Pentingnya Laporan Keuangan dalam Perusahaan


Oleh: Qurrota Akyun

Menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 1 Tahun 2015, laporan keuangan merupakan penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Dalam setiap perusahaan, laporan keuangan memainkan peran yang sangat penting. Laporan keuangan merupakan salah satu elemen kunci dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Laporan keuangan menyediakan informasi yang penting dan terperinci mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan serta kinerjanya selama periode tertentu. Melalui laporan keuangan, para pemangku kepentingan seperti pemilik saham, kreditor, dan investor dapat memahami dan mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan.

Bagi perusahaan besar maupun kecil, pelaporan keuangan merupakan hal wajib yang harus dilakukan secara rutin. Sebagai seorang pengusaha, Anda harus bisa membaca laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan mengevaluasi operasional perusahaan untuk tahun berjalan. Kemudian, berdasarkan poran tersebut, Anda dapat mengambil keputusan yang tepat untuk aktivitas perusahaan selanjutnya. 

Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang relevan, akurat, dan terpercaya mengenai kinerja keuangan perusahaan yang dapat berguna bagi pemangku kepentingan seperti pemilik perusahaan, investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat umum.

Selain itu, dokumen ini juga dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam alokasi sumber daya dalam manajemen perusahaan dan bisnis operasional.  Laporan keuangan juga dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik, mengukur kinerja keuangan perusahaan, mengevaluasi kinerja perusahaan, dan mengukur risiko yang terkait dengan investasi.

Manfaat laporan keuangan dalam perusahaan, yaitu sebagai bahan evaluasi bisnis yang berguna bagi manajemen dalam menyusun strategi dan keputusan bisnis di masa yang akan datang, bukti taat pajak untuk mengetahui pembayaran pajak yang telah perusahaan bayarkan kepada pemerintah dan untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam membayar pajak dan hutang perusahaan, menilai kondisi usaha, serta bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap investor maupun pemerintah.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan keuangan :

Pertama, pastikan membuat laporan keuangan perusahaan dan pribadi yang terpisah

Sebelum membuat laporan keuangan, Pastikan perusahaan memiliki pembukuan dan akun bank sendiri.

Kedua, kelengkapan bukti transaksi

Pastikan setiap transaksi pada perusahaan memiliki bukti, seperti faktur atau tagihan, supaya dapat mempertanggungjawabkan kebenarannya, baik itu transaksi kecil seperti membeli sapu dan kemoceng untuk keperluan perusahaan atau membeli bensin untuk logistik perusahaan. Transaksi yang tidak memiliki bukti dianggap salah dan tidak boleh dicantumkan dalam laporan keuangan.

Ketiga, mata uang yang digunakan

Tentukan mata uang yang digunakan dalam transaksi termasuk dalam laporan keuangan. Tujuannya supaya laporan keuangan mudah dipahami dan lebih konsisten.

Keempat, kelengkapan membuat laporan keuangan

Hal terakhir dan terpenting yang harus diamati yaitu kelengkapan komponen laporan keuangan. Pada dasarnya, laporan keuangan terdiri dari neraca keuangan perusahaan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Susunan atau urutan dalam mencatat laporan keuangan :

Pertama, simpan dan catat transaksi pada jurnal

Tahap awal dalam menyusun ikhtisar laporan keuangan yaitu mencatat transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas atau perusahaan di tahun berjalan pada jurnal. Bukti transaksi tidak boleh hilang, karena bukti transaksi merupakan hal yang sangat penting dalam akuntansi.

Kedua, membuat dan memposting jurnal ke dalam buku besar

Buku besar terdiri dari rincian setiap akun-akun yang ada, cara membuat buku besar yaitu dengan menempatkan atau memposting transaksi yang sudah di catat dalam jurnal ke akun-akun yang sesuai dengan rincian.

Ketiga, membuat dan menyusun neraca saldo

Neraca saldo merupakan laporan pembukuan yang berisi saldo akhir dari semua akun buku besar pada suatu entitas atau perusahaan. Saldo akhir pada semua akun buku besar dikelompokkan ke dalam kelompok pasiva (kewajiban dan modal perusahaan) atau kelompok aktiva (aset yang dimiliki perusahaan).

Keempat, membuat jurnal penyesuaian pada laporan keuangan

Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode ketika ada perubahan saldo pada akun tertentu dan harus disesuaikan ke dalam buku besar untuk menyesuaikan saldo yang akan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan. Jurnal penyesuaian juga berperan dalam mengukur kinerja suatu entitas atau perusahaan.

Kelima, membuat dan menyusun neraca lajur

Kita perlu menyusun neraca lajur atau kertas kerja yang dimulai dari data di neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Kemudian, saldo yang telah disesuaikan akan terlihat di kolom neraca saldo yang sudah disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Keenam, membuat laporan keuangan

Laporan yang telah dibuat pada neraca lajur ditulis teratur sesuai dengan ketentuan atau standar laporan keuangan.

Ketujuh, membuat jurnal penutupan

Jurnal penutup dibuat setelah saldo pada buku besar disesuaikan.

Pentingnya laporan keuangan dalam perusahaan tidak dapat diremehkan. Laporan keuangan merupakan dokumen yang menyajikan informasi keuangan perusahaan secara terperinci dan sistematis. Laporan Keuangan menyediakan informasi yang jelas dan transparan mengenai keuangan perusahaan kepada pemangku kepentingan, seperti pemilik saham, investor, dan pihak terkait lainnya.

Hal ini memungkinkan adanya akuntabilitas yang jelas terkait dengan penggunaan sumber daya dan hasil keuangan perusahaan. Secara keseluruhan, laporan keuangan memiliki peran penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, daya tarik investor dan pemilik saham. Perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang baik, akan menarik investor untuk menginvestasikan uangnya pada perusahaan dan menarik pemilik saham untuk memberikan modal pada perusahaan.

Perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang baik dapat memperoleh manfaat jangka panjang seperti pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, kepercayaan pemangku kepentingan, dan kelangsungan operasional yang stabil.

Qurrota Akyun, Jurusan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang

POSTING PILIHAN

Related

Utama 1533626657350234794

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

Jadwal Sholat

item