Mahasiswa Baru dan Problem Kepadatan Lalu Lintas di Kota Malang

Salah satu sudut kota Malang yang oadat lalu lintas kendaraan (*)

Farhan Restya Ramadhan

Mahasiswa baru, transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi menghadirkan beberapa tantangan bagi mahasiswa utamanya mereka yang baru lulus SMA memasuki masa dewasa awal. Namun, beberapa siswa belum mampu berjuang dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri. Dalam arti lain, adaptasi ialah proses yang tak pernah lekang dari kehidupan manusia, terutama dalam menghadapi perubahan.

Secara demikian mahasiswa baru memasuki ranah pendidikan tinggi setelah lulus SMA. Pada tahun pertama perkuliahan seringkali dianggap sebagai masa-masa yang paling menyedihkan bagi mahasiswa, dimana mahasiswa dihadapkan pada berbagai situasi baru. Perubahan lingkungan yang dihadapi oleh mahasiswa baru akan membentuk persepsi mereka, utamanya keahlian mereka untuk mengatasi berbagai kendala dan tantangan kehidupan kampus.

Salah satu hambatan adalah kondisi lalu lintas yang berbeda. Para pelajar yang melakukan transisi menjadi mahasiswa harusnya siap dengan kondisi lalu lintas yang ada. Mereka menyesuaikan diri karena, kondisi lalu lintas di kota pendidikan tentunya lebih padat. Bagi mereka yang datang dari jauh tentunya akan kaget dan membutuhkan 

Waktu untuk beradaptasi, walaupun tidak membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, perubahan musim yang cukup ekstrim selalu identik bersamaan dengan adanya penerimaan mahasiswa baru, dimana mahasiswa baru kesulitan untuk beradaptasi dengan suhu lingkungan yang berbeda dari daerah asal mereka.

Tapi, mereka bisa menghadapi permasalahan ini seiring berjalannya waktu. Hambatan-hambatan mahasiswa baru dalam lingkup kecil seperti kepadatan lalu lintas dan perubahan iklim yang menyertainya. Membuat mahasiswa harus beradaptasi dengan cepat karena, lingkungan mahasiswa adalah hal baru yang harus ditempuh untuk pendidikan mereka yang lebih baik.

Lulus dari sekolah menengah dan memiliki kesempatan untuk kuliah di universitas terbaik adalah impian setiap siswa. Pelajar harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke universitas impian mereka. Ada beberapa jalur yang bisa digunakan yaitu SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri. Jalur seleksi mahasiswa baru adalah cara yang paling mudah dan setiap orang dengan batas umur yang ditentukan mendapatkan kesempatan yang baik untuk masuk ke kampus impian.

Namun, ada beberapa cara untuk mendukung siswa dalam perjalanan mereka untuk masuk. Salah satu cara adalah mengikuti bimbel (bimbingan belajar) dan upaya yang dilakukan akan membawa mereka ke perguruan tinggi impian mereka. Setelah resmi masuk di jenjang universitas, mereka akan dihadapkan pada kehidupan mahasiswa yang jauh berbeda dari kehidupan siswa layaknya persekolahan.

Mahasiswa baru adalah posisi yang dipegang oleh beberapa siswa yang melanjutkan pendidikan di universitas. Usia siswa bervariasi antara 18 dan 25 tahun. Mereka diklasifikasikan dari remaja akhir hingga dewasa awal atau paruh baya (Yusuf, 2004), Memasuki dunia universitas membawa perubahan hidup yang besar (Santrock 2007) Mahasiswa baru harus siap menghadapi masalah yang sama dengan mahasiswa baru. Mereka harus menemukan cara untuk beradaptasi

Kepadatan lalu lintas atau yang biasa dikenal dengan kemacetan adalah suatu keadaan dimana kendaraan menumpuk pada suatu jalan tertentu. Beberapa faktor yang menjadi penyebab yaitus jumlah kendaraan yang membludak dalam nuas jalan, selain itu kebiasaan yang tidak ingin mengalah atau antri. Salah satu kota yang memiški kepadatan volume kendaraan adalah kota Malang. Kota yang dikenal sebagai kota pendidikan ini, sebagian besar penduduknya bertumpu pada transportasi untuk mobilitas mereka sehari-hari. Di mulai dari sepeda, becak, motor, mobil, truk, dan bis.

Pada saat mahasiswa baru berbondong-bondong mendatangi kota Malang, maka seketika kepadatan lalu lintas tidak dapat terhindarkan. Hal tersebut, menjadi salah satu masalah yang sering dirasakan segala pihak seperti mahasiswa utamanya mahasiswa baru. Salah satu cara untuk mengatasi kepadatan lalu lintas ialah mahasiswa baru berusaha untuk mencari jalan tikus.

Jalan Tikus dapat digunakan untuk mendistribusikan kendaraan yang melewati jalur utama agar tidak terkonsentrasi di satu tempat. Jalan itu berfungsi sebagai opsi jalan lain apabila jalan utama di jalan buntu atau padat tak bergerak. Jalan alternatif, secara tekstur jalan tidak seperti jalan raya yang terlihat bagus. Mulai sekarang, dapat berkurang beban masalah mahasiswa baru karana, telah dipecahkan untuk mengurangi dan menghindari kemacetan lalu lintas

Pemanasan global diyakini menyebabkan peristiwa iklim ekstrem, di mana kelebihan curah hujan berkurang di daerah tertentu dan meningkat di daerah lain. Hal ini meningkatkan risiko terkena kekeringan atau banjir di masa mendatang. Marpaung dkk. (2011) menemukan efek global warming terhadap kejadian iklim ekstrim seperti musim kemarau panas yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan dan krisis air minum serta memicu kebakaran hutan.

Ketidakstabilan seperti awal musim, hujan, terlambat, dan berakhir lebih awal. Sepanjang awal juni sampai dengan desember setiap tahunnya adalah suhu udara yang paling dingin. Pada malam hari, suhu udara bahkan bisa menyentuh angka 16-18 derajat celcius. Karena bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru perubahan musim yang ekstrem ini di beri julukan “Musim Maba”. Mahasiswa baru harus dibiasakan dengan perubahan ekstrem ini

Walaupun tak jarang banyak mahasiswa yang tidak kuat dan jatuh sakit. Namun, seiring julukan itu menjadi populer dikalangan mahasiswa mereka sudah harus mempersiapkan perbekalan obat-obatan untuk dirinya dan beberapa selimut tebal untuk menjaga kehangatan tubuh mereka.

Solusi yang dapat ditempuh mahasiswa baru untuk kepadatan lalu lintas dan perubahan musim yang ekstrim adalah dengan cara membiasakan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan juga berusaha untuk mengetahui gang-gang kecil atau jalan alternatif di kota malang untuk menghindari kemacetan yang berkepanjangan. Dari penyelesaian tersebut permasalahan mahasiswa baru terkait dengan kepadatan lalu lintas dan musim yang ekstrim akan terpecahkan.

_____

Farhan Restya Ramadhan , adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

 

 

 

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6575892782825771213

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item