hubungan pacaran yang dibutuhkan tak hanya kebutuhan fisik ataupun materi melainkan juga kebutuhan emosional. Hubungan emosional dapat diartikan bertukar pikiran, saling mengerti, dan percaya satu sama lain. Agar tidak terjadi salah paham antar pasangan dan juga mempererat sebuah hubungan.

Dalam sosiologi, pertukaran emosional artinya bertukar emosi, dukungan dan ketidaksetujuan dalam hubungan pasangan. Nah, bisa jadi jika kamu tidak memiliki pertukaran emosional dengan pasanganmu hal itu yang menyebabkan rasa nyaman  hilang. Bahkan bisa membuat kamu kehilangan kekasihmu, maka dari itu belajar menerima satu sama lain dan berkomunikasi hingga bertukar pikiran dengan pasangan itu penting.

2. Misskomunikasi sehingga tidak bijak dalam menanggapi pertukaran materi

Seringkali dalam berpacaran kita makan bareng, rekreasi bareng dengan pasangan tanpa memikiran perencanaan keuangan yang matang. Ada yang dominan menggunakan uang laki-laki ada juga yang perempuan bahkan sampai iuran bersama. Tak masalah jika semua itu sudah dikomunikasikan dengan pasangan dengan baik.

Yang salah itu ketika tidak ada komunikasi dan tiba-tiba semua yang membayar diberatkan pada salah satu pihak entah laki-laki atau perempuan. Dengan alasan nanti diganti uangnya tapi sampai berbulan-bulan tidak ada kabar dengan dalih pura-pura lupa. Dalam sosiologi, pertukaran sosial itu penting salah satunya pertukaran materi ketika sudah berpasangan harus ada timbal balik dan untung rugi.

Ibarat sebuah bisnis kalau hanya satu orang saja yang mempunyai modal maka bisnis tersebut tidak bisa berdiri kokoh sesuai apa yang telah direncanakan. Begitu pula sebuah hubungan tidak akan bertahan lama jika hanya satu orang saja yang berjuang membiayai hidup dua orang. Maka perlu komunikasi, kerjasama, dan saling mendukung satu sama lain.

3. Kurang saling mengerti yang menyebabkan pertukaran sosial renggang

Pertukaran sosial menurut sosiologi memiliki arti unsur-unsur penghargaan, pengorbanan, dan saling mengerti satu sama lain. Artinya dalam menjalin sebuah hubungan tidak hanya sekedar finansial yang cukup tapi juga mental yang siap. Karena kondisi keuangan yang cukup tanpa diiringi rasa saling mengerti satu sama lain maka bisa saja menyebabkan renggang sebuah hubungan.

Nah, bagaimana dengan hubunganmu? Apakah sudah saling mengerti dan melakukan pertukaran sosial dengan baik? Jika belum maka maka hal yang harus kamu perbaiki adalah berkomunikasi dengan pasangan, tanyakan hal-hal yang membuat kamu nyaman dia nyaman.

4. Pertimbangan untung rugi

Pernah dengar kalimat prinsip ekonomi? Yang artinya dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya. Begitu pula cinta pasti akan ada pertimbangan untung rugi ketika kamu menjalani hubungan entah keuntungan secara finansial maupun sosial.

Salah satu penyebab putus menurut teori pertukaran sosial adalah pertimbangan untung rugi. Ketika pacaran ada salah satu pihak yang dirugikan paling banyak maka dia akan merasa tidak seimbang atau tidak balance. Oleh karena itu perbaiki ya dan komunikasikan entah secara finansial, emosional dan sosial agar seimbang dan tidak memberatkan salah satu pihak baik laki-laki atau perempuan.

5. Ketahui, tidak ada makan siang gratis apalagi cinta

Bukankah setiap kita berinteraksi dengan seseorang selalu ada imbalan kembali. Sederhana saja, seperti kamu menyapa temanmu maka akan dibalas dengan sapaan juga. Begitu pula sebuah hubungan, tidak mungkin jika semua yang dilakukan gratis tanpa berharap apa pun.
Setiap perbuatan atau interaksi yang baik juga pasti membutuhkan balasan yang baik pula seperti yang diinginkan. Seperti namanya teori pertukaran sosial segala sesuatu hal itu diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan perencanaan yang matang. Jika cintamu tidak berbalas, pilihannya dua putus atau lanjut terus ?

Kesimpulannya ada beberapa faktor yang menyebabkan pasangan bisa saja putus menurut teori pertukaran sosial. Karena teori ini mempertimbangkan untung rugi, timbal balik maka tidak bisa jika kamu mengajak pacaran seseorang yang bermodal aku cinta padamu. Semua perlu perencanaan yang jelas, komunikasi yang erat, saling mengerti dan saling percaya satu sama lain.


*****

Ina Yatun Khoiriyah, Domisili di Desa Gamongan Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro
Medsos: @khoiriyah_iny, Atribusi: “Untuk menjadi bintang kau harus tahan banting”

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6168748150526433176

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Jadwal Sholat

item