Cerpen Sekolah


Oleh Laeli Nur Azizah

Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra yang paling banyak dijadikan sebagai bahan bacaan untuk hiburan. Di dalam penyajiannya, terdapat berbagai macam tema yang dapat diangkat untuk dapat dijadikan sebagai ide dari penulisan cerpen dengan Salah satunya yaitu bertemakan motivasi. Penulisan cerpen bertema motivasi atau sekolah wajib disertai dengan adanya struktur yang lengkap supaya karya sastra tersebut semakin menarik untuk dibaca.

Akan tetapi, sebelum itu Anda wajib mengetahui terlebih dahulu pengertian cerpen beserta struktur penulisannya. Berikut adalah beberapa ulasan secara lengkap tentang cerpen sekolah. Nah, Apa sajakah itu yuk kenali pembahasannya dengan cara memperhatikan informasi yang telah disajikannya di bawah ini.

Pengertian Cerpen


Apa sih cerpen itu? Cerpen merupakan karya sastra yang berbentuk prosa pendek dengan jumlah kalimat yang dibatasi, umumnya isi cerita pada cerpen bukanlah suatu kejadian nyata dan hanya dibuat-buat. Pembatasan panjang cerpen ini ditujukan supaya pembaca dapat menyelesaikannya dalam waktu yang singkat yakni sekitar 30 menit sampai 2 jam saja.

Sementara itu batas panjang maksimal cerpen yaitu sebanyak 20 halaman atau tidak lebih dari 10.000 kata. Inti dari kisah yang diangkat pada cerpen hanya memuat satu permasalahan utama saja. Di samping itu, ciri khas Cerpen yang lainnya yakni tidak melibatkan terlalu banyak tokoh di dalamnya. Alur cerita di dalam karya sastra berbentuk cerita pendek yang umumnya disusun dengan jaringan mungkin bertujuan supaya pembaca tidak membutuhkan waktu lama untuk memahaminya.

Di samping itu, alur yang ringan dapat juga ditujukan supaya tidak membuat konflik yang diceritakan di dalamnya semakin luas. Tak hanya itu saja cerpen juga diartikan sebagai salah satu bahan bacaan yang tepat untuk penyuka karya sastra berbentuk prosa, tetapi tidak menyukai kisah yang berbelit. Sehingga kisah yang diangkat pada cerpen umumnya langsung pada titik utama permasalahan dari tokoh utamanya.

Pengantar yang disajikan dalam cerpen untuk membawa tokoh utama mencapai titik permasalahan pun biasanya dibuat dengan tidak terlalu panjang. Hal itu ditujukan supaya pembaca tidak bosan terhadap penghantar tersebut yang malah dapat merusak jalur puncak permasalahan.

Berkaitan dengan hal itu, tentunya Anda juga perlu memahami bahasanya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, menyatakan bahwa cerpen merupakan cerita yang menyajikan kesan tertentu dengan memusatkan hanya pada satu tokoh utama saja. Kisah yang diangkat dalam cerpen bola memiliki makna tersendiri untuk para pembaca dengan ukuran penulisan relatif pendek.

Seperti yang telah anda kenali Cerpen adalah cerita pendek yang mempunyai unsur-unsur, misalnya penokohan tema, alur, latar, dan juga gaya bahasa. Umumnya cerpen sendiri hanya memuat Jalan peristiwa yang padat dan latar maupun kilat baik yang disinggung sambil lalu saja.

Stuktur Cerpen

Ketika anda hendak membuat cerita pendek, termasuk pada karya yang bertemakan motivasi maupun sekolah maka penulis harus mampu memahami struktur cerpen terlebih dahulu. Terdapat patokan dalam menulis cerpen dimana seorang penulis harus bisa memahami cerita supaya penulis dapat menyusun kisah fiksi secara runtut sehingga dapat diterima oleh pembaca dengan mudah.

Penulis dapat memahami setiap struktur cerpen terlebih dahulu untuk nantinya dikembangkan dengan berdasarkan tema yang diangkat supaya dapat berkesinambungan saat dibaca. Berikut merupakan ulasan yang berhubungan dengan struktur cerita pendek atau cerpen yang harus Anda pahami ketika hendak menulis karya prosa tersebut.

1. Abstrak

Bagian pertama dalam struktur cerita pendek atau cerpen yaitu abstrak. Di mana abstrak memiliki sifat opsional sehingga tidak semua bentuk karya sastra wajib untuk menyertakannya. Abstrak adalah bagian dari cerpen yang memuat inti dari sebuah cerita maupun ringkasan pendek.

Abstrak ini sendiri hanya terdiri dari beberapa kalimat saja sebagai pembuka cerpen maupun sebagai pengantar saja. Bagian ini berguna untuk memudahkan pembaca guna memahami kisah atau cerita yang dituliskan dalam cerpen karena telah disampaikan ringkasan singkatnya.

Pada cerpen sekolah, bagian abstrak ini berfungsi untuk menarik perhatian pembaca supaya dapat lebih memusatkan fokusnya ke dalam kisah yang disajikan. Abstrak akan membawa pembaca untuk bisa berpikir lebih luas. Sehingga dapat menangkap cerita yang diangkat dalam cerpen tersebut.

Teks cerpen sendiri boleh saja untuk tidak mencantumkan bagian abstrak jika diperkirakan tidak perlu untuk memberikan ringkasan cerita. Pada bagian yang satu ini sifatnya tidak paten harus ada di dalam penulisan cerpen, melainkan digunakan secara opsional sesuai dengan kehendak penulis.

2. Orientasi

Orientasi adalah tahap pengenalan yang berhubungan dengan munculnya tokoh dan latar cerita. Pada bagian pengenalan tokoh berhubungan dengan peristiwa apa yang sedang dialami oleh tokoh utama. Pada tahapan ini pula pengenalan tokoh ini kan ditunjukkan bagaimana karakter dari pemeran utama tersebut.

Bagian lain dari orientasi merupakan pengenalan latar waktu dan suasana atas peristiwa yang ada dalam cerpen. Fungsi dari latar dalam cerita pendek berguna untuk menjadikan suasana semakin hidup sehingga pembaca dapat terhanyut di dalamnya.

Berikutnya fungsi dari bagian orientasi yaitu untuk menunjukkan watak tokoh, baik itu secara psikis atau fisik. Dimana, orientasi adalah bagian yang wajib ada di dalam cerpen, karena struktur awal untuk membangun suasana. Orientasi pada cerpen sekolah memuat segala hal yang sedang dialami oleh tokoh utama di awal cerita.

Di samping itu, akan ditunjukan juga bagaimana karakteristik dari tokoh tersebut. Bagian tersebut juga akan menunjukan awal mula hal-hal yang memicu permasalahan yang dapat terjadi pada tokoh.

3. Komplikasi

Tahapan munculnya permasalahan dalam sebuah cerita pendek akan ditunjukan pada bagian komplikasi. Pada bagian inilah akan menunjukan tentang bagaimana sang tokoh utama di dalam cerpen akan menyikapi konflik yang dihadapi dalam kisah tersebut. Struktur yang satu ini bermula dari munculnya bibit permasalahan yang dialami oleh tokoh utama. Kemudian, akan terjadinya peningkatan konflik akibat adanya permasalahan tersebut sampai mencapai titik puncak atau biasa dikenal dengan istilah klimaks.

Munculnya konflik pada contoh cerpen sekolah muncul dari pemikiran sang tokoh utama sendiri yang diperbesar dengan terlibatnya karakter lainnya. Konflik ini akan memunculkan gejolak di dalam batin sang tokoh utama yang dideskripsikan lewat latar suasana, sehingga dapat menjadikan pembaca merasa terbawa.

Ada pula konflik lainnya yang menghubungkan secara langsung ara tokoh di dalam cerpen. Ada konflik jenis ini umumnya akan dimunculkan toko penengah saat permasalahan telah mencapai titik klimaks. Peran dari tokoh penengah tersebut yaitu untuk membantu meredam terjadinya konflik.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah salah satu struktur cerpen yang memiliki fungsi untuk mengarahkan konflik ada penyelesaian. Ketika konflik telah mencapai klimaks, penulis kan mulai mengarahkan alurnya sebagai peredam suasana. Hal itu dilakukannya dengan cara muli menunjukkan jalan keluar atas konflik tersebut.

Contoh cerpen sekolah ini dapat menggunakan kedua cara evaluasi tersebut bergantung pada latar suasana yang dibangun oleh penulis. Tahapan evaluasi ini dapat dijadikannya hanya sebatas gambaran singkat mengenai klue bahwa konflik akan segera menemukan titik penyelesaian.

5. Resolusi

Pada bagian resolusi ini konflik yang ada di dalam cerpen akan benar-benar menentukan titik penyelesaian. Konflik dalam cerpen akan terpecahkan secara keseluruhan sehingga dapat menemukan titik penyelesaian. Dimana resolusi ini berisi mengenai pengungkapan fakta mengenai permasalahan yang terjadi sampai pada solusi guna menyelesaikannya. Semua permasalahan yang sudah dialami oleh tokoh di dalam cerpen tersebut akan segera berakhir sebab solusi sudah ditemukannya.

Pada bagian ini adalah tahapan yang cukup dramatis dalam cerpen setelah terjadinya konflik. Hal itu dikarenakan para pembaca akan dimainkan sisi emosionalnya guna menanggapi solusi atas konflik tersebut. Dimana, pembaca akan terpengaruh dengan suasana yang dibuat saat konflik tersebut dalam tahap pemecahan. Dalam pembuatannya sendiri, penulis wajib bisa untuk memberikan suasana tersebut sehingga cerita yang disajikan dapat memengaruhi pembaca.

6. Koda

Akhir sebuah cerpen akan ditandai dengan bavian bernama koda. Dimana, koda kni adalah struktur terakhir dari karya sastra. Penulis cerpen dapat menyampaikan pesan moral dari kisah yang diangkat melalui tahap koda atau dalam istilah ain dikenal sebagai reorientasi.

Koda memberikan pembaca suguhan nilai pembelajaran yang dapat dipetik dari cerita pendek tersebut. Bagian koda ini memiliki sifat opsional, sehingga tidak selalu harus dicantumkan di dalam cerita pendek. Koda dalam cerpen dapat dibuat dengan berdasarkan pada struktur ending yang diinginkan oleh penulis. Jika penulis menghendaki ending yang menggantung, maka koda ini tidak perlu untuk dicanatumkan.

Akan tetapi jika penulis pembaca merasa telah menyelesaikan semua bagian cerpen tanpa rasa penasaran lagi, maka bagian kode ini sangat dibutuhkannya. Dasar yang dipakai dalam sebuah cerita pendek yang berasal dari imajinasi . Maka, penulis cerita pendek itu akan dapat lebih mudah untuk memahami trik-trik yang dipakai dalam membangun Cerita.

(Tulisan ini diangkat dari sumber Gramedia Blog)

POSTING PILIHAN

Related

Utama 1075521561504722644

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

ADS

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item