Disyangkan, Terdapat Bahan Pelarut Oplosan pada Obat Sirup

Konferensi pers BPOM terkait obat sirup yang mengandung EG dan DEG (sumber: viva.co.id)

onferensi pers BPOM terkait obat sirup yang mengandung EG dan DEG

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Jumat, 11 November 2022 - 10:57 WIB
Judul Artikel : Bahan Baku Obat Sirup Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Akut Ternyata Oplosan, Ini Kata BPOM
Link Artikel : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1542858-bahan-baku-obat-sirup-diduga-penyebab-gangguan-ginjal-akut-ternyata-oplosan-ini-kata-bpom
Oleh : Sumiyati
onferensi pers BPOM terkait obat sirup yang mengandung EG dan DEG

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Jumat, 11 November 2022 - 10:57 WIB
Judul Artikel : Bahan Baku Obat Sirup Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Akut Ternyata Oplosan, Ini Kata BPOM
Link Artikel : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1542858-bahan-baku-obat-sirup-diduga-penyebab-gangguan-ginjal-akut-ternyata-oplosan-ini-kata-bpom
Oleh : SumiyatiKo
onferensi pers BPOM terkait obat sirup yang mengandung EG dan DEG

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Jumat, 11 November 2022 - 10:57 WIB
Judul Artikel : Bahan Baku Obat Sirup Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Akut Ternyata Oplosan, Ini Kata BPOM
Link Artikel : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1542858-bahan-baku-obat-sirup-diduga-penyebab-gangguan-ginjal-akut-ternyata-oplosan-ini-kata-bpom
Oleh : Sumiyati

Widhie Elysia Alva

Bahan etilen glikol yang terkandung pada banyak produk obat batuk cair atau sirup diketahui menjadi penyebab utama masalah gangguan gagal ginjal akut di anak. Itulah sebabnya Kementerian Kesehatan menghimbau rakyat untuk menghentikan sementara penggunaan obat sediaan sirup dan  menghimbau para dokter dan  apoteker menghentikan sementara pemberian resep obat sirup kepada pasien anak.  

Badan pengawasan Obat dan makanan (BPOM) menemukan bahwa adanya bahan baku berupa propilen gliko di obat sirup yang mengandung cemaran EG serta DEG yg melebihi ambang batas keamanan yg ditetapkan menggunakan kadar 52 hingga 99 persen. tidak heran sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengalami gangguan gagal ginjal akut sebab tingginya kadar cemaran yg terkandung pada bahan bakuobat sirup tadi.

Mengacu di pencarian penyebab ratusan masalah penyakit gagal ginjal akut pada anak di Indonesia, kini ada 4 tersangka dari PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Afi Farma serta CV samudera Chemical. Ditemukan, keempat industri tadi memakai bahan pelarut obat cair yang kini diduga sebagai penyebab gagal ginjal pada anak yaitu etilen glikol (EG) serta dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas keamanan. Zat ini dipergunakan sebagai pelarut sirup buat menggantikan gliserin sebab harga nya yang lebih murah. Tidak sama dengan menggunakan gliserin, etilen glikol bisa mengakibatkan keracunan bila dikonsumsi melebihi batas yg sudah ditetapkan.

Keracunan etilen glikol serta dietilen glikol bisa terjadi bila menelan, menghirup, atau, bersentuhan dengan zat kimia tadi. Meski begitu, pengaruh keracunan berat, termasuk gagal ginjal akut progesif atipikal, bisa terjadi bila tertelan zat kimia tadi dalam jumlah yang banyak. Setelah tertelan pula etilen glikol hanya membutuhkan waktu 1-4 jam untuk bereaksi di dalam tubuh serta diubah menjadi senyawa beracun. Tanda-tanda keracunan etilen glikol timbul secara bertahap selama 72 jam sesudah zat tertelan.

Peningkatan masalah gangguan gagal ginjal pada anak ini mengakibatkan penghentian sementara penggunaan obat sirup. Tetapi, pemerintah sudah memberikan alternatif lain pengobatan yang bisa diberikan untuk mengatasi keluhan ini. Jika anda atau anak anda baru saja mengonsumsi obat, terutama obat sirup, serta mengalami gejala yg menunjuk pada keracunan etilen glikol ataupun dietil glikol, jangan menunda buat segera pergi ke IGD atau Rumah Sakit terdekat untuk menerima penanganan lebih lanjut dari dokter.

Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) Republik Indonesia melakukan pengecekan penelurusan ke gudang CV samudera Chemical di Rabu (9/11/2022). Disana, ditemukan drum yang bertuliskan ‘propilen glikon’, yaitu suatu bahan pelarut yang memang diperbolehkan asal cemaran ED-DEG berada di ambang batas yg telah aman maksimal  0,1 persen. Namun, sesudah dicek lebih lanjut, ternyata isi drum tadi merupakan cairan menggunakan cemaran EG serta DEG hingga 91 %.

Cemaran ini kemudian digunakan untuk menghasilkan produk obat sirup keluaran dari PT Yarindo Farmatama, yang kini diduga pemicu utama gagal ginjal akut pada anak-anak. Selain itu pula ditemukan bahan pelarut obat cair sirup menggunakan cemaran EG serta DEG yang telah dioplos dengan bahan lain. “ada yg etilen glikol, ada yg dicampur. Campurannya terdapat air juga,” beber Deputi Bidang Penindakan BPOM RI, Agus Nugroho, ketika ditemui di kantor BPOM RI, Jakarta pusat pada Kamis (17/11).

Diketahui, CV samudera Chemical merupakan distributor kimia biasa yang sebenarnya tidak boleh memasok bahan pelarut obat untuk industri kimia seperti PT Yarindo Farmatama. Industri farmasi, pada hal ini pula Pedagang besar Farmasi (PBF), seharusnya memakai pelarut yang berasal dari distributor khusus yang menggunakan mutu pharmaceutical grade. Di kesempatan tersebut juga, ketua BPOM RI Penny K Lukito menyampaikan bahwa diduga, sempat terjadi kelangkaan bahan serta harga bahan obat menjadi lebih mahal.

Alhasil, sejumlah industri menjadi menggunakan bahan pelarut obat dengan harga yang lebih murah, yang ternyata mengandung cemaran EG serta DEG yang jauh melebihi ambang batas aman pemakaian. Karena inilah para industri obat melakukan pengoplosan dan memalsukan bahan obat, jadi terdapat salah satu industri farmasi yang mendapatkan satu batch bahan pelarut obat yang terdiri dari 3 drum, 2 drumnya yang di cek memenuhi persyaratan 0,1 % EG serta DEG dan drum satu lagi lebih dari 90 persen kandungannya.

Untuk itu Badan Pengawas Obat dan  makanan (BPOM) menginstruksikan semua industri farmasi yang pernah bekerja sama dengan CV samudera Chemical pada pengadaan propilen glikol untuk melakukan pengujian cemaran EG dan  DEG.

Pada pemeriksaan ke PT Yarindo Farmatama di Banten, Penny menemukan beberapa pelanggaran pada produksi obat sirup. Salah satunya ialah mengganti bahan baku obat (BBO) yang tidak memenuhi syarat. Manager bidang hukum PT Yarindo Farmatama , Vitalis Jebarus menyampaikan pihaknya dalam memproduksi obat-obatan selalu memenuhi aturan yang berlaku, termasuk aturan dari BPOM.

Oleh karenanya, PT Yarindo Farmatama sedikit kecewa kenapa pihakya akan diperkarakan. Perihal mengganti bahan baku yang tidak memenuhi syarat adalah pernyataan yang tidak benar dan sangat merugikan bagi pihak PT Yarindo Farmatama. Dow Chemical menjadi produsen propilrn glikol tercatat pada NIE dan telah disetujui oleh BPOM pada tahun 2020 dan CV Budiarta menjadi pemasok yang telah masuk approved vendor list PT Yarindo Farmatama.

Oleh karena itu Vitalis Jebarus menganggap bahwa sebenarnya PT Yarindo Farmatama adalah korban dari pelaku pemalsuan serta penipuan dari orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu PT Yarindo Farmatama membuka pintu pada para aparat penegak hukum buat menindaklanjuti berita yang sesungguhnya penyebab tercemar pada obat. Sehingga tidak ada lagi perusahaan farmasi yang menjadi korban penipuan oleh siapapun termasuk supplier atau pemasok bahan pelarut obat yang dipergunakan.

Sebagai mahasiswa Farmasi, terkait berita ini sangat disayangkan sekali jika ada beberapa industri yang berbuat curang, dengan adanya kenaikan harga bahan baku seharusnya dari pihak industri tidak perlu sampai mengubah bahan baku karena bahaya yang ditimbulkan dari ini sangatlah besar. Tetapi untunglah BPOM melakukan pemeriksaan dan segera tahu kecurangan yang dilakukan oleh industri tersebut.

_____

Widhie Elysia Alva mahasiswi UMM dari jurusan Farmasi angkatan 2022,  Kelas : F

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 5206569868028126269

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item