Pentingnya Kesehatan Mental untuk Menunjang Kenyamanan Saat Belajar

Belajar di tempat terbuka dibutuhkan bagi anak, untuk menunjang kenyamanan belajar

Hanum Widyasyafitri

Dalam suatu hal yang disebut dengan kesehatan mental, memiliki arti yaitu suatu kondisi ketika batin kita tentram, tenang, menikmati hidup, bebas adalah pengaktualisasian dari sehatnya mental seseorang. Seluruh kemampuan yang ada didalam diri seseorang akan dimaksimalkan untuk menghadapi segala kegiatan yang ada didalam dirinya. Menghadapi segala sesuatu dengan rasa percaya diri untuk melakukan suatu kegiatan, tidak ragu dan berani mengambil keputusan hidup merupakan bagian dari kesehatan mental yang sehat.

Orang ynag tidak dapat menerapkan dan mempraktikkan segala aspek tersebut dikatakan terganggu kesehatan mentalnya. Seseorang tersebut lebih melakukan suatu hal yang dinilai atau terlihat buruk daripada orang yang memiliki mental yang sehat. Bahkan tidak hanya nilai, tetapi berdampak pada kehidupan seseorang yang melakukan. Masalah akan bermunculan ketika hal tersebut terjadi.

Manusia memiliki kebutuhan untuk memelihara keunikan dan keterpusatannya. Tetapi disaat yang sama mereka memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain beserta alam. Dengan hal itu manusia memiliki kebutuhan yang kuat yakni menemukan identitas diri mereka.

Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari diri dan menjadikan dirinya mampu melampaui situasi yang dialami. Semakin tinggi kesadaran, semakin tinggi utuh diri seseorang. Pada dasarnya, manusia adalah bebas, maka dari itu, dia lah yang mengatur, mengarahkan dan mampu bertanggung jawab atas pengarahan hidup dan penentuan nasib yang akan menjadi pedoman atau dasar dari dirinya.

Dengan ciri khas beserta keunikan yang dimilikinya, manusia berusaha berjuang untuk mencari identitas diri dan arti makna yang ada di dalam hidupnya. Pada dasarnya, manusia itu kosong, tidak berisi, hampa, kesepian, cemas, merasa berdosa, merasa bersalah dan berbagai hal lainnya terutama pada remaja yang sering dipikirkan ketika malam hari menjelang tidurnya. Sebut saja overthinking. Kebiasaan itu membuat mereka berpikir bagaimana dan apa makna hidup sesungguhnya yang harus ia tempuh, ia capai, ia gapai dan bagaimana cara ia agar dapat bertahan.

Hal tersebut dinamakan aktualisasi diri. Yaitu pengaktualan suatu individu untuk mampu mengaktualkan segala potensi-potensinya sebagai manusia. Maka seseorang tersebut akan mengalami kepuasan yang paling berarti didalam hidupnya. Dimana kepuasan tersebut tidak dapat digantikan dengan barang, jasa, dan apapun itu. Bahkan uang sekalipun tidak dapat membuat rasa tersebut utuh pada diri seseorang. Karena pada dasarnya, manusia itu adalah pribadi yang terbiasa untuk mengingat.

Mengingat segala hal yang berkaitan dengan alur hidup, apalagi kisah yang sangat berkenang didalam hidup seseorang. Karena kita adalah peran utama atau tokoh utama yang berjalan disebuat film kita sendiri. Pemutaran kisah yang akan terjadi hanya satu kali dalam seumur hidup.

Karena terpaut pada satu kali dalam seumur hidup, seseorang yang bermental sehat akan memanfaatkan hidupnya, mengarahkan sekalogus mengerahkan segala potensi dirinya untuk berbuat suatu hal yang positif. Seperti menyusun segala rencana yang telah diatur dan dirancang demi perjalanan hidup yang lancer, baik, aman dan tertata rapi sesuai dengan rencananya.

Ia berusaha berinteraksi baik dengan orang sekitar, berusaha mencapai apa yang ia inginkan, pantang menyerah, apalagi jika itu berhubungan dengan cita-cita yang pastinya sudah ia susun sejak lama. Berawal dari orang yang berada disekitarnya menanyakan “cita-citamu apa nak?”. Pemikiran anak-anak pasti berpatok pada seseorang yang sukses pada profesinya. Rata-rata, seseorang apalagi anak sekolah yang masih dasar, berpikir jika profesi yang dikatakan sukses adalah dokter, polisi, tentara, pilot yang menjadi pedoman cita-cita sesungguhnya. Mereka dengan mudahnya menjawab ringan.

Seolah mereka dapat mencapai suatu cita-cita tersebut. Anak-anak mulai terpacu untuk bertekad niat menggapai cita cita yang sangat dikatakan akan menjadi seseoarang yang sukses jika bisa mencapai salah satu dari profesi diatas. Jika mereka gagal, mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri. Hal itu berdampak pada beberapa tahun yang akan datang. Mungkin 20 tahun lagi? 10 tahun atau bahkan hanya hitungan jengkal seseorang tersebut akan meratapi nasibnya. Menyesali jika apa yang ia susun tidak sesuai dengan rencana yang ia buat. Penyesalan akan mengakibatkan seseorang berpikiran negatif secara terus menerus.

Mulai dari tidak semangat menjalani hidup, kehidupan yang datar, rasa sesal yang besar, mengikuti alur hidup saja, takut untuk mencoba karena kegagalan yang ia tempuh sudah dianggap sebagai kegagalan hidup yang luar biasa. Bisa dilihat dari seseorang siswa yang mungkin tidak lolos pada suatu sekolah yang ia inginkan. Hal itu tentu berpengaruh pada kegiatan yang dialaminya disekolah. Tidak bangga dengan almamaternya yang ia dapatkan dan berlanjut hingga ke jenjang selanjutnya. Yaitu mahasiswa.

Satu kata yang memiliki arti tidak hanya kata. Melainkan suatu tanggung jawab yang harus dipegang, dilakukan dan dipertahankan hingga akhir. Saat memutuskan untuk menjadi mahasiswa, rata-rata mereka hanya gengsi. Tidak sedikit mahasiswa yang tetap menjalankan status mahasiswa meski jurusan yang ia tempuh tidak sesuai dengan harapannya. Kelanjutan dari kebiasaan yang telah dianut sejak kecil tentunya masih berlanjut hingga ke kelas mahasiswa. Bahkan hingga mendapatkan pekerjaan dan berkeluarga sekalipun. Menjaga mental untuk menyelamatkan segala garis hidup yang telah disusunnya adalah penyokong penting manusia untuk tetap bertahan menghadapi hidupnya.

Biasanya, mahasiswa yang bermental baik, yang tidak bermasalah akan menyadari jika suatu kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak jalan menuju roma. Masih banyak jalan yang akan ia capai meski kemungkinan gagal akan terulang kembali. Pantang menyerah adalah salah satu ciri seseorang bermental baja. Katanya. Terus melangkah adalah ciri dari orang yang bermental sehat.

Berbicara soal mental memang sudah tidak asing didengar. Kondisi mental pada setiap orang pun sulit untuk diraba. Karena bentuknya tidak terlihat secara fisik, melainkan secara batin yang dipendam pada diri seseorang. Maka dari itu, pentingnya menyadari kesehatan mental harus selalu diterapkan dan ditetapkan pada setiap jiwa manusia. Sebab, kondisi fisik yang terlihat baik saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang dikatakan benar – benar baik di setiap harinya. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Banyak orang yang terlihat baik-baik saja.

Namun ternyata, menyimpan banyak luka didalamnya. Luka tersebut jauh lebih sakit dibandingkan sakit pada umumnya yang terlihat secara fisik. Jika seseorang terganggu secara mental, maka respon tubuh akan menanggapi sugesti yang muncul di benak kita. Selanjutnya, dari sugesti akan membentuk apa yang akan terjadi pada seseorang kedepan. Karena sejatinya, seseorang yang bersugesti selalu memiliki  perasaan yang mudah emosional dan direspon ke dalam sistem saraf pusat. Yaitu pada bagian otak.

Contoh kasus atau kejadian yang sering terjadi di kota-kota besar adalah percobaan bunuh diri. Baik percobaan, maupun yang sudah terjadi. Kota yang terkenal dengan kota pendidikan pun ramai diperbincangkan oleh media. Antara lain, percobaan bunuh diri yang ada di sekitar kota Malang.

Mulai dari percobaan atau tragedi bunuh diri yang berlokasi di jembatan suhat, sungai brantas, hingga kampus saya sendiri yaitu UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang diduga terdapat seorang mahasiswa yang mencoba untuk melakukan percobaan aksi bunuh diri dengan alasan tidak mampu untuk bertahan menghadapi pahitnya lika liku kehidupan. Baginya, kehidupannya sudah tidak layak untuk diperjuangkan. Terlalu lelah dengan keadaan yang berujung tidak sesuai dengan realitanya. Rasa pahit itulah yang membuat mahasiswa tersebut melakukan percobaan aksi bunuh diri.

Ia mencoba lompat ke suatu danau yang berada di kampus III UMM. Beruntungnya, ada seseorang yang berusaha menolong agar kejadian tersebut tidak terjadi. Namun kenyataannya, mahasiswa tersebut menolak untuk ditolong. Beberapa orang yang melihhat kejadian itu langsung menghampiri dan menarik paksa mahasiswa tersebut agar tetap selamat. Sambil menolak pertolongan, mahasiswa tersebut mengatakan mengapa ia melakukan suatu hal tersebut.

Banyak alasan yang membuat bapak-bapak tersebut tercengang. Salah satunya ketika mahasiswa tersebut putus dengan pacarnya. Tidak hanya itu, ada masalah di dunia perkuliahan yang membuat semangat hidupnya padam, merasa tertekan, dan ujungnya pun melakukan suatu tindakan yang amat membahayakan. Suatu tindakan yang tidak dipikir matang-matang ketika melakukannya.

Dari berbagai aksi percobaan yang bertujuan untuk mengakhiri hidup pada seseorang tersebut tidak sepantasnya untuk dilakukan. Dan bahkan, percobaan bunuh diri tidak akan terjadi apabila kita menyadari terlebih dahulu seberapa besar pentingnya diri kita untuk tetap menjaga kesehatan jiwa ditengah gempuran masalah yang ada. Sebagai generasi Z yang mulai paham akan pentingnya kesehatan mental, mari berusaha memahami diri sendiri, saling menguatkan dan sebarkan kata positif untuk membangun jiwa yang menyenangkan.

Ketika ada masalah, jangan terlalu terpuruk pada suatu masalah yang mungkin tidak ada setengahnya dari perjalanan hidup. Semua masalah pasti bisa dilalui dengan akal sehat yang matang. Jangan terburu-buru dalam memutuskan sesuatu. Jika didapati suatu masalah, segera selesaikan dengan pikiran yang tenang, miliki lingkungan yang baik untuk membuat suasana hati tetap terjaga. Bisa juga mencari teman yang bisa dijadikan tempat curhat selagi kita dalam keadaan yang tidak baik. Ingatlah selalu orang-orang yang kamu sayangi, orang yang berjuang untuk kehidupanmu dan orang yang selalu menyayangi, menghargai dan mengharapkan masa depanmu.

Masa depan ada di tangan pemuda seperti kita. Jadi, mari menguatkan sesama pemuda untuk Indonesia kedepannya. Mulailah dari diri sendiri, lalu praktikkan kepada orang yang ada disekitar. Seperti selalu menjaga komunikasi antar keluarga, tetangga, saudara dan teman sekaligus sahabat yang selalu ada disetiap suka duka. Selain itu, jika terdapat hubungan asmara, jangan terlalu dibawa serius. Benar, cinta memang buta. Tetapi jangan sepenuhnya dibawa perasaan yang terlalu dalam.

Ada kalanya kita menaruh logika diatas cinta. Agar jika kita memiliki suatu masalah dengan dia (sang kekasih), kita tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang bisa mengakibatkan semangat menurun, hingga menjadi factor utama penyebab stress, depresi, hingga percobaan atau aksi bunuh diri yang biasanya dilakukan oleh beberapa mahasiswa, termasuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Hanum Widyasyafitri Mahasiswa UMM ,  jurusan Farmasi angkatan 2022

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6448161327885312719

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item