Berpasrah Diri Kepada Allah Adalah Kunci Menjaga Kesehatan Mental

Ilhan  Hudaifah Pada masa lalu, sekarang maupun masa depan tentunya kehidupan manusia diharapkan untuk tetap  berpegangan kepada agama dan k...


Ilhan  Hudaifah

Pada masa lalu, sekarang maupun masa depan tentunya kehidupan manusia diharapkan untuk tetap  berpegangan kepada agama dan kitab suci yang mereka percayai, salah satunya Islam dan Alquran. Alquran merupakan kitab suci seluruh umat islam. Tentunya umat islam harus berpedoman kepada Alquran, lantaran Alquran merupakan petunjuk, penjelas dan pembeda bagi seluruh umat manusia. Tidak heran lagi bahwa Alquran merupakan petunjuk hidup, selain sebagai petunjuk hidup Alquran dapat juga untuk menghidupkan manusia baik secara fisik maupun dari psikis seseorang, bahkan fungsi  Alquran lebih dari itu.

Alquran dapat menghidupkan manusia baik secara fisik maupun dari psikis manusia. Sebab Alquran sudah ada dari masa dulu, sekarang dan masa depan akan tetap ada dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dikatakan bahwa Alquran ada pada diri kita, sekitar kita dan dimanapun kita berada. Alquran menjadi teman hidup, inspirasi, sekaligus tempat konsultasi, mediasi dan solusi dalam menghadapi berbagai permaslahan hidup yang dihadapi oleh manusia.

Dari adanya Alquran kita mengetahui bahwa peran agama sangat berpengaruh pada segala bidang, salah satunya bidang kesehatan. Norman Vincent Peale mengatakan bahwa agama bisa menjadi alat atau perantara kepada manusia agar memberikan rasa keimanan dan rasa keyakinan kepada manusia untuk pasrah dan memohon pertolongan kepada Tuhan (Allah SWT) dari segala permaslahan yang tidak menyenangkan yang dihadapi.

Berdasarkan dari pendapat Norman Vincent Peale , dapat kita pahami bahwa manusia di masa kini atau yang biasa kita kenal dengan masa modernisasi. Yang mana merupakan awal dari banyaknya manusia mulai mengabaikan unsurunsur spiritual dan lebih mengutamakan sifat yang mengandung nilai-nilai materi dalam kehidupan, sehingga menciptakan krisis, seperti hubungan antara agama dengan kebudayaan semakin merenggang.

Akibatnya nilai-nilai agama semakin memudar, fenomena tersebut berdampak pada nilai kebudayaan yang bersumber pada ajaran agama berubah menjadi nilai sosial yang bersifat sekuler. Hal tersebut merupakan awal mulainya berbagai permasalahan kejiwaan manusia di dalam kehidupan. Tentunya agama dan kitab suci(Alquran) yang mereka pegang merupkan sepaket dari kehidpan mereka. Maksudnya hal tersebut merupakan kebutuhan pokok manusia karena hanya agama dan kitab suci (Alquran) yang dapat memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi manusia secara fisik atau terkait masalah psikis yang dialami oleh seseorag di dalam kehidupan sehari-harinya.

Dari hal tersebut, dapat kita pahami bahwa agama dan kitab suci merupakan alat untuk menyembuhkan jiwa melalui ajaranajaran agama. Lantaran dari aspek ilmu kesehatan jiwa memiliki dua macam bentuk pengobatan yaitu somoterapi dan psikoterapi. Somoterapi merupakan pengobatan secara fisik berupa obat-obatan. Psikoterapi merupakan pengobatan yang tidak mengutamakan pada bagian badan yang sakit atau anggota fisik yang terganggu, tetapi lebih diutamakan di bagian psikis atau jiwa.

Pengobatan secara psikoterapi merupakan metode psikologi yang mana agama dijadikan sebagai solusi terhadap permaslahan psikis dari manusia. Terutama manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki kesatuan potensi jasmani dan rohani. Sementara hubungan rohani dan agama berkaitan dengan sikap keyakinan. Yang mana keyakinan adalah perilaku yang bersifat pasrah diri manusia terhadap kekuasan Tuhan (Allah SWT). Sifat pasrah merupakan cerminan dari sudut pandang manusia secara positif pada dirinya, sehingga menciptakan perasaan positif seperti bahagia, merasa dicintai dan aman.

Secara umum sifat berpasrah diri dapat dibuktikan dari salah satu kisah Maryam binti Imram yang merupakan manusia yang berpedoman pada agama dan memiliki ketaatan serta keyakinan yang bersifat pasrah kepada Allah. Kisah tersebut dapat kita baca dalam Alquran, yang mana dalam Alquran menggambarkan bentuk dari kepasrahan yang telah dilakukan Maryam binti Imram yang mana kisah tersebut terletak pada surat Maryam ayat 30.

Dari surat Maryam ayat 30 mengngisahkan bahwa kaum Bani Israil telah berprasangka buruk terhadap Maryam binti Imran tentang kehamilannya yang mana ia hamil tanpa adanya suami dan tidak ada satupun dari mereka yang percaya bahwa kehamilan yang dialami Maryam binti Imran merupakan bagian wujud kemuliaan dan ketetapan Allah. Bahkan kaum Bani Israil telah berprsangka bahwa Maryam binti Imran sudah melakukan berbuatan hina yang berupa zina.

Meskipun dihina, diasingkan dan dipandang rendah oleh kaum Bani Israil, Maryam binti Imran tetap menyerahkan segala persoalan tersebut kepada sang Maha pencipta. Dari hal tersebut psikis dari Maryam binti Imran tetap tegar dan tenang dalam menghadapi segala tuduhan Bani Israil. Dari kisah tersebut dapat kita pahami bahwa dengan berpasrah diri kepada Tuhan (Allah SWT), hidup kita akan jauh lebih tenang meskipun kita sedang menghadapi masalah yang begitu berat. Berkenaan dengan kesehatan mental yang disebutkan di dalam Alquran yang mengisahkan Maryam binti Imran mendapatkan bimbingan ketika menghadapi suatu masalah hidup yang berupa hamil tanpa suami.

Dari kisah Maryam binti Imran kita dapat mengetahui bahwa Allah memberikan dua tahapan ketika membimbingan dalam penyembuhan mental lemah yang dialami oleh Maryam binti Imran yaitu berupa peran agama yang memberikan petunjuk. Yang pertama Allah memerintahkan orang-orang terdekat untuk menguatkan dan mendampingi dari proses kehamilan hingga Maryam binti Imran melahirkan anak yang dikandungnya. Tetapi yang dimaksud orang-orang terdekat bagi Maryam binti Imran ialah malaikat Jibril.

Berbeda pandangan ketika manusia yang mengalami berbagai permasalahan tersebut di era milenial, bagi manusia di masa sekarang yang dimaksud orang-orang terdekat yaitu Ibu, Ayah, suami atau keluarga. Sarason berpendapat bahwa dukungan sosial (keluarga) sangat bermanfaat bagi individu lain sebab jika seseorang mendapatkan perhatian emosional, bantuan instrumental, pemberian informasi dan penilaian dari orang lain yang dapat dipercayai olehnya.

Tahap kedua Allah akan membimbing Maryam binti Imran melalui petunjuk kepadanya dalam bentuk berpuasa. Tetapi maksud dari puasa yang Allah perintahkan yaitu dalam konteks  untuk tidak berbicara. Sehingga dapat dimaknai sebagai meminimalisir interaksisi sosial dan berfungsi untuk menghindari hinaan,cacian serta fitnah yang diberikan oleh Bani Israil. Supaya Maryam binti Imran tidak terpancing untuk menanggapi berbagai tuduhan yang ditunjukkan kepada diri sendiri, yang mana hal tersebut dapat memperparah psikis Maryam binti Imran.

Tentunya dalam berpuasa dari Maryam binti Imran yang tidak berbicara dapat diambil hikmahnya. Yang merujuk pada pendapat Nasarudin Umar, ia menhatakan bahwa berpuasa berbicara ini sebagai ciri puasa khawash al-khawash. Khawash al-khawash adalah tidak hanya sekedar menjauhkan diri dari segala bentuk pembicaraan kotor yang dapat memancing emosi dan menjauhkan diri dari pentunjuk Allah yang tersimpan di dalam hati. Sebab apabila manusia terlalu banyak berbicara dapat merusak hati.

Dari kisah tersebutnbukankah lebih baik kita melakukan dzikir kepada Allah. Yang  mana sudah dilakukan oleh Maryam binti Imran. Dengan berdzikir tentunya kita akan diberikan rasa ketenangan. Meskipun kita sedang menghadai cobaan hidup dan peran tersebut diimplementasikan dalam ajaran Islam. Dengan itu agama memiliki peran yang penting bagi kesehatan mental manusia, yaitu :

  1. Agama memberikan bimbingan dalam hidup.
  2. Agama menolong dalam menghadapi kesukaran.
  3. Agama memberikan ketenangan batin.

Manusia akan merasa berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah serta mendapatkan bimbingan hidup ketika manusia berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga membuat jiwanya menjadi tenang dan tentram.  Yang pada akhirnya akan mengantarkan manusia kepada kebahagian dan kesehatan mental.  Sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara sempurna. Agama dapat memberikan rasa keimanan dan rasa keyakinan kepada manusia dalam bentuk sikap pasrah dan memohon pertolongan kepada Allah dari segala hal yang tidak menyenangkan dan dari masalah hidup yang sedang dihadapi selama menjalankan kehidupannya.

__

Ilhan Hudaifah adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan Farmasi

POSTING PILIHAN

Related

Utama 5156779284498905439

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item