Wanita-wanita “Tangguh” Nev Nov


Rio Nova Zainal Assidiq


Manusia selalu saja mempunyai konflik di dalam kisah hidupnya dan masing-masing memiliki konflik yang berbeda. Terjadinya konflik di dalam kehidupan manusia banyak sekali faktor yang melatar belakanginya, bisa saja karena ulah dari manusia itu perbuat atau konflik tersebut tercipta oleh takdir yang telah ditulis oleh tuhan yang maha kuasa. Tapi konflik itu ada sebagai bumbu kehidupan. Tapi
 

Sebuah cerita yang baik tidak terlepas dari konflik yang disajikan oleh sang pengarang dalam karyanya. Konflik yang ada pada sebuah cerita biasanya diambil dari keadaan di sekitar seorang pengarangnya. Makna dari konflik yang ada pada sebuah cerita pastinya berbeda-beda tiap pembaca dalam memaknainya. Tetapi yang jelas, pengarang dalam membuat cerita pastinya memiliki pesan tertentu di dalamnya dan terkadang mampu menjerumuskan pembacanya kalut dalam cerita yang dibuat oleh pengarang.

Pengarang yang membuat saya kalut pada konflik yang tersaji dalam ceritanya yakni pada sebuah novel karya Nev Nov berjudul Istri Rahasia (Karos Publisher, 2020). Novel yang memiliki sampul berwarna putih dan terdapat gambar dua lawan saling berpelukan ini memiliki tebal 361 halaman dengan muatan cerita yang sederhana tetapi konflik di dalamnya ini yang tidak bisa dibilang sederhana. Artinya, Nev Nov dalam mengemas cerita pada novelnya ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami tapi konflik di dalam novelnya dapat memunculkan emosi pembaca saat memahami sajian cerita pada tiap sub bab  yang disuguhkan di dalam novel.

Nev Nov dalam membuat cerita pada novelnya menilik dari keadaan sosial yang terjadi di masyarakat khususnya di daerah desa dan juga perkotaan. Konflik di dalam novelnya tertuang pada kisah Nara menjadi pelayan di kota tepatnya di keluarga kaya yang majikannya memiliki banyak perusahaan. Nara adalah wanita yang bekerja sebagai seorang pelayan yang baik hati, lemah lembut, dan sangat tunduk pada majikannya. Akibatnya, kebaikan dan rasa loyalnya Nara pada majikannya membuat dirinya dimanfaatkan. Nara yang memiliki sifat polos dan pemalu selalu mengiyakan apa yang majikannya suruh.

Nara bekerja melayani majikannya dari pagi hingga malam, pekerjaannya sehari-hari mengurus majikannya yang selalu sakit-sakitan. Hingga suatu ketika Nara ia diminta oleh majikannya yang sakit-sakitan itu untuk menjadi istri kedua suaminya. Nara menerimanya dengan diiming-imingi akan diberikan duit yang banyak oleh majikannya tersebut. Nara pun akhirnya menikah dengan suami majikannya secara siri dan dikaruniai satu orang anak laki-laki. Tetapi Nara pun kabur dari rumah orang kaya tersebut karena dirinya tidak diperkenankan oleh majikannya dipanggil ibu/mama dan janji majikan kepada dirinya tidak ditepati bahwa akan diberikan uang yang banyak oleh majikannya.

Kisah Nara ini menarik karena alasan Nara menjadi seorang pelayan di keluarga kaya raya serta mau dikontrak oleh majikannya untuk menjadi istri kedua dari suami majikannya tersebut untuk menghasilkan anak. Ternyata pekerjaan itu ia lakukan karena Nara menjadi tulang punggung keluarganya dan dirinya harus melunasi hutang-hutangnya dari pinjaman uang yang ia lakukan untuk pengobatan ibunya yang selalu sakit-sakitan dengan menggunakan uang dari kontraknya tersebut,  sementara ayahnya mengusir ibu dan dirinya demi tinggal bersama istrinya. Nara juga memiliki beberapa saudara, tetapi saudara-saudara Nara tinggalnya sangat jauh, sehingga akhirnya Nara lah sendiri yang menafkahi dan merawat ibunya yang tinggal di desa. Kisah hidup Nara ini pernah saya temui pada tetangga saya di desa yakni seorang wanita atau pria yang merantau ke kota dengan bekerja menjadi seorang pembantu untuk menafkahi sanak keluarganya di desa dan ada juga yang menyisihkan gajinya untuk dikirimkan ke keluarganya untuk keperluan hidup atau biaya pengobatan.

“Ada apa dengan keluarganya?”

Wajah Alana berubah sendu. Matanya berkaca-kaca sebelum bercerita sebelum bercerita. “Dia dan ibunya diusir oleh oleh sang ayah karena ada istri muda. Lalu, ibunya kini sakit-sakitan. Nara terpaksa meminjam uang sana sini untuk mengobati sang ibu” (hlm. 9).

Tidak hanya Nara yang memiliki konflik dalam hidupnya, tokoh wanita bernama Alana majikannya Nara pun memiliki konflik dalam hidupnya, namun berbeda konflik yang dialami dengan Nara. Sebelum Alana menikah dengan suaminya ia hanyalah seorang wanita biasa dari keluarga sederhana. Cita-cita Alana pun sangat sederhana, Ia hanya menjadi seorang ibu rumah tangga yang memilki banyak anak. Alana juga tidak peduli dengan impian suami yang ia inginkan, Alana hanya ingin memiliki suami mencintainya dengan tulus. Akhirnya Alana memilki suami yang tulus mencintainya dan menjadi ibu rumah tangga pun terwujud.

Konflik dalam kisah hidup Alana muncul ketika cita-citanya memiliki anak banyak tidak terwujud karena disebabkan dirinya memilki sebuah penyakit yang membuat dirinya tidak memiliki anak. Ibu mertua Alana yang melihat kondisinya seperti itu selalu menganggap Alana wanita tak berguna dan terkadang menghina Alana secara terang-terangan ketika anaknya atau suami Alana tidak di rumah. Kekerasan secara batin yang Alana terima membuat kondisinya semakin memburuk dan pada akhirnya dirinya sudah pasrah dengan keadaan yang ia alami. Pasrah dalam arti dirinya sudah menerima keadaannya dan tidak terlalu memusingkan hinaan dari ibu mertuanya itu.

“Makanya, mama mama dari dulu nggak setuju kamu menikahi perempuan pesakitan itu. Kamu masih muda, kaya raya, apalagi yang kamu harapkan dari dia? Jangankan punya anak, menjaga dirinya sendirinya saja tak mampu!” (hlm. 31).

Nev Nov dalam mengembangkan kisah dua wanita Nara dan Alana dengan konflik yang berbeda mampu menyuguhkan cerita yang begitu menarik dalam satu novel. Meskipun keduanya memiliki hubungan antara pelayan dan majikan, tetapi mereka memilki cara tersendiri dalam menghadapi konflik yang dialami. Konflik yang hadir dalam kehidupan kisah dua wanita tidak membuat diri mereka lemah, tetapi membuat diri mereka terus berjuang dalam kehidupan.

Terkadang saya mengalami sedikit kebingungan dari struktur kalimat yang Nev Nov gunakan dalam mengembangkan ceritanya, seperti kurang padat namun hal itu tidak mengurangi Nev Nov yang mampu mewujudkan cerita dengan penuh peristiwa dan konflik batin. Sehingga tidak mengurangi esensi makna dari konflik yang dialami dua tokoh wanita yaitu Nara dan alana. Dan saya merasa novel Nev Nov ini memiliki sajian konflik yang cukup berat dan terdapat cerita hubungan suami istri yang sebaiknya tidak diperkenankan dibaca oleh seseorang yang belum berusia 21 tahun ke atas. Tetapi saya rasa itu bukanlah kekurangan dari Nev Nov.

Penguasaan Nev Nov dalam mengembangkan tema yang diangkat dalam cerita novelnya ini sangatlah baik dan sangat mengundang emosional para pembaca. Saya terkesima dengan Nev Nov dalam pemilihan kata ia gunakan dalam novelnya, sangat lah bijak dan itu poin tambahan untuk Nev Nov.

*****

Rio Nova Zainal Assidiq, lahir di Bogor 17 November 2000. Mahasiswa Semester 6 Program Studi Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hobi membaca dan mendengarkan musik. Tinggal di desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. WA: 085741009604 IG: @rnzassidiq Email: assidiqnova@gmail.com


 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 489805943143746870

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item