Merangkai Kembali Bencana Alam di Akhir Tahun 2022

Eropsi Gunung Semeru Lumajang Jawa Timur (*)

Nur Alifah

Indonesia merupakan negara yang rentan sekali dengan bencana alam. Indonesia terletak di tiga irisan lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo – Australia, dan lempeng Pasifik. Itu menjadi salah satu faktor mengapa di negara Indonesia ini sering sekali terjadi bencana alam.  Akhir – akhir ini banyak sekali dikabarkan bahwa di sejumlah wilayah di Indonesia telah terjadi bencana alam yang tidak terduga pada bulan Desember 2022.

Bencana alam tersebut sangat beragam mulai dari banjir, angin puting beliung, gempa bumi, hingga erupsi sejumlah gunung merapi. Hal tersebut membuat masyarakat semakin tidak tenang. Selain membahayakan diri mereka, masyarakat juga menanggung dampak kerugian yang terjadi, aktivitas sehari – hari mereka juga menjadi terhambat atau bahkan ada yang tidak bisa bekerja lagi.

Salah satu bencana alam yang sering sekali terjadi adalah banjir. Penyebabnya ialah akibat curah hujan yang sangat tinggi di akhir tahun ini dan juga masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai maupun di selokan sekitar lingkungan rumah mereka. Biasanya sering terjadi dikota – kota besar yang padat penduduk.

Kurangnya tempat resapan air, naiknya debit air akibat hujan yang terus menerus, dan tersumbatnya jalan aliran air menjadi pemicu air semakin cepat meluap dan menyebabkan banjir. Banjir juga membuat tempat tinggal menjadi tidak layak huni akibat air yang meluap masuk ke dalam rumah.

Daerah yang terdampak banjir juga biasanya rawan akan terkena penyakit kulit seperti gatal – gatal dan sebagainya akibat air banjir yang kotor dan juga terkontaminasi oleh sampah – sampah yang ikut hanyut, selain itu juga karena sulitnya air bersih untuk mandi, mencuci baju, maupun untuk memasak.

Selain menyebabkan banjir, curah hujan yang sangat tinggi juga menyebabkan tanah longsor di beberapa daerah khususnya di dataran tinggi. Dikarenakan tanah menjadi lebih gembur dan kurangnya pepohonan akibat ditebang oleh masyarakat sekitar menjadi pemicu seringnya terjadi tanah longsor. Saat tanah longsor terjadi, banyak warga yang menjadi korban jiwa karena kurang cepat menyelamatkan diri maupun yang tidak mengetahuinya.

Kebanyakan korbannya adalah orang tua/lansia, anak – anak, bahkan hewan peliharaan yang belum sempat terselamatkan juga ikut terpendam oleh reruntuhan tanah longsor. Selain akibat curah hujan yang sangat tinggi, tanah longsor juga bisa disebabkan oleh kemiringan tanah sudah berada pada sudut yang memicu terjadinya longsor. Bila hal itu sudah terjadi sebaiknya masyarakat sekitar menjadi lebih waspada dan mengurangi aktivitas disekitar tebing tersebut.

Tidak hanya banjir dan tanah longsor yang menjadi kekhawatiran masyarakat akibat curah hujan yang sangat tinggi pada bulan Desember 2022. Terjadinya angin puting beliung juga menjadi salah satu momok yang ditakuti oleh masyarakat. Hujan yang lebat disertai angin kencang membuat masyarakat yang berlindung dibawah atap rumah mereka masing – masing menjadi sangat was – was sekali.

Mereka semua hanya berharap saat angin kencang datang atap rumah yang digunakan mereka untung berlindung tidak ikut terbawa oleh pusaran angin yang sangat mengerikan. Seperti beberapa waktu lalu terjadi angin kencang di salah satu daerah di provinsi Jawa Tengan. Banyak benda yang beterbangan akibat terbawa oleh angin yang sangat kencang.

Yang ditakutkan mereka ialah benda – benda tersebut dapat melukai orang karena banyak benda berbahaya dan juga tajam yang ikut terbawa. Sebaiknya juga jika hujan lebat dan disertai angin sangat tidak disarankan untuk kita berteduh di bawah pepohonan yang rindang untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang

Selanjutnya bencana alam yang akhir – akhir ini juga banyak dibicarakan oleh para masyarakat yaitu erupsi gunung merapi. Salah satu gunung merapi yang sedang terjadi erupsi adalah Gunung Semeru. Seperti yang diketahui bahwa pada tahun 2021 kemarin Gunung Semeru sempat meletus hingga menyebabkan lingkungan yang berada di sekitar lereng kaki Gunung Semeru terpendam oleh pasir dan abu vulkanik, dan menyebabkan putusnya jembatan yang menghubungkan kota malang dengan kota lumajang. banyak rumah – rumah yang rusak hingga akhirnya para warga terpaksa harus pindah dan mengungsi sementara waktu ditempat yang aman.

Banyak sekali relawan yang datang membantu para warga untuk mengamankan diri dan keluarga mereka. Selang beberapa bulan akhirnya pemerintah membangunkan rumah untuk para korban letusan Gunung Semeru sebagai ganti rumah mereka yang telah hancur. Mereka sangat senang sekali karena bisa tinggal kembali di tempat tinggal yang layak dan tentunya nyaman. Namun selang waktu yang tak lama, mereka di takutkan kembali dengan asap tebal yang keluar dari kawah Gunung Semeru.

Gunung Semeru diperkirakan mengalami erupsi lagi beberapa kali ditahun 2022. Pemerintah memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar agar tetap waspada dan mengurangi segala kegiatan yang berada di sekitar kaki Gunung Semeru untung berjaga – jaga jika sewaktu – waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

Selain itu ada juga bencana alam yang mengejutkan yaitu gempa bumi. Gempa bumi juga sering terjadi di Indonesia baik yang berskala rendah maupun sampai yang berskala tinggi. Gempa bumi disebabkan oleh pergeseran/pergerakan lempeng bumi. Gempa bumi yang berpusat di dasar laut dan berskala tinggi bisa saja menyebabkan tsunami. Getaran yang dihasilkan dari gempa bumi bisa saja mengakibatkan tanah longsor dan bangunan runtuh ataupun retak.

Salah satu bencana alam gempa bumi yang tejadi di tahun 2022 yaitu di Banten. Gempa bumi tersebut menyebabkan banyak rumah warga yang rusak dan banyak korban jiwa tetimpa reruntuhan bangunan tersebut. Pemerintah juga dengan tanggap langsung mengevakuasi para warga ke tempat pengungsian yang lebih aman dan sesegera mungkin memberikan bantuan.

Banyak bencana alam yang terjadi di penghujung tahun 2022 ini, seakan menjadi pertanda kepada kita semua bahwa agar kita semua bisa lebih baik dalam menjaga dan merawat kelestarian bumi kita. Bencana alam memang tidak dapat diprediksi kapan akan datang dan kapan akan terjadi. Kita sebagai manusia tetap harus waspada dan berhati – hati dimanapun dan kapanpun itu. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?.  

Nur Alifah Mahasiswa UMM jurusan Farmasi angkatan 2022

POSTING PILIHAN

Related

Utama 5921377677971651001

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item