Urban Farming: Aquaponik Sebagai Altrnatif Ketahanan Pangan Keluarga Desa Gili Timur

Foto bersama dengan warga yang mengikuti sosialisasi aquaphonik
(Sumber foto: Diambil oleh Syaiful, Depan Rumah Bapak Gani (Kepala Dusun Markas) pada tanggal 8 Desember 2023)


Bangkalan, Rulis:
Berdasarkan asesmen kebutuhan masyarakat, di Dusun Markas, Desa Gili Timur. Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura yang telah dilakukan oleh mahasiswa Prodi Psikologi, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan dimana di Dusun tersebut mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

Dengan komoditas utama yakni penghasil beras yang sangat melimpah, bahkan lahan pertaniannya pun memiliki aliran air yang baik. Namun yang menjadi masalah pada lahan pertanian mereka adalah ketika mengalami cuaca panas yang ekstrim sehingga bisa menyebabkan kekeringan. Selain penghasil beras, mereka juga menanam kangkung sebagai sampingannya, karena masa tumbuh kangkung lebih cepat dibandingkan dengan beras.

Tapi kalau musim kemarau melanda maka mereka tidak dapat menanam kangkung sebagai tambahan ekonomi untuk mereka. Salah satu anggota komunitas pertanian yang merupakan alumni Uuniversitas Trunojoyo Madura menyampaikan bahwa “di Dusun ini permasalahannya adalah lahan kering saat kemarau sedang melanda, jadi pertanian sedikit terganggu ketika musim kemarau.”

Serah terima media aquaponik dan juga 100 bibit kangkung dari ketua pelaksana (sebelah kanan) kepada kepala dusun (sebelah kiri) dan perwakilan dari lelurahan Sesa Gili Timur (tengah)
(Sumber foto: tim dokumentasi intervensi komunitas psikologi UTM)


Dari permasalahan yang telah dipaparkan tersebut kami tim intervensi komunitas memberikan solusi berupa budidaya tanaman dan ikan, Solusi yang kami berikan adalah salah satu urban farming dengam menggunakan metode aquaponik.

Metode Aquaponik sendiri adalah trobosan baru dari hidroponik. Dimana aquaponik ini merupakan perpaduan antara metode hidroponik dan juga memelihara ikan dalam satu tempat. Sehingga petani atau orang yang menerapkan metode aquaponik akan mendapatkan dua keuntungan.

Keuntungan yang pertama adalah bisa memanen tanaman dan keuntungan yang ke dua bisa memanen ikan ketika ikan sudah besar. Tanaman yang dapat di tanam pada metode aquaponik sama dengan jenis tanaman yang dapat di tanamn pada metode hidroponik.

Mas Rudi (anggota komunitas Petani Agro Taman Mulya) memaparkan “Tanaman yang dapat di tanaman pada metode hidroponik adalah tanaman yang tidak berkambium, seperti, kangkung, pakcoy, sawi, selada, dan tanaman lainnya yang tidak berbatang kayu.” Hal ini disampaikan ketika kelompok kami berdiskusi dengan beliau.

Tim kami menjalin kerja sama dengan komunitas petani muda Dusun Markas karena latar belakang tim yang awam akan dunia pertanian. Samsul Muarif sebagai ketua pelaksana kegiatan intervensi komunitas menuturkan bahwasanya timnya bekerja sama dengan komunitas pertanian yang terdapat di daerah Gili Timur

“Kami yang memiliki background mahasiswa psikologi belajar banyak mengenai tanaman, dari awal penanaman, perawatan hingga permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi untuk menjaga tanaman agar bias dipanen dengan baik, komunitas Agro Taman Mulya sangat membantu kami dalam pelaksanaan program kerja ini.” tuturnya.

Kemudian setelah beberapa riset yang telah dilakukan oleh tim intervensi komunitas yang bertempat pada salah satu lahan milik warga yang memang diperuntukkan untuk uji coba metode akuaponik yang berlokasi di Dusun Markas, kami mulai melakukan sosialisai yang dikemas secara sederhana dan santai agar bias lebih dekat dengan masyarakat, sehinga bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat, Jumat, 8 Desember 2023 lalu.

Dalam sosialisasi tersebut tidak hanya berisikan penyampaian apa itu urban farming dengan metode aquaponik namun juga praktik langsung awal pembuatan media untuk tempat aquaponik secara sederhana, atau biasa disebut sebagai budidamber (budidaya ikan di dalam ember). Tim kita menggunakan ikan lele karena sesuai dengan minat dari masyarakat Dusun Markas.

Samsul manambahkan bahwasanya mereka menyerahkan lebih dari 100 bibit kangkung beserta ikan lele kepada masyarakat yang hadir pada sosialisai tersebut, “Kami  menyerahkan bibit kangkung kepada mereka yang bersedia hadir dan untuk ikan lele akan diberikan seminggu setelah acara ini dilaksanakan sekaligus sebagai bentuk monitoring kami”.

Tujuan diadakannya intervensi komunitas ini yang pertama adalah mengenalkan metode aquaponik sebagai salah satu solusi pada lahan pertanian baik luas maupun sempit. Tujuan yang kedua dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu untuk menjaga ketahanan pangan keluarga yang berada di Desa Gili Timur, sehingga bias mengurangi beban pengeluaran masyarakat dan menjadikan masyarakat yang mandiri secara pangan. etahanan pangan keluarga merupakan aspek penting dalam ketahanan pangan secara menyeluruh.

Fokus utama dalam ketahanan pangan keluarga adalah mamastikan bahwa setiap rumah tangga memiliki akses dalam mendapatkan bahan pangan yang cukup, aman dikomsumsi dan bergizi bagi setiap anggota keluarga.

Ditambah dengan isu resesi ekonomi yang terjadi pada saat ini akan berpengaruh pada harga bahan pangan, ketersediaan pangan, akses dalam mendapatkan bahan pangan dan juga kemapuan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga (Marliani, et al, 2023).

Tujuan yang ketiga adalah dapat menjadikan desa yang menjadi contoh dari desa lain untuk dapat memajukan pertanian baik di lahan sempit maupun lahan yang luas.

Penulis: Samsul Muarif, (Psikologi FISIB UTM)
Editor : Audi



POSTING PILIHAN

Related

Utama 2786145459533431650

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item