Sang Sosialita


 Cerpen: Lilik Soebari

"Oh, my God," Arum berteriak kegirangan dan tergopoh-gopoh menyambut perempuan semampai nan cantik yang berdiri di depan pintu rumahnya.

"Assalamualaikum,"

Senyum Arum merekah menjawab salam lalu tangannya terbuka memeluk hangat, merasakan aroma harum yang menguar dari tubuh nyai Arifa. Aroma harum itu membawa kebahagiaan yang luar biasa.

"Silahkan Nyai, maaf rumahnya berantakan,"

Arum segera memindahkan boneka-boneka di kursi tamu. Hatinya dongkol bukan main pada kedua anak perempuannya yang bermain bersama anak-anak tetangga memberantakkan ruang tamu.

Perempuan yang dipanggil nyai Arifa kemudian duduk dan pandangan mata menyapu seluruh ruangan. Senyum tipis mengembang dibibirnya melihat tampilan aksesoris ruangan. Ada lemari hias yang cukup besar dan berisi koleksi tas dan buku-buku berjejer.

Sementara Arum sibuk mempersiapkan minuman serta kue-kue kering. Kalau saja tahu nyai Arifa bertandang kerumahnya tentu akan mempersiapkan hidangan yang istimewa.

Benar-benar sebuah suprise seperti mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak? Nyai Arifah menyempatkan diri mengunjungi rumah Arum.

"Kebetulan tadi saya berkunjung ke panti asuhan. Bu Wilda menyampaikan rumah mbak Arum dekat, jadi sekalian mampir."

"Terimakasih nyai telah sudi berkunjung ke gubuk kami,"

Bu Wilda, asisten nyai Arifa tersenyum menatap Arum.

Setelah berbincang-bincang santai berbagai hal termasuk persiapan akhir lomba busana muslim nyai Arifa dan Wilda berpamitan karena masih akan mengunjungi kegiatan lainnya.

Sepuluh menit kemudian senyum Arum dan nyai Arifa sudah terpampang di akun Instragam dan beranda Facebook disertai catatan telah ditunjuk sebagai ketua panitia lomba busana muslim se kabupaten.

Dalam sekejab ratusan like disertai komentar bersliweran memuji keberuntungan Arum. Kunjungan istri pejabat sekaligus tokoh politik tentunya mempunyai nilai tersendiri. Patut untuk dipublis.

Di lingkungan tempat tinggal, Arum dikenal sebagai sosok ibu muda berselera tinggi, sombong dan angkuh. Sikapnya sedikit merendahkan orang lain yang katanya ngak selevel serta melarang ketiga anaknya bergaul dengan anak-anak di sekitar kompleks perumahan.

Dibandingkan ibu-ibu penghuni perumahan yang mayoritas sebagai karyawati, gaya keseharian Arum sangat heboh, modis dan fashionable. Meski hanya ke gang utama belanja di kang Nto penjual sayur keliling apa yang dipakai dari ujung rambut sampai kaki senantiasa serasi, plus tas cangklong kecil.

Kang Nto senang ketika Arum berbelanja karena aroma badan yang menguar bisa membawanya berangan-angan dan membandingkan dengan istrinya yang lusuh. Dan ketika Arum belanja seringkali mencuri kesempatan berdempet. Pinginnya mencubit pipinya yang mulus tapi takut.

Pernah suatu saat kang Nto bisa memegang tangan Arum yang halus tapi kemudian apes karena Arum menamparnya.

"Awas kalau kurang ajar lagi, saya laporin ke polisi," ancam Arum. Kang Nto hanya nyengir kuda dan disambut cekikikan para emak-emak yang berbelanja.

"Nih kang, tanganku boleh dipegang," Santi, baby sister bu Ani mengulurkan tangannya. Tawa kembali pecah saat kang Nto mendorong tangan Santi.

"Bauk..." cemoh kang Nto.

Perempuan hitam manis itu terbahak mendapat cemohan bernada canda dari mulut kang Nto.

Perilaku Arum seringkali menjadi bahan guyonan dan gunjingan se antero kompleks. Meski begitu Arum tetap memakai mode cuek bebek. Terpenting tak menganggu kehidupannya.

Penanpilan Arum  yang wah tentunya di dukung penuh oleh sang suami. Rangga demikian memanjakan Arum  serta memenuhi semua kebutuhan hedonis sang istri.  Semua barang yang melekat  di tubuh Arum dan ketiga anaknya bukan merk kaleng-kaleng.

"Hati kita tentu happy ketika pasangan mbuktiin cinta bukan hanya kata manis doang," tulis Arum di story instagram seraya menampilkan foto ketika perawatan dengan back ground nama salon ternama di Surabaya

Di postingan lainnya Arum menampakkan senyum cantik, tangannya yang mulus  sedang berjabat tangan dengan pejabat penting, "Meski tetap berada di area domestik melayani supenuh hati, tapi berani berbuat sesuatu."

Rangga sangat bangga dengan Arum karena telah berkali-kali memuluskan mendapatkan proyek dan bisa diandalkan meloby ketika ada lelang di beberapa instansi.

Berkat bantuan Arum, CV Adikara milik sang Suami semakin berjaya. Proyek-proyek dengan skala besar bisa dimenangkan.

Atas semua bantuan yang telah filakukan sang istri tercinta, Rangga akan memberikan kejutan di ulang tahun Arum yang ke-38. Disamping mempersiapkan pesta meriah di sebuah cafe yang telah di booking, Rangga membetikan hadiah sebuah mobil keluaran terbaru Mitsubishi Xpander.

Rangga telah mempersiapkan pesta ulang tahun secara sembunyi-sembunyi dengan mengundang semua anggota keluarga besar serta teman dekat Arum.

Mendapatkan bukti kasih sayang yang sangat  melimpah dari sang suami di hari ulang tahunnya benar-benar membuatnya semakin cinta. Rona dan senyum cantiknya tak terlepas dari bibirnya yang mungil merekah.

Sejak mahir membawa Xpandernya Arum tidak bergantung lagi pada Rangga. Rutinitas mengantarkan anak-anak ke sekolah pun langsung di ambil alih.

Keberuntungan yang selalu berpihak pada Arum semakin membuatnya berbahagia. Pun penampilannya semakin bikin ngiler teman-teman sosialitanya

Dari hari ke hari ajang aktualisasi diri Arun  semakin instens dan menggila. Instagram dan Facebook menjadi area pajang pamer semua rutinitas keseharian.. Tak ada satu pun yang terlewati. Semuanya

Dari awal mengucek mata kemudia melek, semuanya di uploud. Diawali memanaskan mesin mobil,  mengantar anak-anak ke sekolah, ngafe, shooping, dan diakhiri sast ke peradusn dsn mematikan lampu. Semuanya  tak luput dari kilatan blizt kamera. Tak ada yang terlewati.

"Mudah-'mudahan rejeki suamiku terus mengalir. Amiin," pagi itu tawa renyah Arum semakin lebar takkala memajangkan moment foto  Rangga ketika menandatangani setumpuk berkas.

Dan anehnya semua unggahan Arum mendapat respon luar biasa dari para netizen. Ratussn like dan komen bertebaran baik di beranda Instagram maupun Facebook.

Karena nama Arum demikian berkibar di dunia maya, ibu-ibu di lingkungan perumahan menjuluki "Si sosialita kampung," sembari cekikikan dibelakangnya.

Mendapat julukan seperti itu Arum sama sekali tidak marah ataupun tersinggung. Justru sebaliknya rona kebahagiaan memancar dan bersuka-cita. Senyumnya semakin merekah.

Arum semakin sering mengumbar senyum disertai tawa yang semakin renyah tanpa melihat tempat dan waktu takkala perlahan usaha Rangga mulai menurun dan nyaris bangkrut.

Hal itu juga diperparah sang suami, Rangga terindikasi kasus suap serta gratifikasi. Berkali-kali Rangga harus memenuhi  panggilan pihak berwajib berkaitan dengan hasil proyek ysng tidak sesuai dengan  nilai kontrak meski statusnya sebagai saksi.

Dalam kondisi yang memprihatinkan, Arum tetap mengupload dirinya di media sosial. Yang di mengunggah bukan kegiatan kesehariannya tetapi senyumnya yang menawan. Senyum berbagai pose Arum yang menawan dan manis mampu melelehkan hati

Walau akhirnya Rangga terlepas dari jeratan hukum tapi kehidupannya semakin terpuruk. Life style hedonis Arum telah mempurukkan perekonomiannya. Semua aset telah terjual untuk menyelamatkan Rangga dari jerat jeruji. Bahkan beberapa barang berharga disita.

Hati Rangga merana ketika melepaskan gemerlap gelang dari kalung dari tubuh Arum. Ini harta terakhir setelah mobil kesayangan istri harus di lego. Tak ada protes ataupun perlawanan dari Arum, malah sebaliknya senyum Arum selalu tersungging.

Rangga tak mampu berbuat spa-apa untuk menghentikan senyum sang istri. Apalagi dari hari ke hari tatapan Arum semakin kosong dan hari-harinya hanya dihabiskan duduk termenung di depan pintu rumah. Dan ketika ada yang melintas, Arum akan menyapanya dengan ramah sembari tersenyum bahkan tertawa cekikikan.

Sumenep, 2022

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6807952387980773262

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

ADS

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item