Kontribusi Pembiayaan Kredit Pada Sektor Ekonomi


Oleh: Hilda Nuzulurrahma

Kredit banyak berpengaruh terhadap ekonomi yang dimana tidak bisa melakukan pembayaran secara langsung dan harus memilih secara berangsur angsur. Salah satu peran kredit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengalokasikan pemberian kredit menurut prioritas pembangunan ekonomi sehingga dapat memperluas pemerataan hasil pembangunan.

Kredit adalah hak untuk menerima pembayaran kewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu di minta, atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang sekarang, atau secara umum kredit berarti kemampuan untuk memberikan pinjaman denagan suatu janji yang akan dibayar sesuai dengan waktu yang disepakati.

Kredit memiliki berbagai fungsi bagi masyarakat umum. Menurut Latumaerissa (2014), ada enam fungsi dari kredit bank, yaitu:

Pertama, tingkatkan pengeluaran Anda. Berdasarkan peran perantara bank yaitu bank menghimpun uang dari pihak yang memiliki banyak uang dalam bentuk simpanan yang disalurkan sebagai pinjaman kepada pihak yang membutuhkan uang. Sistem keuangan ini akan menambah nilai atau bersahabat dengan uang karena mereka yang membutuhkannya dapat menggunakannya.

Kedua, peningkatan penggunaan produk. Nilai barang dapat ditingkatkan dengan memberikan kredit yang digunakan untuk konsumsi barang keuangan untuk kegiatan usaha guna meningkatkan produktivitas ekonomi.

Ketiga, sebagai alat stabilitas ekonomi berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk mengatasi dan mengendalikan situasi ekonomi makro di dalam negeri dalam konteks situasi ekonomi yang panas. Dalam kondisi tersebut, kebijakan moneter yang ketat diterapkan untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan ekspor dan memenuhi permintaan domestik dengan memberikan kredit secara selektif kepada sektor produktif dan ekspor.

Keempat, meningkatkan antusiasme terhadap bisnis lokal. Sehubungan dengan langkah bank sebagai lembaga keuangan yang mempunyai misi mendukung kegiatan usaha masyarakat yang membutuhkan modal, baik dalam modal kerja maupun dalam investasi baru dan investasi pembangunan.

Kelima, pertumbuhan pendapatan nasional. Dengan kredit, pengusaha dapat menjalankan bisnis dengan baik dan berkelanjutan, sehingga dibutuhkan tenaga kerja sebagai penggerak usahanya. Dengan demikian, kerja akan memperoleh imbalan ekonomi melalui kontribusi kegiatan produktif yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan pekerja, dan pendapatan ini akan meningkatkan daya beli dan untuk bekerja. Keadaan ini akan menimbulkan beberaoa efek yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan nasional setiap tahunnya.

Keenam, Meningkatkan hubungan internasional. Hubungan ini terkait dengan tambahan investasi uang akibat aktivitas ekonomi bank masing-masing negara yang di tambahkan. Membuka lembaga perbankan di dalam negeri akan membantu kegiatan ekonomi domestik dengan menyalurkan kredit. Selain itu, pinjaman luar negeri dari luar negeri juga dapat membantu perkembangan negara berkembang untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Tingkat kredit bank mempengaruhi tingkat bunga bank. Apabila suku bunga turun, permintaan kredit meningkat, semua hal di anggap sama dan sebaliknya. Permintaan kredit perbankan yang terus meningkat akan mendukung investasi, terutama investasi langsung, dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Adanya investasi langsung tersebut, misalnya pendirian pabrik, dapat berdampak signifikan terhadap jenis pekerjaan, permintaan peralatan, hasil produksi, dan pembayaran pajak. Hal tersebut merupakan proses beberapa efek yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan negara.

Kredit bank berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi jika kondisi tertentu dapat dipenuhi. Situasi yang dimaksud adalah pencapaian kualitas modal fisik atau kualitas infrastruktur telah mencapai tingkat tertentu agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan penyebab langsung pertumbuhan kredit perbankan. Hal ini dimungkinkan karena pertumbuhan ekonomi saat ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang. Situasi ini akan meningkatkan permintaan investasi dan akan membutuhkan dukungan kredit perbankan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 63,8% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV-2021 di dorong oleh lima sektor lapangan usaha yaitu; sektor industri, sektor perdagangan, sektor pertanian, sektor kontruksi, dan sektor pertambangan.

Dampak kredit sektor prioritas pembangunan nasional (5 sektor prioritas) terhadap pertumbuhan ekonomi aggregat.

Hasil IRF(Impulse Response Function) di atas tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kredit sektor dan perekonomian secara keseluruhan. IRF hanya menunjukkan tanda-tanda hubungan itu baik atau buruk, dan ketika tanda -tanda hubungan ini mulai muncul atau bahkan mulai berbalik. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain sifat sektor yang berubah dari waktu ke waktu. Hubungan antara sektor kredit dan pertumbuhan ekonomi seperti itu tidak konstan atau konsisten. Terkadang, beberapa hubungan itu baik, tetapi di lain waktu bisa lebih buruk.

Sektor penambangan kredit (MINING) seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas, dapat berdampak pertumbuhan baik dan ekonomi setelah 3 bulan yang akan datang, tetapi efeknya mulai menghilang bahkan berubah menjadi buruk setelah 8 bulan jika tidak sekarang menambah kredit baru. Kemudian, sektor kredit perikanan (FISH) dan sektor konstruksi (CONST) masing-masing menunjukkan hubungan baik dengan pertumbuhan ekonomi ketika bulan ke-5 dan ke-7, namun hubungan baik itu berangsur-angsur menurun dan menghilang. Sementara itu, sektor kredit industri (INDUST) sangat erat kaitannya pertumbuhan ekonomi setelah 10 bulan dan hubungan baik itu terus terlihat sampai bulan ke kedua belas.


Selanjutnya, untuk lebih memahami besarnya efek semua orang memuji peningkatan ekonomi yang harus melihat melalui Variance Decomposition.

Apabila  kamu melihat kredit primer grafik di atas, dapat dilihat bahwa perubahan di sektor kredit kembali (FISH) telah pengaruh terbesar di antara empat dimensi lainnya adalah penting. Lebih tepatnya,setiap perubahan dalam pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan (perubahan positif atau negatif) menjelaskan dari 14 hingga 16 persen informasi dari perkembangan di sektor perkreditan penangkapan ikan. Sektor kredit konstruksi (CONST) dapat menjelaskan sekitar 10-13 persen dari informasi yang menyebabkan perubahan pertumbuhan ekonomi, baik positif maupun negatif.

Variance Decomposition menunjukkan seberapa besar variansi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh variansi masing-masing kredit sektor prioritas, maka kelima sektor tersebut ternyata mempunyai variansi pertumbuhan yang relatif fluktuatif dibandingkan pergerakan pertumbuhan total kredit dari tahun ke tahun,sebagai berikut:


Lima sektor prioritas dalam kajian ini menunjukkan tren NPL yang terus meningkat yang menunjukkan bahwa kelima sektor tersebut memberikan andil relatif besar dalam mempengaruhi resiko maupun kinerja ekonomi.

Data runtun waktu tidak memberi informasi mengenai seberapa besar dampak dari kenaikan atau penurunan kredit sektoral terhadap pertumbuhan ekonomi. Di samping itu juga pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh dinamika daerah, sedangkan sektoral dipengaruhi oleh karakteristik suatu daerah. Oleh karena itu, terhadap dampak kredit sektoral terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan dara runtun waktu agregat, masih belum lengkap.

POSTING PILIHAN

Related

Utama 1887208068153149813

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item