Pentingnya Etika Moral dan Agama dalam Dunia Kesehatan

Ilustrasi: tenaga kesehatan

Iftakhi Novi Nuraini

Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang Kesehatan dan memiliki kemampuan ataupun keterampilan melalui Pendidikan di bidang Kesehatan untuk jenis tertentu dan memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya Kesehatan.

Tenaga Kesehatan memiliki peranan yang penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar para masyarakat mampu meningkatkan kesadaran, maupun kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat.  Penyelenggaraan upaya Kesehatan harus di lakukan oleh tenaga Kesehatan yang bertanggung jawab,  serta memiliki etik dan moral yang tinggi, keahlian dan kewenangan yang secara terus menerus harus di tingkatkan mutunya melalui pendidikannya.

Dalam dunia kesehatan pelayanan kefarmasian juga sangat dibutuhkan . pelayanan kefarmasian adalah  suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi .dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. pelayanan kefarmasian juga merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah terkait obat .

Menjadi tenaga Kesehatan merupakan suatu hal yang tidak mudah. Untuk mendapatkan penilaian ataupun kritikan yang ideal dan baik di mata masyarakat maka di perlukan kompetensi yang baik dalam menjalankan peran dan fungsinya. sehingga kualitas dari pelayanan tenaga Kesehatan  yang tinggi memerlukan komitmen yang kuat dan juga di dorong dengan nilai moral dan etika yang baik.

Moral dan etika merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan sebagai aspek kemanusiaan yang mencerminkan kepribadian sesorang. Yang mana moral dan etika ini tidak hanya pada kehidupan sehari – hari namun hal ini juga berlaku dalam hal yang spesifik seperti lingkungan sekolah, keluarga, ataupun lingkungan sekitar, dan salah satunya yaitu tenaga Kesehatan.

Para tenaga Kesehatan baik kefarmasian, profesi, keperawatan, dokter ataupun tenaga medis lainnya sudah di tentukan norma – norma yang telah di tetapkan dan diterima oleh suatu kelompok dan untuk mengarahkan atau memberikan petunjuk kepada para anggotanya. Yaitu bagaimana cara berbuat dan sekaligus menjadi kualitas moral yang baik dan bersangkutan di mata masyarakat untuk memperoleh tanggapan yang positif,

Moral, merupakan suatu ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umumnya mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya . Moral merupakan standar perilaku yang memungkinkan setiap orang untuk dapat hidup secara kooperatif dalam suatu kelompok. Moral dapat mengacu pada sanksi - sanksi masyarakat terkait perilaku yang benar dan dapat diterima., apa yang dapat dilakukan dan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia ( Atkinson, 1969 ). Kata moral dapat mengacu pada baik dan buruknya seseorang sebagai manusia,

sedangkan etika merupakan suatu aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku. Penerapan norma ini sangat erat kaitannya dengan sifat baik dan buruknya individu di dalam bermasyarakat. Dengan kata lain, etika adalah ilmu yang menunjukkan tentang baik dan buruknya manusia, sejauh mana yang dapat di pahami oleh pikiran manusia.  “ Etika farmasi pada dasarnya menitik beratkan pada kode etik atau etika sosial yang hanya berlaku bagi kelompok profesi tertentu.

Disini profesi yang dimaksud adalah profesi apoteker. Profesi apoteker harus memiliki ciri-ciri mensyaratkan pengetahuan intelektual yang ekstensif dan unusual dan bisa diterapkan dalam praktek. Selain itu profesi juga mensyaratkan proses lisensi atau sertifikasi, biasanya ada ujian kompetensi, ” ( prof. Marchaban ).

“Etika untuk profesi apoteker di Indonesia disusun menjadi Kode Etik Apoteker Indonesia (KEAI) yang memiliki tujuan untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajiban seperti menjunjung tinggi martabat profesi, menjaga dan memelihara kesejahteraan anggota lahir batin, mengator anggota agar melakukan praktek secara professional, menghindari masyarakat menerima pelayanan yang tidak professional, dan juga menjamin mutu produk farmasi sampai ke tangan pasien.”, jelas Prof. Marchaban. Setidaknya ada empat prinsip - prinsip etika kefarmasian. Prinsip tanggung jawab, prinsip keadilan, prinsip otonomi dan prinsip integritas moral.

Sedangkan kode etik untuk apoteker, Prof. Marchaban mengatakan bahwa berisi empat bagian utama. Pertama, kewajiban apoteker secara umum. Kedua, kewajiban apoteker kepada masyarakat dalam melakukan praktek kefarmasian. Ketiga, kewajiban apoteker terhadap rekan sejawat dan Keempat, kewajiban apoteker terhadap rekan sejawat kesehatan lainnya.

Tidak hanya etika dan moral saja yang penting dalam dunia Kesehatan peran agama juga sangat penting, agama merupakan istilah yang di difinisikan dengan mengikatkan diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar diri manusia dan yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.

Definisi lain menyatakan  pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan adanya kekuatan ghaib yang harus di patuhi. Maka, hubungan antara agama dan Kesehatan yaitu sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa, terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan Yang Maha Tinggi. Sikap tersebut akan memberikan sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul perasaan positif seperti rasa bahagia, puas, sukses, merasa dicintai, atau merasa aman. Beberapa manfaat agama untuk Kesehatan adalah sebagai berikut :

  1. Membuat hidup menjadi lebih positif

Penelitian menemukan bahwa orang yang memiliki keyakinan atau agama tertentu dan menjalaninya dengan baik cenderung memiliki pola pikir yang positif ataupun optimis, mempunyai  lebih banyak teman, dan lebih dekat dengan keluarga.

  1. Mengajarkan cara hidup yang sehat

Sebagian besar agama mengingatkan umatnya untuk hidup sehat dengan menjauhi berbagai perilaku yang berisiko, seperti menggunakan narkoba, melakukan seks bebas, dan mabuk -mabukan. Selain itu, agama juga menganjurkan penganutnya untuk melakukan hal - hal yang menyehatkan, seperti berpuasa, melakukan meditasi, dan berdoa.

  1. Memberikan dukungan sosial

Dengan menghadiri acara keagamaan atau ibadah, seseorang juga akan merasa menjadi bagian dalam suatu kelompok, karena terbiasa bertemu dan berinteraksi dengan orang - orang yang seiman dan sejalan.

  1. Mengurangi stres

Berdoa dan shalat, juga dapat menjadi cara untuk menjaga diri dari stres. Mengendalikan stres dengan baik dapat membantu tubuh terhindar dari berbagai penyakit, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, ataupun penyakit lainnya yang dapat menyerang dengan tiba – tiba atau mendadak.

  1. Memberikan tujuan hidup

Agama juga akan membuat manusia memiliki tujuan hidup. Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang beragama biasanya lebih mampu merasa bahagia dan puas akan kehidupannya, serta senang dalam menjalankan kehidupannya.

Menurut pendapat saya menjadi tenaga Kesehatan yang memiliki moral dan etika yang baik dapat di simpulkan bahwa perkembangan yang dihasilkan adalah dapat bertujuan untuk menjunjung tinggi kemanusiaan. Dan peran agama dalam Kesehatan juga sangat penting terhadap diri seseorang. karena akan mempermudahkan dalam bekerja serta dalam saat merawat pasien ataupun meracik obat. Dan dapat di permudahkan dalam berbagai urusan. karena dengan di bantu dengan doa semua akan cepat terselesaikan. Etika moral dan agama tidak jauh dengan tenaga Kesehatan.

Iftakhi Novi Nuraini mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dari jurusan Farmasi angkatan 2022

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 138965678825622938

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item