Relativisme Dalam Etika Kant dan Al -Ghazali Perspektif Ekonomi Islam

Ahmad Rizal

Pada era kekinian dimana banyak menimbulkan segala perubahan  dalam berbagai kehidupan bermasyarakat. Perubahanlah yang membawa kemajuan, dsisi lain perubahan juga membawa kekhawatiran yang sangat mendalam oleh banyak orang. Diantara baik dan buruk tindakan dan perilaku manusia. Moral adalah tingkahlaku perbuatan atau dengan ucapan manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lain.

Sedangkan moralitas merupakan kapasitas dari suatu perbuatan yang oleh karenanya kita bisa berasumsi bahwa apakah perbuatan itu baik-buruknya perbuatan seseorang. Kita juga perlu memerhatikan perbuatan-perbuatan sesorang dari berperilakunya.

Ajaran etika dalam filsafatlah yang mengajarkan kita untuk apa yang kita seharusnya kita perbuat dan tidak boleh kita perbuat. Karena etika ialah ilmu filsafat atau filsafat tentang moralitas yang bersifat universal,maka etika masuk pada filsafat dan hubungan antara baik dan buruk tingkah laku manusia itu sendiri.

Penulis menemukan sebuah antinomi dalam buku dasar dasar filsafat, Rene Descartes statement ideas ( Aku berfikir maka aku ada) aku berfikir, kita berfikir, manusia berfikir. Manusia yang berakal di dunia ini pasti anugerahkan oleh Allah untuk berfikir, kita yang akan membawa kemana akal ini untuk berfikir kemana.

Jika akal seseorang manusia dipergunakan demi kecendrungan keinginan  yang hanya memikirkan diri sendiri (nafsu) tanpa hadirnya pandangan dari pikiran orang lain, dapat dikatakan itu bukan manusiawi, karena kita makhluk sosial atau zoon politicionn. Maka untuk itu harus peduli dangan sesama dan dalam kondisi apapun sangat diperlukannya berprilaku benar dan baik dengan jalur yang sesuai dengan  koridor relgius serta disinilah introspeksi dalam memperbaiki berprilaku seseorang untuk diri sendiri. Prinsip etika Immanuel kant adalah prinsip etika otonom bukan heteronom.

Logika otonom begini kata kant contoh kalau saya berbuat baik karena itu memang baik,dan itu berangkat dari  dalam dorongan diri sendiri,  saya harus melakukan itu ada orang kecelakaan saya harus menolongnya, seandainya tidak ada agama,tidak ada regulasi,tidak ada undang-undang, peraturan Negara,polisi saya tetap lakukan itu. Kalau heteronom sebaliknya saya menolong orang ini karena caper, saya lakukan ini karena ada cct,karena ada jaksa, dan lain sebagainya. Kant mengajarkan konsep moral itu berdasrkan rasional deontologi.

Pandangan etika kant mengenai moral tak kalah menariknya, menurutnya, etika bersifat fitri. Meskipun demikian, sumbernya tidak bersifat rasional ataupun teoritis. Bahkan menurut kant, ia bukanlah urusan nalar murni. justru apabila manusia menggunakan nalarnya dalam berusaha merumuskan etika, ia dengan sendirinya tidak akan sampai pada etika sesungguhnya. Disamping bakal berselisih satu sama lain mengenai mana baik dan mana buruk, etika yang bersifat rasional sudah bukan lagi etika, melainkan bisa terjebak ke dalam perhitungan untung dan rugi.

Dengan kata lain, perbuatan etis dapat menghasilkan keuntungan bagi pelakunya, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian baginya. Kant mengatakan bahwa etika urusan nalar praktis.”  artinya, pada dasarnya  nilai-nilai moral itu telah tertanam pada diri manusia sebagai sebuah kewajiban (imperative katigoris). Kecendrungan untuk berbuat baik, sebenarnya telah ada pada diri manusia, manusia pada intinya hanya menunaikan kecenderungan diri dalam setiap perbuatan etis bersifat deontologis dan berada dibalik nalar. 

Pandangan  etika al-Ghazali meupakan seorang yang ahli dalam ilmu tasawuf dan mahir dalam bidang agama. Ia tinggal dalam lingkungan yang sangat taat pada agama baik bapak,ibu,dan juga masyarakat dilingkungan tempatnya. Ayahnya Imam Ghazali punya tekat dan keinginan yang kuat untuk menjadikan anak-anaknya sebagai seorang alim ulama yang pintar dan hebat dalam ilmu agama, hal ini terlihat dari kepedulian orangnya memasukkan anaknya lembaga pendidikan Islam.dari jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya menjadi suatu bukti adanya terbentuknya pemikiran serta kepribadian terutama dalam pendidikan, fiqih, filsafat dan juga aqidah.

Salah satu karya Imam Al-Ghazali yang paling populer di Indonesia yaitu ihya Ulumuddin Juz II  yang menjelaskan tentang konsep menghukum diri sendiri, dengan cara bertobat,dengan cara memperbaikinya, menyesalinya, yang berisi mengenai konsep-konsep yang menhidupkan ilmu agama. Maka dalam hal ini pemikirannya memiliki corak dalam dunia pendidikan Islam, khususnya dalam bidang kehidupan manusia yang berkembang seperti saat ini. 

Etika atau akhlak manusia sangatlah berkaitan dengan kepribadian dan moral, setiap usaha yang dilakukan baik itu mendidik, memberikan motivasi kepada manusia untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan dengan mengikuti berbagai aturan dan ketentuan ( norma dan aturan) yang telah disepakati bersama.

Ahmad Rizal : Kelahiran Pulau Raas 17-09-1999 saat ini tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana  Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim

POSTING PILIHAN

Related

Utama 5046035446722400860

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item