Penggambaran tokoh Perempuan dan Anak-anak dalam Cerpen


Siti Khoerimah Aji

Pada setiap cerita yang penulis tuliskan memiliki maksud dan makna tersendiri, bukan serta merta agar tulisan tersebut dapat dibaca dan dapat membawa pembaca menyelam ke dalam kisah-kisah yang dituliskan oleh penulis. Di dalam setiap kata dan kalimat yang dituliskan, mengandung curahan perasaan dari penulis. Setidaknya,  banyak maksud tersembunyi didalam tulisan tersebut. Begitu pula dengan tulisan Yoseph dengan rekannya Antonius, mereka memaparkan kejelasan terhadap penulisan bukunya yang bertajuk ‘Perempuan dan Anak-anaknya’, diantaranya agar generasi saat ini mengetahui apa-apa sajakah yang terjadi di masa sebelum keberadaan mereka.

Yoseph dan Antonius juga menggambarkan kisah yang banyak orang-orang ketahui, utamanya dalam masa peralihan orde lama ke orde baru. Wawasan sejarah kita akan dibuka lebih jauh lagi, jika kita membaca buku karya Yoseph dan Antonius. Dan tujuan utama yang Yoseph dan Antonius susun dalam terciptanya buku ini tidak lain dan tidak bukan yaitu menggambarkan ketersembunyian kisah tahun 1965-1998.

Hal-hal yang tersebunyi yang sebelumnya tidak saya dapatkan dalam mata pelajaran sejarah saat saya sekolah, akhirnya saya dapat mengetahuinya. Kisah-kisah super kejam yang diperlihatkan dalam sejarah-sejarah yang kita dengar, masih kalah kejam dengan kisah yang ada dalam buku karangan Yoseph dan Antonius. Dalam buku kumpulan cerpen yang menampung 12 cerpen karya penulis-penulis tahun 1966-1970 ini, disusun oleh Yoseph dan Antonius sedemikian rupa.

Kala pengumpulan cerpen-cerpen ini pula menjadi hal yang unik yang saya temukan, pasalnya Yoseph kesulitan pada saat itu dalam menemukan karya-karya bertema 1965-an. Hal tersebut dialaminya ketika proses penulisan yang awalnya berjudul Representasi Tragedi 1965 Dalam Karya Sastra Indonesia: Sebuah Kajian New Historicism. Dan beruntungnya Yoseph dapat menemukan cerpen-cerpen tersebut di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Yassin di Taman Ismail Marzuki Jakarta wlaupun, pada saat itu dia menemukan cerpen-cerpen ini dalam bahasa inggris yang 10 diantaranya sudah diterjemahkan oleh Harry Aveling dan diterbitkannya tahun 1975.

Setelah mengantongi izin menerbitkan ulang dengan motivasi menayangkan kembali, tentang tragedi 1965 kepada anak bangsa melalui karya sastra, akhirnya buku ini terbit tahun 2020. Keseluruhan pada cerpen-cerpen yang dipilih dan disajikan oleh Yoseph dan Antonius ini walaupun, dari judul-judulnya sebagian besarnya tidak menggambarkan tentang perempuan dan anak-anaknya justru, didalam ceritanya malah menggambarkan betapa menyedihkannya perempuan dan anak-anak sebagai kekejaman zaman yang mengerikan itu.

Kesesuaian dari judul buku tergambarkan oleh tokoh-tokoh lain dari tokoh utama, yang ada dalam setiap cerpen yang disajikan dalam buku karangan Yoseph dan Antonius. Dalam cerpen Pada Titik Kulminasi karya Satyagraha Hoerip, yang menceritakan tentang seorang budayawan di kota M yang kemudian menjadi seorang pembunuh adik iparnya sendiri yang bergabung dengan partai-partai dan dianggap pelanggaran di kota itu. Dalam cerpen ini juga menggambarkan jelas bahwa, lagi-lagi yang menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak.

Di sini Mas Soesetio (seorang budayawan) yang memegang tanggung jawab untuk membunuh adik iparnya sendiri karena dia berkhianat yang tidak lain dan tidak bukan adalah suami dari adik perempuan kandung satu-satunya dan ayah dari keponakan-keponakannya yang sudah seperti anaknya sendiri. Mas soes ini berkali-kali bimbang dan berkali-kali tenggelam dalam ke hampaan karena, tidak tega merenggut kebahagaan dari adik, ibu, dan keponakannya sendiri. Sebelum melancarkan aksinyapun berkali-kali dia berdebat dengan rombongan pemuda dan Mas Hari orang yang mendukung kelancaran aksi ini. Tulisan Satyagraha Hoerip dalam cerpen Pada Titik Kulminasi:

Begini ya Mas, kalaulah dia itu adik kandung dari istriku, saya kira saya bisa melakukannya, sebab anak-anaknya setidaknya bukan merupakan keponakan saya langsung, dan istri dia bukan pula kerabat saya langsung. Ini lain Mas, ibu saya yang sudah tua dan begitu cinta akan anak-anaknya itu, yang adalah anak adik kandung perempuan saya satu-satunya, tentu akan amat sedih sekali bila dia sampai tahu bahwa akulah, akulah yang sebetulnya pegang kunci mati-hidup kuslan ini, padahal aku justru mematikan dia. (Hlm 20)

Dari kisah di atas yang menggambarkan betul tentang korban dari kekejaman zaman, beralih pada kisah yang lain. Dalam cerpen Perempuan dan Anak-anaknya karya Gerson Poyk, yang mengisahkan tentang seorang pegawai negeri yang difitnah oleh tokoh K yang sejak saat dia bersama Hadijah dia menjadi musuhnya yang menyebabkan seorang pegawai negeri itu dimasukkan dalam tahanan, disiksa dan dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakuinya.

Yang berbulan-bulan tidak ada hubungan dengan istrinya dan anak semata wayangnya yang jatuh sakit kemudian meninggal dunia. K adalah seorang anggota PKI yang kemudian dibunuh bersama dengan orang-orang lain di lubang buaya. Dia meninggalkan istrinya dan ke lima anaknya yang baru saja dikeluarkan dari tahanan karena perbuatan kotor yang K perbuat.

Yang menjadi musuh dari A karena ingat kisah cintanya dengan Hadijah dahulu yang lebih memilih orang yang selalu duduk di bangku paling depan saat pesta dan seorang yang suka berpidato di atas podium, sedangkan si A hanya seorang pegawai negeri biasa yang langsung melihat perintah-perintah kotor di daerah itu. Tulis Gerson Pyok dalam cerpen Perempuan dan Anak-anaknya:

Hadijah meminta maaf pada si A, dia berkata; “Kau tentu memaafkan aku, wanita yang telah menemui nasib yang jelek. Tetapi kalau kau masih dendam padaku, harap kau memaafkan anak-anakku itu. Semua milikku sudah kujual untuk memberi makan anak-anak ini di hari-hari terakhir ini. Barang-barang yang besar sudah disita. Aku tak mempunyai apa-apa lagi. Hari ini mereka makan tebu. Besok aku belikan mereka singkong. Lusa entah apa lagi. Apalagi kalau aku pikirkan masa depan mereka. Aku tidak ingin anak-anak itu menuruni bapaknya. Aku tidak mau anak-anak itu menggali lubang-lubang yang sama dengan yang dilakukan orang-orang itu untuk mencapai tujuannya. Apa lagi lubang-lubang itu untuk diri mereka sendiri." (hlm 38)

Dalam kedua cerpen yang ternaung dalam satu buku berjudul ‘Perempuan dan Anak-anaknya” ini, sudah sangat jelas menggambarkan kesesuaian judul terhadap isi cerpen-cerpen di dalamnya. Dalam tulisan yang dibuat oleh Yoseph dan Antonius ini mampu membawa kita dalam masa-masa suram kala itu, tidak hanya membawa tetapi juga menyaksikan kembali apa-apa saja yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa-peristiwa besar yang sering digambarkan guru-guru kita ketika duduk di bangku sekolah dulu.

Di sinilah kita dibukakan mata lebar-lebar bagaimana kejamnya seorang perempuan dan ank-anak menjadi korban dari kekerasan zaman. Dalam buku ini juga Yoseph dan Antonius berhasil mengungkap hal-hal yang sebelumnya tidak nampak, dengan kegigihan dan kerja kerasnya ternyata membuahkan hasil yang baik saat ini. Tidak dapat dibayangkan jika kita sendiri yang berada dalam keadaan-keadaan itu dan betapa menyakitkannya, bersyukur karena telah berlalunya peristiwa-peristiwa itu.

Tema yang diusung sangat pas dan tidak adanya sedikit melenceng dari itu, bahasa dalam buku ini juga walaupun, terdengar sedikit sulit untuk dibaca karena menggunakan terjemahan dan di sesuaikan dengan bahasa indonesia di masa itu tetapi, tetap dapat dimengerti dengan baik oleh saya.

Walaupun buku ini tergolong buku yang berat lain dari cerpen yang lain tetapi, buku ini memfasilitasi saya tentang pandangan masa-masa yang bahkan saya sendiri tidak mengalaminya dan ini membuat saya terpesona juga takut akan masa-masa kala itu. Ada beberapa hal yang mungkin menurut pandang orang lain sejarah adalah hal yang membosankan tetapi, ketika membaca kumpulan cerpen ini saya layaknya diikut sertakan dalam kejadian-kejadian tersebut di lain peradaban. Dan inilah, lembar-lembar kebisingan zaman dulu yang ingin di dengan anak bangsa masa kini.

*****
Siti Khoerimah Aji, seorang mahasiswi asal Jakarta yang menempuh pendidikan di  Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. IG : @hay.jiii, Surel : sitiaji88@gmail.com.




POSTING PILIHAN

Related

Utama 8734221712000354653

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

ADS

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item