Agama Membangun Optimisme dalam Penyehatan Mental


 Leivicha Ismaulina Youfriana

Ibadah tidak lepas dari unsur kesehatan, nikmat Allah SWT yang paling besar adalah nikmat  sehat.  Tanpa  fisik  dan  mental  yang  sehat  manusia  tidak  bisa melakukan aktivitasnya.  Dengan  begitu  nikmat  sehat  tersebut    perlu  disyukuri,  agar  pemberian Allah kepadaya semakin bertambah. Kualitas kehidupan seseorang dipengaruhi oleh kesehatan, jika tidak ada masalah kesehatan baik fisik maupun mental maka kualitas hidup akan lebih baik.

 Kesehatan adalah keadaan sehat fisik, mental dan sosial, bukan semata-mata keadaan tanpa penyakit atau kelemahan yang berarti seseorang dikatakan sehat apabila seluruh aspek dalam dirinya dalam keadaan tidak terganggu baik tubuh, psikis maupun social. Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik (biologic), intelektual (rasio/cognitive), emosional (affective) dan spiritual (agama) yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Gangguan kesehatan mental ada beberapa macam yang meliputi : cemas, depresi, Gangguaan Pemusatan Perhatian, gangguan mental yang paling umum diderita oleh remaja adalah depresi, gangguan kecemasan, Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Banyaknya dampak dari permasalahan kesehatan mental maka perlu dilakukan solusi penanganan yang tepat terhadap masalah kesehatan mental remaja, Kebaruan dalam penelitian ini menggabungkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan agama terhadap kesehatan mental remaja.

Pembahasan Gangguan mental pada remaja dapat mempengaruhi kondisi pikiran, perasaan dan mood seseorang. Selain itu, gangguan mental juga berpengaruh terhadap fungsi sehari-hari individu dan kemampuan individu tersebut dalam berinteraksi dengan orang lain, penggunaan obat-obatan terlarang bahkan apabila tidak ditangani gangguan kesehatan mental dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan / skizofrenia. Salah satu faktor yang dapat memperbaiki kesehatan mental remaja adalah pelaksanaan kegiatankegiatan agama seperti : zikir, shalat dan pemanfaatan waktu istirahat yang cukup.

Masa remaja adalah salah satu masa yang paling krusial dalam perkembangan hidup seorang manusia dimana dalam tahap ini tiap orang pasti menginginkannya terlewati dengan tentram dan bahagia. Namun demikian, dapat dilihat bahwa kondisi tersebut tidak mudah untuk dicapai karena terdapat banyak sekali permasalahan yang muncul pada masa remaja ini.

Salah satu persoalan pada masa remaja ini adalah munculnya depresi yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti hubungan dengan orang tua yang kurang harmonis, pengalaman masa kecil yang traumatik, dan kurangnya hubungan dengan teman sebaya. Pada masa remaja atau peralihan dari anak-anak ke fase dewasa ini penuh dengan masalah-masalah perkembangan yang pelik, pelik bagi orang tua dan remaja yang bersangkutan. Beberapa faktor seperti keluarga, sekolah, dan teman sepermainan dianggap menjadi faktor pembentukan mental anak.

Banyak ahli percaya bahwa keluarga yang bermasalah merupakan penyebab utama dalam pembentukan masalah emosional pada anak yang dapat mengarah pada masalah sosial dalam jangka panjang.

Orang tua yang mengacuhkan atau tidak memenuhi kebutuhan anak dengan baik akan meningkatkan resiko keterlibatan anak dalam perilaku sosial yang tidak dapat diterima, seperti agresi dan masalah perilaku eksternal lain. Orang tua dari anak yang terlibat kenakalan remaja biasanya gagal dalam memberi penguatan pada perilaku positif anak di usia dini. Seterusnya orang tua tersebut tidak terlibat secara positif terhadap perkembangan anak hingga beranjak remaja.

Tak jarang anak malah mendapat perlakuan kekerasan di dalam rumah. Secara teoritis, kekerasan terhadap anak dapat didefinisikan sebagai peristiwa pelukaan fisik, mental atau seksual yang umumnya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap kesejahteraan anak. Tindakan pelukaan tersebut diindikasikan dengan kerugian dan ancaman terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak.

Baik faktor kepribadian maupun faktor lingkungan memiliki dua peran, yakni sebagai pelindung dan pemicu resiko perilaku beresiko pada remaja. Lingkungan keluarga yang menjadi salah satu bagian dalam faktor lingkungan akan menjadi faktor pelindung apabila keluarga dapat menurunkan resiko anak terlibat pada perilaku yang menyimpang, sebaliknya keluarga yang melakukan kekerasan pada anak akan menjadi faktor pemicu keterlibatan anak pada tindakan kenakalan

Kesehatan mental didefinisikan sebagai suksesnya pelaksanaan fungsi mental, sehingga tercapai kegiatan yang produktif, terpenuhi hubungan dengan orang lain, dan adanya kemampuan untuk berubah dan mengatasi kesulitan. Kesehatan mental menurut WHO (2014) didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu menyadari potensinya, dapat mengatasi masalah kehidupan yang lazim, dapat berkerja secara produktif dan dapat berkontribusi untuk komunitasnya.

Gangguan mental adalah suatu kondisi yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan mood seseorang. Selain itu, gangguan mental juga berpengaruh terhadap fungsi sehari-hari individu dan kemampuan individu tersebut dalam berinteraksi dengan orang lain. Ketidaksehatan mental seseorang akan semakin sulit dihindari bila seseorang tidak memiliki daya tahan mental dan spiritual yang tangguh.

Salah satu hal yang dapat meningkatkan daya tahan seseorang dari ketidaksehatan mental adalah agama. Agama mempunyai peranan penting dalam pembinaan moral karena nila-nilai moral yang datang dari agama bersifat tetap dan universal. Apabila seseorang dihadapkan pada suatu dilema, ia akan menggunakan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan nilai-nilai moral yang datang dari agama.

Dimanapun orang itu berada dan pada posisi apapun, ia akan tetap memegang prinsip moral yang telah tertanam didalam hati nuraninya serta agama berperan dalam mental yang sakit. Untuk meningkatkan kesehatan mental maka kemampuan berpikir positif perlu dibangun. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan pengaruh positif dari religiusitas terhadap kondisi psikologis yang negatif seperti tekanan psikologis dan stress.

Manfaat unsur religiusitas seperti doa dan zikir bagi kesehatan manusia, ada dua manfaat  zikir dapat mengembalikan kesadaran seseorang yang hilang, sebab aktivitas zikir mendorong seseorang untuk mengingat, menyebutkan kembali hal-hal yang tersembunyi dalam hatinya.

Zikir juga mampu mengingaatkan seseorang bahwa yang membuat dan menyembuhkan penyakit hanyalah Allah SWT. semata, sehingga zikir mampu memberi sugesti penyembuhan. melakukan zikir sama nilainya denganterapi rileksasi (relaxtion therapy), yaitu suatu bentuk terapi dengan menekankan upaya mengantarkan pasien bagaimana cara ia harus beristirahat dan bersantai.

Kesehatan mental yang terganggu dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak produktif. Hasil didapatkan bahwa terapi kognitif perilakuan religius terbukti efektif dalam menurunkan depresi pada remaja. Hasil penelitian Trimulyaningsih (2010) dan Yuliza (2012) didapatkan bahwa terapi kognitif perilaku religius dapat menurunkan depresi pada subjek wanita dewasa dan mahasiswa.

Terapi ini juga dapat meningkatkan sisi religiusitas dari para subjek karena lebih banyak bersyukur, dan melakukan ibadah dan do’a akan mendapatan ketenangan batin saat menghadapi masalah. Simpulan Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Kesehatan mental dapat mempengaruhi kondisi pikiran, perasaan dan mood seseorang
  2. Akibat gangguan kesehatan mental menyebabkan seseorang menjadi tidak efektif
  3. Masalah kesehatan mental dapat diatasi dengan Therapi Religius
  4. Dzikir dapat membuat seseorang menjadi rileks
  5. Semakin tinggi pemahaman agama seseorang maka semakin sehat juga kondisi mentalnya.

Orang yang memeluk agama cenderung optimis dan memiliki pola fikir yang positif dengan faktor optimisme tersebut dapat mempengaruhi kesehatan pada tubuh. Sebab orang  yang beragama lebih merasa bahagia dan bersyukur akan hidupnya. Sehingga resiko lebih rendah mengalami gangguan jiwa atau depresi.

_____

Leivicha Ismaulina Youfriana mahasiswa UMM dari jurusan Farmasi angkatan 2022

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6251788219894624254

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item