Pentingnya Penerapan Nilai Agama Dalam Menjaga Kesehatan


Oleh : Sagita Nur Indrias Kusuma Wardani

Pada dasarnya setiap manusia menghendaki hidup dan kehidupan yang sehat, tenang, tenteram dan bahagia, meskipun tidak selamanya kemauan dan keinginan tersebut tercapai. Islam sebagai agama, sangat memperhatikan keberadaan manusia, karena itulah Islam membentangkan konsep yang sangat tegas tentang kehidupan yang sehat kepada manusia, misalnya mengenai apakah hidup dan kehidupan itu serta kemana arah tujuannya. Dalam agama setiap aspek kehidupan selalu di atur baik itu hal-hal besar seperti beribadah, pola makanan yang sehat, berpuasa, pekerjaan  sampai pada hal-hal yang kecil dalam kehidupan sehari-hari seperti berpakaian, memakai sandal, keluar rumah dan lain-lain.

Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, begitu juga dalam mengatur tatanan kehidupan di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.  Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman. Selain itu, Islam sebagai agama yang sempurna dan lengkap, telah menetapkan prinsip-prinsip dalam penjagaan keseimbangan tubuh manusia. Di antara cara Islam dalam menjaga kesehatan ialah dengan menjaga kebersihan.

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting bagi kehidupan manusia karena dengan kondisi sehat, manusia bisa beraktifitas dengan nyaman dan banyak berbuat kebaikan dengan memberi manfaat kepada sesama. Sementara manusia adalah makhluk yang kompleks yang terdiri atas unsur fisik, psikis, sosial dan spiritual. Maka manakala seseorang mengalami sakit tentunya harus dilakukan pemeriksaan dan penyembuhan secara menyeluruh.3 Pepatah arab mengatakan: al-`aql al-salim fi al-jism al-salim, wa al-jism al-salim fi al-`aql al-salim (akal yang waras ada pada badan yang sehat dan badan yang sehat terdapat pada orang yang bermoral akal yang waras).

Sesungguhnya allah senang melihat bekas nikmat yang ia berikan kepada hamba-Nya.” (HR. Tirmudzi dan Hakim, Imam Suyuthi meng-hasan-kannya).

Menurut Yusuf (2004), ia menjelaskan bahwasanya manusia pada dasarnya merupakan homoreligius atau makhluk beragama. Dikatakan demikian dikarenakan manusia adalah makhluk yang memiliki rasa keberagamaan, dan mampu mengamalkan serta memahami nilai-nilai keagamaan, baik itu berupa ritual personal atau juga ibadah berjamaah (sosial), seperti halnya menjaga hubungan baik dengan sesama, menghidup suburkan keharmonisan hidup dan juga bermanfaat untuk tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Dari adanya rasa keagamaan tersebut, manusia tentunya memiliki kesadaran dalam beragama ketika menjalankan kehidupan.

Pandangan Islam tentang Kesehatan

Dalam Islam begitu memperhatikan pentingnya kesehatan melalui berbagai cara antara lain yaitu dengan mengajak dan menganjurkan agar menjaga dan mempertahankan kesehatan yang sudah diberikan Allah kepada setiap orang. Anjuran menjaga kesehatan itu bisa dilakukan dengan tindakan preventif (pencegahan) dan represif (pelenyapan penyakit atau pengobatan). Secara preventif, perhatian Islam terhadap kesehatan ini bisa dilihat dari anjuran sungguh-sungguh terhadap pemeliharaan kebersihan. Rasulullah saw bersabda:

Dari Ibnu ‘Abbās ra berkata bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:’Banyak manusia merugi karena dua nikmat; kesehatan dan waktu luang”. (H.R. Bukhari).

dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda:

Rasulullah Saw berdo’a: Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari kehilangan nikmat karunia-Mu, dari perubahan kesehatan yang telah Engkau berikan, mendadaknya balasan-Mu, dan dari segala kemurkaan-Mu". (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut terdapat dua kenikmatan yang telah dikaruniakan Allah Swt kepada hamba-Nya dan sering dilupakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Sebagaimana nikmat yang sudah diberikan Allah Swt patutlah kita sebagai hamba-Nya untuk bersyukur. Maka dari itu, patut kita bersyukur kepada Allah Swt, karenakita masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan dengan keadaan sehat dan nikmat waktu senggang. Dari hadits ini, kita dapat mengambil mau`idhah untuk senantiasa menjaga kesehatan kita, sehingga kita dapat melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapka dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Selain itu, kita juga dituntut untuk selalu memanfaatkan waktu luang dalam hal kebaikan. Salah satunya dengan selalu berdzikir kepada Allah dan selalu beristighfar (mohon ampunan) kepada-Nya.

Islam Mengajarkan Pola Hidup Sehat

Islam banyak mengajarkan pola hidup sehat mulai dari berolahraga, mengkonsumsi makanan dan berpuasa. Tanpa kita sadari bahwa ketika kita beribadah kepada Allah dan gerakan pada saat shalat banyak mengandung manfaat bagi kesehatan tubuh sesesorang. Pada awal gerakan shalat yaitu takbiratul ihram dapat mencegah berbagai penyakit pada persendian seperti rematik, membuat oksigen pada tubuh menjadi optimal dan metabolisme tubuh juga optimal.

Ruku pada posisi gerakan shalat dapat memberikan manfaat pada tubuh untuk menghindari penyakit pada tulang belakang, melancarkan sirkulasi darah ke jantung dan sistem saraf. I’tidal pada gerakan shalat dapat membantu metabolisme otak dan jantung bekerja secara optimal dan menstimuluskan cabang saraf besar dari bahu ketiak, organ jantung dan paru.  Gerakan shalat pada saat sujud dapat membuat sirkulasi darah dari jantung keseluruh tubuh lancar dan pada otak sebagai pusat susunan saraf juga terpenuhi yang sistem saraf tersebut akan berpengaruh terhadap seluruh tubuh.

Dalam Islam sudah diatur halal dan haram suatu makanan untuk dikonsumsi maupun itu bahan dan dalam kandungan apapun, Sebagaimana Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al- Maidah ayat 88).

Makanan yang kita konsumsi akan berpengaruh pada kesehatan jasmani dan rohani, makanan dan minuman yang halal dan haram akan dapat berpengaruhi pada ibadah yang akan kita jalankan. Makanan dan minuman yang haram diantaranya yaitu: hewan yang telah menjadi bangkai, khamar dan minuman keras, babi, darah yang mengalir, hewan yang disembelih atas nama selain Allah, dan hewan yang memakan kotoran.  Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 3 yang artinya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang terjatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

Berpuasa bagus untuk kesehatan pada tubuh manusia, bermacam manfaat yang diperoleh dari berpuasa. Tentunya sebelum berpuasa diawali dengan sahur maka orang tersebut akan fokus pada kegiatannya karena tubuhnya mencerna makanan sahur ketimbang tidak sahur saat ingin menjalankan ibadah puasa tubuh tersebut akan merasa lemas.

Berpuasa memiliki manfaat lainnya yaitu : menurunkan berat badan hingga 7% dan menurunkan lemak tubuh hingga 5 kg. penggunaan lemak diubah menjadi energy dapat membantu menurunkan berat badan, menurunkan resiko diabetes melalui penurunan resistensi insulin dan kadar insulin puasa, menurunkan tekanan darah terjadi karena puasa dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, menjaga kesehatan kardiovaskular, meningkatkan masa otot pada saat berpuasa dapat mendorong keluarnya hormon pertumbuhan manusia.

Pentingnya sebuah kesehatan bagi manusia dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari termasuk yang paling utama adalah melaksanakan ibadah lima waktu sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Islam, menempatkan kesehatan sebagai salah satu kenikmatan yang telah di anugerahkan Allah Swt. selain kenikmatan iman dan islam.

Selain itu orang yang memeluk agama cenderung optimis dan memiliki pola fikir yang positif dengan faktor optimisme tersebut dapat mempengaruhi kesehatan pada tubuh. Sebab orang yang beragama lebih merasa bahagia dan bersyukur akan hidupnya. Sehingga resiko lebih rendah mengalami gangguan jiwa atau depresi. 

Sagita Nur Indrias Kusuma Wardani mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

POSTING PILIHAN

Related

Utama 7048971755149827396

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item