Begini Dasar Menulis Feature

 


Penulis Juwito

1.  Pengertian Feature

Penulisan feature "mutlak" dilakukan oleh redaksi sebuah media massa cetak, terutama mingguan, dwimingguan, dan bulanan. Bersaing dengan media elektronik, media cetak tentu tak akan mampu "mengalahkannya" dalam hal aktualitas dan kecepatan penyampaian informasi kepada khalayak.

Feature mengandung informasi yang "lebih" ketimbang berita biasa (news), antara lain hal-hal yang mungkin diabaikan oleh news tadi dan relatif tidak akan pernah "basi" (tidak aktual lagi) seperti berita biasa.

Feature merupakan sebuah "karangan khas" yang menuturkan fakta, peristiwa, atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya, dan cara kerjanya. Sebuah feature umumnya mengedepankan unsur why dan how sebuah peristiwa.

Mengenai batasan pengertian (definisi) feature, belum ada kesepakatan di antara para ahli jurnalistik. Masing-masing ahli memberikan rumusannya sendiri tentang kata feature. Jadi, sebagaimana pengertian berita, tidak ada rumusan tunggal tentang pengertian feature.

Yang jelas, feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W +1 H dan is bisa dibedakan dengan news, artikel (opini), kolom dan analisis berita. "Kita punya kisah atas faktafakta telanjang," kata William L. Rivers, "dan itu kita sebutkan sebagaimana `berita'. Disamping berita kita jumpai lagi tajuk rencana, kolom dan tinjauan, yang kita sebutkan 'artikel' atau 'opinion pieces'. Sisanya yang terdapat dalam lembaran Surat kabar, itulah yang disebutkan karangan khas (feature)."

Dari sejumlah pengertian feature yang ada dapat ditemukan beberapa ciri khas tulisan feature, antara lain :

  • Mengandung segi human interest

Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi – menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch – menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita lunak atau ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras) yang isinya mengacu kepada dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.

  • Mengandung unsur sastra

Satu hal penting dalam sebuah feature adalah is harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi.  Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen (cerita pendek) atau novel – bacaan ringan dan menyenangkan – namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada dasarnya atau pada prinsipnya adalah seorang yang bercerita.

Jadi, feature adalah jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Ia menjadi bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment) sebuah Surat kabar.

Seorang penulis feature harus memiliki ketajaman dalam melihat, memandang, dan menghayati suatu peristiwa. Ia harus mampu pula menonjolkan suatu hal yang meskipun sudah umum, namun belum terungkap seutuhnya.

2.  Jenis-jenis Feature

Adapun jenis-jenis feature di antaranya

  • Feature Berita yang lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight-news.
  • Feature Artikel yang lebih cenderung segi sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak aktual lagi atau berkurang

Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan atau kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur.

Berdasarkan tipenya, maka feature dapat dibedakan menjadi

  • Feature human interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan
  • Feature pribadi-pribadi menarik atau feature Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi.
  • Feature Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subyektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa

/ perjalanan itu mempergunakan "aku", "Saya" atau "kami" (sudut pandang –point of view – orang pertama).

  • Feature sejarah, yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan, dengan memunculkan "tafsir barn" sehingga tetap terasa aktual untuk masa
  • Feature petunjuk praktis (Tips), Practical Guidance Feature, atau mengajarkan keahlian – how to do Misalnya tentang inernasak, merangkai bunga, membangun rumah, dan sebagainya.

 3.  Struktur Tulisan

Struktur tulisan feature umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari :

  • Judul (head)
  • Teras (lead)
  • Bridge atau jembatan antara lead dan body
  • Tubuh tulisan (body)
  • Penutup (ending) yang bisanya mengacu kepada lead, menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritakan atau mengajukan pertanyaan tanpa

 Lead, intro atau teras feature, berisi   hal   terpenting untuk menarik perhatian pembaca pada suatu hal yang akan dijadikan sudut pandang (angel) dimulainya penulisan.

Jenis-jenis lead atau teras sebuah feature antara lain

  • Teras yang bercerita. Biasanya digunakan oleh para pengarang fiksi dalam cerpen atau novel.

Contoh :

Satpam PT Anu malam itu bertugas seperti biasanya. Setelah mengontrol pintu utama dan belakang gedung, ia duduk di posnya sambil waspada akan segala kemungkinan. Cuaca malam itu memang dingin, hujan rintikrintik yang terjadi sejak sore, kian mendingin suasana. Ia pun terserang dan tak kuasa menahan kantuk Tidur. Tidak lama kemudian ia terbangun dan mendapati kedua tangannya terikat.

  • Teras pertanyaan, dimaksudkan untuk menyentuh rasa ingin tahu (curiosity)

Contoh :

Siapa penguasa Indonesia sebenarnya ? TNI, presiders, anggota dewan, atau IMF ? Sulit menjawabnya. Namun, kita bisa mengetahui Siapa yang paling berkuasa di negeri ini, dengan membandingkan besar-kecilnya kewenangan mereka secara konstitusional dan kenyataan di lapangan.

  • Teras kutipan, yaitu kutipan pepatah, ayat Al-Qur'n, ucapan atau pendapat orang terkenal yang berkaitan dengan terra

Contoh :

Siapa menguasai informasi, dialah penguasa masa depan. Siapa buta politik, akan menjadi korban permainan politik. "Sesunggulmya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah nasib diri mereka sendiri. " "Right or wrong is my country"

  • Teras ringkasan, yaitu teras yang menyimpulkan isi tulisan (inti cerita) Contoh :

Berawal dari coba-coba, Ahmad akhirnya   menjadi pengusaha sukses dengan ratusan karyawan.

  • Tiruan bunyi

Contoh :

"Dor!" suara itu memecah keheningan malam dan mengagetkan pemuda Yono (28 tahun), yang malam itu tengah berjalan menuju rumahnya. la pun segera menuju ke arah datangnya bunyi tembakan itu. Didapatinya seorang pemuda bertato di lengannya, tergeletak bersimbah darah.

  • Teras sapaan, yakni menyapa pembaca Contoh :

Anda termasuk orang yang sulit tidur ?

Pernahkah Anda memperhatikan cara Anda berjalan ?

  • Teras deskriptif, menciptakan gambaran tentang suatu tokoh atau tempat kej adian

Contoh :

Penampilannya sama sekah tidak mengesankan bahwa ia seorang profesor. Bercelana blue jeans dan berkaos oblong, tanpa kacamata dan. bertubuh atletis, ia berbaur dengan mahasiswanya. Bagi yang belum mengenalnya, sulit membedakan mana mahasiswa dan mana profesor pembimbing mereka.

Adapunjenis-jenis penutup sebuah feature, di antaranya

  • Penutup menyimpulkan, yaitu meringkas apa-apa yang telah diuraikan dan mengarahkan ke
  • Penutup klimaks, biasanya dipakai dalam feature yang ditulis secara kronologis, yaitu mengemukakan  akhir cerita, seperti halnya cerita merangkai bunga menjadi sebuah rangkaian bunga yang indah dan bernilai

Misalnya, kisah tentang awal meletusnya sebuah kerusuhan, di bagian akhir ditulis demikian : "Maka, keesokan harinya, rapat umum pun digelar. Segera setelah rapat umum itu bubar, massy menjadi beringas dan tak terkendali... "

_____

Diangkat dari buku “Menulis Berita dan Feature’s”, Bagian 4 “Menulis Feature”, penulis Juwito,  Penerbit : Unesa University Press – 2008 dan diunduh dari  https://adoc.pub/menulis-berita-dan-feature-s.html

POSTING PILIHAN

Related

Utama 1688974465444664419

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item