Sajak-Sajak Angkringan Wail Ar


Wail Ar
nama pena dari Wail Ar-Rifqi. Aktif di Komunitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI), Majelis Sastra Mata Pena (MSMP), Lesehan Sastra Annuqayah (LSA) dan The People Of Art (Teater Poar), pernah menjabat sebagai ketua Komonitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI) periode 2021-2022. Sejumlah tulisannya juga pernah dimuat dikoran pendidikan Jawapos Radarmadura diantaranya puisi dan esai. Saat ini penulis bermukim di Jogjakarta


*****

Angkringan untuk Ibu

Pada ruas-ruas jalan yang semakin sempit
Aku lagi-lagi gagal menjadi pahlawan bagi ibu
Yang setiap senyumnya adalah rindu tanpa sedikit ragu
Bahkan belai kasihnya masih saja membayang di kepalaku

Ibu
Agustus telah menggenapkan usia tidurmu
Tak ada lagi wajah yang mesti kucium saban waktu
Ketika baru pulang untuk menjamu rindu
Segala sumber kasih yang telah kujama dengan kata
Kini sudah musnah menyatu menjadi darah dan melekat pada tanah.

Angkringan 2022



Di Jendela Kamar

Aku menemukan ibu sedang menunggu di bukakan pintu
Mengetok ngetok tanpa ragu dan yakin akan segera masuk membawa sakntong rindu

Ibu jongkok, jalan kesana kemari
Namun pintu masih belum terbuka
Hingga tertidur dan lenyap di telan usianya
Wajah keriput yang dikelilingi kangen
Masih terlalu dini untuk meninggalkan kenang.
Lalu keluarlah seorang anak muda
" ibu engkau kenapa, bangunlah aku sudah membukakan pintunya"
Tak terasa setelah sekian lamanya tidak mengedipkan mata
Ladang pipi anak itu basah dengan air mata
Dengan rasa tidak percaya bahwa ibunya telah tiada.

Sungguh engkau baru kemarin menjengokku
Belum juga sampai satu minggu
Lalu, kenapa engkau pergi berlalu?
Entah peluk erat hangat siapalagi yanga akan aku dekap
Bila kasihmu telah berakhir kisah yang begitu menganiaya.

Kotagede 22 sep 2022




Sowan
;bapak Edi Ah Iyubenu

Tanganmu yang harum mawar terus kuciumi tanpa lepas
Memberikanku berkah yang tiada tara
Hingga lahirlah kata-kata hasil dari do'a.

Teduh wajahmu kerap menanam rindu di uluh hati
Semua ajaranmu selalu ku ikuti tanpa henti
Agar setiap langkahku tak dipenuhi duri.

Sungguh tak ada kepulangan bagi perih selain padamu pak yai
Tutur sapamu sering membuatku sadar diri
Bahwa kekayaan yang paling lekat adalah akhlak
Dan rasa paling indah adalah ikhlas
Serta tabah paling subur adalah sabar tanpa akar.

Kafe Main-main 2022




Jogja Aku Temukan Puisiku

Di jogja aku menemukan puisiku sedang menunggu
Serupa bapak yang rindu pada anak-anaknya
Juga ibu yang ingin memeluk tubuh setelah sekian lama berpisah.

Kotagede 22 sep 2022




Kampung Halaman

Pada setiap jalan yang suram
Aku berangkat meninggalkan kenang
Menggendong harap yang ku dekap erat
Agar segala kekecewaan tumbuh memanen kebahagiaan

Lapar, kantuk serta capek semua kusimpan dalam-dalam
Dalam ingin yang terus memanjang sepanjang ingatan
Aku berangkat Dari langkah membawa doa dan melupakan arah pulang meski pertemuan terus aku inginkan agar segala kerinduan tertuntaskan dengan tenang.

Main-main 2022

 





POSTING PILIHAN

Related

Utama 6781971081519167134

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item