Saatnya Bercerita Tentang Cinta

 

Oleh : Maela Nur Sohifaturrohmah

Dalam perjalanan hidup, setiap manusia membutuhkan satu sama lain. Mereka saling mengenal, berinterkasi, dan berhubungan antar satu dengan yang lain. Tetapi, dalam proses perjalanan yang mereka tapaki akan berbeda-beda.

Sifat dari manusia yang membutuhkan manusia lain akan membuat hubungan semakin erat dan dapat timbul ketertarikan antara satu individu dengan individu lainnya. Maka dari situlah dapat tercipta perasaan yang dinamakan cinta. Cinta juga tak melulu soal kekasih, tetapi cinta juga bisa tentang orang tua, keluarga, ataupun sahabat.

Dalam menjalin atau mengalami kisah cinta, setiap indvidu harus bersiap menerima berbagai hal karena cinta menyimpan banyak kejutan di dalamnya. Begitulah sebuah cinta yang tidak dapat kita tebak bagaimana alurnya. Karena cinta tidak melulu tentang bahagia, tetapi juga tentang luka.

Dalam buku Adorasi Cinta, puisi Andani yang berjudul “Jelajah Rasa” adalah salah satu contoh, bagaimana berbagai kisah dan kejutan dari sebuah perjalanan cinta di dalamnya. Penyair menggunakan kreatifitasnya sehingga lahirlah sebuah puisi dan dari situlah kita dapat merasakaan kepekaan dari penyair yang ingin menyampaikan pesan dari puisi yang dibuatnya. Berikut merupakan sebagian dari puisi “Jelajah Rasa” karya Andani.

“JELAJAH RASA”

Andani

Ketika pintu lorong-lorong waktu bernama kenangan / Perlahan membuka lalu menyila bertualang / Maka disuguhkan hidanga bernama racau / Tersaji di atas piring yang berbalut gundah gulana // Dengan secangkir teh hangat beraroma / Pekat menyengat namun memikat tuk hilangkan dahaga / Ditemani alunan musik lelagu pilu / Yang dikemas apik dengan judul sendu ///

Dalam bait pertama, Andani langsung menyiratkan tentang kisah cinta yang meninggalkan sebuah kenangan di dalamnya. Jadi penguatan puisi ini terjadi di bait pertama. Tetapi, ia tak terjebak pada bait pertama. Pada bait-bait selanjutnya Andani menggambarkan keadaan seseorang tersebut dalam melewati penyesalan, kerinduan, dan kenangannya dengan menikmati secangkir teh hangat dan lagu-lagu pilu. Puisi ini memiliki pesan yang cukup dalam, tak hanya tentang cinta tetapi juga tentang kehidupan bahwasanya kehidupan tak selalu indah, jadi dalam menjalankan sesuatu agaknya kita harus lebih berhati-hati dan tidak boleh mengharapkan suatu hal secara berlebihan. Jadi, puisi ini dapat mewakili hati seseorang agar dapat merenungkan dan memperbaiki apa yang akan dilakukan selanjutnya. Namun dalam puisi ini tidak ada hal yang menonjol seperti permainan gaya Bahasa dan simbolisme yang menarik agar puisi terasa lebih hidup.

Dalam buku Adorasi Cinta pula, puisi F. W. Sinaga yang berjudul “Di Bawah Naungan Cinta” juga membahas tentang cinta, tetapi cinta di dalam puisi ini diungkapkan untuk Ayah dan Ibu, serta menggambarkan tentang kebahagiaan cinta. Berikut merupakan puisi “Di Bawah Naungan Cinta” karya F.W. Sinaga.

“DI BAWAH NAUNGAN CINTA”

W. Sinaga

Terasa di hati / Tak mampu diungkapkan / Ketika takut menjemput / Kau hadir sebagai tenda / Kau mengumpulkan rasa takutku / Di bawah naungan cinta / Besar, megah, dan tulus / Tak akan dapat terbalas jika hanya dengan ungkapan / Terima kasih / Ibu dan ayah itulah yang ku ungkapkan / Bagai tenda diterik hari / Bagai dinding di malam sunyi / Dia, ya dialah itu ///

Puisi yang berjudul “Di Bawah Naungan Cinta” ini menggambarkan tentang kisah cinta yang bahagia. F. W. Sinaga ingin membagikan gambaran tentang kasih saya orang tua kepada anaknya. Orang tua yang akan selalu ada untuk melindungi dan berkorban untuk anaknya bagaimanapun keadaannya. Penyair juga ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa orang tua adalah rumah untuk kita pulang bagaimanapun keadaannya, orang tua adalah harta nyata yang paling berharga. Pesan yang di sampaikan penyair dalam puisi ini sangat dalam. Puisi ini dapat memberikan pembelajaran kepada kita tentang menghormati dan menghargai orang tua. Namun, dalam puisi ini kurang dalam permainan kata sehingga terkesan kurang hidup.

Begitulah sebuah cinta, kita tak dapat lepas dari sebuah perasaan cinta. Banyak pesan dan pembelajaran yang dapat diambil dari puisi Andani dan F. W. Sinaga tentang proses mengalami cinta. Dalam kisahnya mempunyai prosesnya masing-masing, mempunyai kebahagian dan kesedihan masing-masing. Penyair juga menyampaikan sebuah cinta dengan caranya masing-masing dan kreatifitasnya masing-masing.

*****

Maela Nur Sohifaturrohmah lahir di Banjarnegara, 23 Mei 2021, Mahasiswa Semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Univeritas Muhammadiyah Purwokerto. Saat ini tinggal di Desa Dawuhan RT 01 RW 04, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinis Jawa Tengah. Email maelanur04@gmail.com .

 

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 6403995941562869673

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item