Terus Belajar untuk Terus Mengajar


 Mohammad Hayyi

 Motivasi terbesar saya mengikuti PGP adalah saya ingin belajar untuk menjadi guru yang profesional, guru yang selalu dirindukan oleh murid, guru yang selalu menjadi tauladan dan motivator bagi murid, guru yang selalu bergerak dan berkembang di tengah kemajuan zaman yang semakin menggila dan membahana.Saya sadar bahwa pendidikan itu terus berkembang mengikuti arus perubahan zaman maka dari itu saya sebagai seorng guru harus terus belajar seperti apa yang tersurat dari kata-kata viral abad ini yaitu “Jika Guru Sudah Berhenti Belajar, Maka Berhentilah Ia Mengajar”

Di awal keikut sertaan saya di progran PGP, langsung terbesit di benak saya bahwa akan mengundurkan diri dari program ini. Alasan saya waktu itu karena saya merasa tidak mampu membagi waktu antara Keluarga, Tugas sekolah dan kegiatan PGP ini. Saya sering di protes oleh anak sulung saya karena di rumah saya sering berhadapan dengan Laptop dan tugas-tugas saya sebagai guru banyak yang terbengkalai. Namun dengan berjalannya waktu, saya mampu bangkit dan selalu berusaha memanagemen waktu dengan baik dengan mengedepankan sekala prioritas dan akhirnya Alhamdulillhan saya bisa menjalani ini semua dengan baik dan lancar sampai akhir program

Kalau bicara soal kendala, setiap sesuatu itu tidak mungkin berjalan dengan lancar. Yang namanya kendala iyu pasti ada. Kendala yang saya hadapi berkaitan dengan dua hal yaitu, yang pertama saya sering terkandala jaringan internet yang sering menghilang secara mesterius entah kemana apalagi ketika terjadi pemadaman lampu secara mendadak. Hal ini cukup menyiksa bagi saya mengingat semua pembelajaran di Progran PGP berbasis online dengan menggunakan LMS.

Yang kedua berkaitan dengan keluarga, saya mempunyai dua orang anak yang sama-sama masih balita. Anak pertama kami sangat dekat dengan saya sehingga dia ingin selalu mengajak saya untuk mengikuti aktivitasnya terutama dalam hal bermain. Saya sering ketetran dalam menyelesaikan tugas PGP ini karena saya harus menemani buah hati bermain dan beraktivitas sepulang saya mengajar.

Dari sekian banyak Modul yang saya pelajari  modul yang paling berkesan bagi saya adalah modul 1.1, di modul ini saya banyak belajar untuk menjadi guru yang seutuhnya, guru yang bisa menuntun dan memaksimalkan potensi siswa. Di modul ini saya banyak intropeksi diri terhadap proses pembeljaran yang selama ini saya lakukan. Banyak hal yang saya lakukan masih jauh dari harapan pendidikan Indonesia. Dengan belajar modul 1.1 ini saya bisa menerapkan pembelajaran yang menuntun anak sesuai dengan kodrat zaman dan kodrat alamnya.

Banyak perubahan yang saya lakukan terutama dalam perlakuan terhadap siswa, setelah mengikuti program PGP ini saya mulai membimbing siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya serta bisa menumbuhkan kepemimpinan murid. Disamping itu lambat laun saya sudah mulai bisa menghapuskan proses pembelajaran kolonial yang selama ini saya lakukan di sekolah.saya juga sudah mulai menumbuhkan budaya positif di sekolah saya.

PGP ini sangat penting untuk kita ikuti karena program ini sangat bagus untuk para guru dalam hal menumbuhkan paradigma positif terhadap murid sehingga murid tidak lagi dijadikan sebagai objek melainkan sebagai subjek. Di Program PGP ini banyak Ilmu baru yang bisa kita dapatkan demi terciptanya pendidikan yang lebih baik dan bermutu

Saran saya untuk Program PGP ini, mohon untuk uang tranportasi dan akomodasi ditambah, misalkan uang pulsa kita hanya di jatah 150rb dalam satu bulan. Jelas hal ini sangat kurang bagi kita mengingat semua pembelajaran dilakukan secara online.

Harapan saya setelah mengikuti program ini, mudah mudahan saya bisa menerapkan ilmu yang saya dapatkan. Selain itu semoga saya tetap semangat dalam bergerak,dan menggerakkan sehingga saya terus bisa berpartisipasi dan berperan aktif dalam memajukan pendidikan di indonesia.

*****

Mohammad Hayyi adalah seorang guru di tingkat sekolah dasar. SDN Pajanangger IV kecamatan Arjasa sebagi tempat pertama untuk pengabdiannya (2010-2012). SDN Pajanangger I menjadi pelabuhan tugas selanjutnya (2012-2015) sebelum ia pulang kampung ke kecamatan Bluto dan bertugas di SDN KAPEDI Ikecamatan Bluto (2015-sekarang). Berkolaborasi dengan teman sejawat dalam membimbing siswa-siswinya untuk berprestasi adalah tujuan utamanya ini terbukti di tahun 2022 saja siswa-siswi SDN KAPEDI I sudah mampu berprestasi di beberapa lomba dan kejuaraan, diantaranya Juara 3 ISCO Kabupaten Sumenep 2022, peringkat ke 2 Olimpiade Matematika Kabupaten Sumenep. Juara 1 O2SN Cabor Karate Putri, dan juara 1 olimpiade MTK  serta juara 2 oliampiade IPA  Kab. Pamekasan yang diadakan SMPN I Larangan Kab. Pamekasan. Keinginan terbesarnya adalah menjadi CGP di angkatan 5, dan alhamdulilah terkabul. Kini ia sudah lulus CGP dan ia berharapo mampu menjadi agen perubahan dalam pendidikan minimal di sekolahnya

 

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 4958328325753332117

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item