Menjaga Kesehatan Mental Remaja dengan Memperdalam Ilmu Keagamaan

 Miranda Ayu Margaretha


Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang belum terpecahkan sampai saat ini termasuk di Indonesia, karena masih banyaknya masyarakat yang menganggap remeh terkait permasalahan tersebut. Kesehatan mental dapat menyerang siapa saja dari remaja sampai orang dewasa, namun dalam hal ini remaja memiliki potensi yang lebih besar mengenai gangguan terhadap kesehatan mental mereka.

Saat ini teknologi telah berkembang pesat, semua orang sedang berkompetisi untuk menciptakan hal baru dan juga berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di bidangnya. Hal ini menjadi salah satu pemicu terhadap tingkat depresi pada remaja. Remaja sering kali merasa cemas terhadap masa depan mereka masing-masing, kadangkala ini yang menyebabkan mereka sulit makan, sulit tidur dan berakhir kepada gangguan mental.

Melihat data yang telah diberikan oleh dataindonesia.id, yaitu survey 1 dari 3 remaja di Indonesia yang mempunyai masalah terhadap kesehatan mental. Menurut survey yang telah di lakukan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022, diketahui sebanyak satu dari 3 remaja di Indonesia yang berusia diantara 10-17 tahun memiliki masalah terhadap kesehatan mental selama 12 bulan terakhir. Jumlah yang telah diberikan setara dengan 15,5 juta penduduk dengan kategori remaja di dalam negeri. Lalu sebanyak 1 dari 20 remaja yang berada pada usia 10-17 tahun juga mengidap gangguan mental, jumlahnya setara dengan 2,45 juta remaja di Indonesia. (Rizaty, 2022)

Dari data yang telah disebutkan, kita dapat mengetahui bahwa jumlah remaja di Indonesia yang mengalami masalah terhadap kesehatan mental tidak sedikit. Tentunya ini bukan hal yang baik bagi pertumbuhan remaja di Indonesia. Masyarakat di Indonesia harus lebih memperhatikan lagi terkait permasalahan kesehatan mental yang banyak terjadi pada remaja.

Di sini peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi dan membantu memperhatikan kesehatan mental pada anak-anak mereka. Selain itu, memperdalam ilmu keagamaan juga disarankan untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil. Karena, agama dimaknai sebagai salah satu unsur didalam kehidupan dan agama juga menentukan terkait dalam hal pembangunan psikis, batin maupun mental pada manusia. Orang yang memiliki nilai keagamaan yang kuat dalam diri mereka biasanya selalu melakukam aktivitas yang bersofat positif.

Namun, masih banyak orang yang bingung bagaimana agama mampu membantu setiap individu dalam menjaga kesehatan mental mereka. Saat ini juga terdapat banyak manusia yang jauh dari unsur keagamaan sehingga sulit menerapkannya. Tujuan dibuatkannya artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta wawasan tentang bagaimana peran agama dalam menjaga kesehatan mental setiap individu khususnya remaja.

Apakah dengan memperdalam ilmu keagamaan dapat menjauhkan kita dalam masalah kesehatan mental. Dalam hal ini, siapa yang akan membantu setiap individu untuk memperdalam ilmu keagamaan mereka. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini menggunakan metode study literatur, yang berarti setiap informasi yang akan diberikan dapat berasal dari beberapa penilitian yang ada pada jurnal, website maupun buku. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi, informasi serta pengetahuan untuk mendukung penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kesehatan mental serta keagamaan.

Agama dapat diartikan sebagai segala tindakan, perasaan juga pengalaman pribadi setiap individu ketika berhadapan dengan segala sesuatu yang bersifat ilahiah (Azisi 2020). Namun, dari segi bahasa agama sebenarnya memiliki banyak definisi yang membahas mengenai konsep agama itu sendiri. Menurut Oxford Dictionary pengertian agama merupakan sebuah pengakuan yang dilakukan oleh manusia terhadap suatu hal ataupun kekuatan yang sifatnya ghaib serta didalamnya terdapat pengaturan mengenai nasib pada setiap manusia atau individu, menyembah dan menghormati, juga menekankan kewajiban yang ada pada manusia untuk selalu taat terhadap setiap ajaran maupun nilai-nilai agama yang ada.

Kesehatan mental merupakan suatu keadaan yang menghindarkan seseorang dari keluhan dan juga gangguan mental yang berupa neurosis ataupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa pada diri masing-masing individu (Hamid 2017). Mental yang sehat tentunya jarang terganggu dengan Stressor yakni penyebab terjadinya stress. Orang dengan mental yang baik mampu menahan diri mereka dari segala tekanan yang dapat datang dari diri mereka sendiri maupun dari lingkungan yang ada. 

Menurut Zakiah Daradjat, ciri-ciri seseorang yang memiliki kesehatan mental dapat dikelompokkan menjadi enak kategori, yaitu memiliki sikap batin atau yang biasa disebut sebagai attitude yang positif terhadap dirinya sendiri, mampu mengaktualisasi diri, mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi psikis yang ada, mampu berotonom terhadap dirinya sendiri (mandiri), memiliki persepsi yang obyektif terhadap realitas yang ada, mampu menyelaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri.

Gangguan mental yang terjadi pada remaja dapat mempengaruhi kondisi pikiran, perasaan, dan juga mood mereka. Selain itu juga, gangguan mental juga mempunyai pengaruh dalam segala fungsi sehari-hari individu serta kemampuan mereka ketika berinteraksi dengan banyak orang.  Salah satu faktor yang dapat membantu setiap individu khususnya remaja untuk memperbaiki kesehatan mental mereka adalah dengan memperdalam ilmu kegamaan. Agama jelas mempunyai peranan yang cukup penting dalam membina moral setiap individu karena seperti yang kita tahu bahwa nilai-nilai moral yang datang dari agama bersifat tetap dan juga universal.

Bahkan pernah disebutkan bahwa pada abad ke-19 para ahli kedokteran mulai menyadari bahwasanya hubungan antara kondisi psikis manusia dan penyakit, dalam hal ini penyakit yang disebutkan yaitu penyakit hati yang dapat memicu terjadinya gangguan jiwa dan kehidupan yang tidak teratur bahkan lepas kontrol. Menurut para ahli kedokteran ataupun medis, penyakit kejiwaan tidak ada hubungannya dengan penyembuhan melalui cara medis. Justru agamalah yang berperan penting dalam hal ini.

Untuk meningkatkan kesehatan mental maka diperlukan kemampuan untuk selalu berfikir positif. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan ditunjukkan bahwa dengan pengaruh positif yang berasal dari religiusitas terhadap kondisi psikologis daro seseorang yang bersifat negatif seperti tekanan psikologis dan juga stress (Ayu Rianti and Hidaya 2020). Meningkatkan keimanan juga diperlukan untuk menjaga kesehatan mental. Berkaca dari kisah Maryam binti Imran yang memiliki keimanan yang kuat terhadap Sang Maha Pencipta, keimanan yang dimilikinya merupakan terapi terbaik bagi keresahan bagi manusia, karena keimanan adalah salah satu kekuatan yang harus dipenuhi dalam rangka menopang hidup manusia.

Seperti yang disebutkan dalam kitab Al-Qur’an Maryam binti Imran merupakan manusia yang berpedoman terhadap agama juga memiliki ketaatan serta keyakinan yang bersifat pasrah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an bentuk kepasrahan yang beliau lakukan terletak dalam surat Maryam ayat 30. Saat itu dikisahkan bahwa kaum Bani Israil mempunyai prasangka buruk terhadap Maryam binti Imran serta tidak ada seorang pun yang percaya pada saat itu bahwasanya kehamilan yang dialami oleh beliau merupakan suatu wujud kemuliaan dan juga ketetapan Allah SWT.

Dalam hal ini, berdasarkan M. Quraish Shihab yang merupakan seorang pakar tafsir memberitahu bahwa meskipun Maryam binti Imran dihina, lalu diasingkan dan juga dipandang rendah oleh orang-orang beliau tetap menyerahkan segala persoalan tersebut kepada sang Maha Pencipta. Berkat hal tersebut psikis Maryam binti Imran tetap tegar dan tenang dalam menghadapi segala tuduhan yang dilakukan oleh Bani Israil (Muhammad Shodiq Masrur, 2020).

Dalam hal ini kita dapat mengikuti keimanan yang dilakukan oleh Maryam binti Imran. Karena dengan meyakini bahwa Tuhan akan menyelesaikan segala persoalan kita maka keresahan yang selalu menghampiri dan menyebabkan gangguan pada mental setiap individu dapat teratasi dan digantikan dengan ketenangan.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya meningkatkan ibadah kita kepada sang Maha Pencipta seperti berdoa dan berzikir dapat meningkatkan kesehatan mental. Zikir dapat mengembalikan kesadaran seseorang yang hilang yang diakibatkan oleh aktivitas. Zikir membuat seseorang untuk selalu mengingat serta menyebutkan kembali setiap hal yang bersembunyi di dalam hati mereka. Zikir dapat mengingatkan kepada seriap orang bahwa di dunia ini yang mampu menyebuhkan segala jenis penyakit hanya Allah SWT. Dalam hal ini diketahui bahwa zikir mampu memberikan sugesti penyembuhan. Didapati juga bahwa zikir memiliki kesamaan dengan terapi rileksasi yakni suatu bentuk terapi yang menekankan setiap upaya dalam mengantarkan pasien tentang bagaimana cara ia harus beristirahat dan bersantai.

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan diatas, dapat disimpulkan bahwa agama memiliki peran yang cukup penting dalam mengatasi masalah terhadap kesehatan mental. Dengan cara selalu beribadah kepada Tuhan, tidak lupa untuk selalu berdoa dan juga berzikir, meningkatkan keimanan juga diperlukan agar keresahan yang ada pada setiap individu dapat digantikan dengan ketenangan.

Dalam hal ini peran orang tua juga sangat diperlukan dalam membimbing anak-anak mereka serta memenuhi kebutuhan mereka, memilih lingkungan yang memiliki nilai positif juga diperlukan karena lingkungan memiliki pengaruh juga terhadap gangguan yang terjadi pada mental remaja. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah remaja yang memiliki masalah terhadap kesehatan mental tidak semuanya memiliki keinginan untuk memperdalam ilmu kegamaan mereka.

Seperti yang kita tahu bahwa masih banyak orang yang sering mengabaikan agama dalam kehidupan sehari-hari mereka karena menganggap itu semua tidak penting. Jika sudah seperti ini maka tidak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada seorang psikolog jika mengalami masalah pada kesehatan mental. Berkonsultasi kepada orang lain mengenai masalah yang terjadi pada diri sendiri juga dapat membantu meringankan masalah yang dihadapi.

_____

Miranda Ayu Margaretha mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dari jurusan Farmasi angkatan 2022,

POSTING PILIHAN

Related

Utama 2154596545122842933

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item