Katakan Tidak Jika Enggan


Seseorang yang memiliki kebiasaan sungkan/ rasa tidak enakan sangat merasa bingung bahkan bersalah untuk menolak permohonan dari orang lain. Orang seperti ini cenderung mengabaikan rasa letihnya sendiri dan akan mementingkan perasaan orang lain padanya. Ibarat kata bagi seseorang seperti ini apapun dilakukan demi kebahagiaan orang sekitarnya. Menyenangkan orang lain memang tidak ada salahnya, namun hal tersebut harus sesuai porsinya supaya tidak menjadi boomerang bagi diri sendiri.

Keadaan yang dialami oleh orang tidak enakan tentu tidak baik dan sehat karena bisa jadi karakter orang itu dimanfaatkan orang sekitarnya. Buku Sayangilah Dirimu, Berhenti Menyenangkan Semua Orang bisa jadi referensi bagi orang yang memiliki sikap tidak enakan untuk orang lain. "Menolak hal yang tidak kita inginkan, akan mengurangi beban yang membuat kebahagiaan kita terhampas." Kalimat tersebut adalah salah satu kutipan dalam buku yang cocok bagi seseorang yang memiliki sikap tidak enakan terhadap orang lain.

Buku yang ditulis Sabrina Ara berjudul Sayangi Dirimu, Berhenti Menyenangkan Semua Orang berisi mengenai cerita sederhana yang mungkin banyak dialami oleh sebagian orang dalam kehidupan sehari-hari. Cerita yang disajikan cenderung kisah yang tidak menyenangkan, bagaimana memandang masalah tentang dunia yang tidak ramah bagi diri sendiri, hingga kiat-kiat hidup tegar dan bahagia. Buku ini mengulas tentang berusaha menerima apa yang dunia berikan dan bagaimana respon yang seharusnya kita lakukan untuk menanggapi permasalahan di kehidupan.

Buku self improvement yang ditulis Sabrina Ara ini memiliki 9 bab, dengan di tiap akhir bab terdapat kutipan motivasi hidup penuh makna dan terdapat ruang kosong untuk menuliskan pelajaran apa yang diperoleh setelah membaca satu bab.

Pelajaran yang bisa didapat setelah membaca buku ini yakni seseroang diarahkan untuk bisa lebih peka dan segera ambil tindakan di lingkungan yang tidak memberi dampak baik. Artinya buku ini mengajarkan bagaimana bersikap menjadi diri sendiri dan hidup berprinsip tanpa takut omongan dari luar diri.

Cerita kehidupan yang disajikan dalam buku Sayangi Dirimu, Berhenti Menyenangkan Semua Orang berisi cerita kehidupan sehari-hari seperti lingkaran pertemanan yang tidak sehat. Kehidupan dunia akan selalu ada dikelilingi orang yang memiliki sikap “toxic”, dalam buku ini dibahas mengenai bagaimana menghindar dari orang semacam itu. Tujuan menghindar dari teman yang tidak suportif dan cenderung “ toxic” adalah agar tidak mencuri kebahagiaan dan menggerus pikiran diri sendiri.  

Mencintai diri sendiri menjadi pembahasan akhir dari buku Sayangi dirimu, Berhenti Menyenangkan Semua Orang ini. Dari banyaknya usaha yang telah dilakukan untuk hidup bahagia dan jauh dari orang-orang yang mengusik. Mencintai diri sendiri sebagai bukti bahwa kehadiran diri ini memang berharga dan berhak untuk bahagia.

Kelebihan dari buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang yaitu gaya penulisan yang disampaikan oleh penulis cukup sederhana dan mudah dipahami. Bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit dan isi bahasan dari buku kebanyakan relevan dengan apa yang dirasakan di kehidupan. Adanya kutipan motivasi hidup yang diselipkan di setiap bab memberi semangat bagi pembacanya. Kalimat kutipan yang ada dalam buku tersebut juga disajikan dengan bentuk “estetik” sehingga buku ini tidak membosankan saat dibuka untuk dibaca. Tiap bab di buku ini terdapat satu halaman refleksi yang bisa digunakan pembaca untuk menulis apa yang telah diperoleh setelah menuntaskan membaca satu bab.

Kekurangan dari buku ini terdapat pada penulisan sub bab yang kadang terlalu singkat dibahas dan langsung beralih ke sub bab berikutnya. Hal tersebut membuat pemahaman bagi pembaca belum dicerna terlebih dahulu lalu dipaksa ke pokok pembahasan selanjutnya. Sudut pandang yang digunakan berfokus hanya pada pengalaman pribadi penulis sehingga pembaca seperti hanya diajak mendengar cerita dari penulis.

Itulah resensi dari buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang, buku ini bisa dibaca oleh semua individu dari semua umur. Pembahasan yang relate dengan kehidupan mengajak pembaca memahami hidup yang dijalani dan sikap yang harus dilakukan saat bertemu dengan konflik dan orang yang tidak sejalan dengan prinsip hidup yang dipegang. Buku ini menuntun pembaca untuk tidak hanya berfokus pada sekitarnya namun juga memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri yaitu kebahagiaan menjalani hidup.

*****

Anggitha Cubie Sahari, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Prodi: Pendidikan Bahasa Indonesia

:

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 4999503589293804228

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item