Mengungkap Peristiwa Sejarah Indonesia-Belanda Melalui Garis Keturunan Tokoh Dalam Novel “Perjalanan Menuju Pulang” Karya Lala Bohang Dan Lara Nuberg


 Atika Rohmawati

Novel dengan  judul “Perjalanan Menuju Pulang” ini membahas mengenai sejarah pada masa lampau berkenaan dengan adanya kolonialisme. Dalam buku ini mengungkapkan kejadian yang berkaitan dengan keberadaan Belanda selama 350 tahun di kepulauaan Indonesia dimana dituangkan dalam  kisah cerita,surat,serta ilustrasi yang dieksplorasi oleh Lala Bohang bersama dengan Lara Nuberg penulis dari novel tersebut. Cerita yang dibawakan dalam novel ini diawali dari pertemuan Lala Bohang dan Lara Nuberg dalam sebuah lokakarya. Obrolan santai mereka tentang hidangan khas nenek masing-masing, yang berasal dari dua latar budaya yang berbeda satu sama lain, namun ternyata serupa. Lala dan Lara pun menjelajahi atau mencari tau asul-usul keluarga mereka, mencoba mengenal mulai dari nenek buyut masing-masing yang nyatanya begitu asing, selain di dapat dari foto hitam-putih yang disimpan keluarga sejak puluhan tahun silam.

Saat Lara perempuan keturunan Belanda itu berkunjung ke Indonesia, kebanyakan masyarakat Indonesia memandang dia sebagai “bule” alias turis. Jiwa ke Indonesia-an yang mengalir dalam darah Lara sangat sulit terlihat pada saat pertama kali melihat gadis bule tersebut. Namun, meskipun ia dibesarkan oleh keluarganya di Amsterdam, Lara terkadang merasa kurang betah tinggal di Belanda, justru Lara  lebih suka dan  nyaman berada di Indonesia. Dengan adanya sejarah di masa lalu memberikan berbagai sudut pandang dan pengalaman yang berbeda-beda bagi setiap individu, dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan mereka di masa sekarang ini. Kita dapat menyadari bahwa semua yang terjadi di masa lalu dan sekarang tersambung dengan benang merah, yang menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

Sebagai pembaca di generasi masa sekarang ini dengan kehadiran buku Perjalanan Menuju Pulang yang diterbitkan pada tahun 2001 , dimana di dalamnya dihadapkan pada sejarah keberadaan Belanda di Nusantara, yang diceritakan oleh penulis melalui berbagai kisah nyata yang dialami oleh  para nenek moyang mereka, kita seakan dibawa untuk disuguhi beragam peristiwa-peristiwa yang mengantarkan kita, untuk merasakan kejadian pada masa itu  dan bagaimana pengalaman  hidup mulai dari keseharian,politik pemerintahan,penindasan rakyat ,serta imbas negatif di masa sekarang ini  yang dihadapi dan dirasakan oleh penulis novel tersebut.

Karya sastra yang memuat nuansa koloni pada masa Belanda dan melibatkan unsur ikatan batin antara tokoh dengan masa lalunya,seperti dalam novel ini,cukup menarik untuk dijadikan sebagai history sejarah dalam mengetahui silsilah keluarga, melalui sebuah  garis keturunan yang mengalir darah para nenek moyang mereka, dan kemudian menjadi identitas dan akar tubuh para keturunannya.

Dalam novel ini,penulis bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama, yang berusaha menegaskan bahwa adanya cara pandang yang berbeda dari masyarakat di Nusantara terhadap para keturunan orang-orang  Belanda,dimana hal tersebut berkaiatan dengan adanya kolonialisme penjajahan Belanda selama 350 tahun di Indonesia, yang  berdampak terhadap cara pandang orang Indonesia terhadap orang asing. Banyak hal-hal menarik yang saya peroleh mengenai sejarah atau peristiwa-peristiwa kehidupan dari kisah dalam buku tersebut. Buku novel ini dalam penyajiannya  dikemas dengan nuansa kisah  sejarah kolonial Belanda-Indonesia ini yang mampu membawa   para pembacanya ikut mendalami peristiwa perjalanan sejarah yang terjadi   pada saat itu   dengan waktu yang cukup panjang. Mencakup berbagai kejadian penting dan bersejarah yang pernah terjadi di Nusantara lalu  mencapai garis keturunan Lara dan Lala.

Peranan Sejarah Masa Lalu Untuk Menelusuri Garis Keturunan Dalam Keluarga

Setiap sejarah pada masa lalu dalam keluarga dapat membantu untuk mengungkap dan memahami setiap kejadian yang menjadikan peristiwa di masa lampau tersebut sebagai pelajaran serta pengalaman penting dalam hidup dan juga sebagai sarana dalam pemahaman diri sendiri. Pengertian sejarah banyak sekali, secara substansi sejarah adalah sebuah ilmu tetang aktivitas  manusia  dalam  rentang  waktu,  dalam  artian  bahwa  manusia  selalu  mengalami dinamika dan perubahan secara terus menerus (Anis, 2015: 54).

Peranan  sejarah  tidak  hanya untuk mengetahui dan memahami berbagai peristiwa yang terjadi di masa lampau saja melainkan juga memiliki nurturant  effect lain  yaitu  meningkatkan  kemampuan berpikir  kritis-logis  dan  memberikan  stimulus  bagi  pengembangan  nilai-nilai  implementatif  untuk  dipraktekkan  dalam  kehidupan  kemanusiaan.

Terkadang akau berharap kakek-nenekku menulis catatan tentang masa kecil mereka. Aku merasa,dengan seluruh informasi yang hilang ini, ada kekosongan yang tak tehindarkan dalam hidupku. Sekarang ini aku percaya bahwa semuanya terhubug,dan segala macam peristiwa dari masa lalu keluargaku akan membantuku lebih memahami diriku sendiri. (Novel “Perjalanan Menuju Pulang”, Lala Bohang dan Lala Nuberg,2021:45)

Lara Nuberg merasa bahwa ia sangat memerlukan adanya jejak sejarah di masa lalu dalam silsilah atau keturunan dalam keluarganya untuk mengungkap identitas dan jati diri dalam dirinya . Dia mencoba menelusuri peristiwa  sejarah masa lalu nenek moyangnya dengan melihat koleksi-koleksi foto hitam-putih yang disimpan dalam album oleh keluarga mereka. Nenek buyut Lala Nuberg ini ternyata keturunan Belanda dari darah ibunya. Warna kulit nenek buyut Lala Nuberg terlihat lebih gelap dibandingkan dengan saudara tiri lainnya karena ia ada keturunan oriental juga,yaitu ayahnya berasal  dari Ambon.

Warisan nenek moyang kita itu ternyata tidak hanya memengaruhi perangkat keras,seperti nama keluarga dan penampilan fisik, tetapi  juga perangkat lunak seperti kebahagiaan,trauma, rasa sakit,dan kenangan yang telah dilalui.  Dalam sejarah kolonial di Indonesia disadari atau tidak, kekuasaan penjajah atas pikiran, perasaan, sikap, dan perilaku masyarakat terjajah telah sangat kuat dan berlangsung lebih lama daripada masa kekuasaan terhadap wilayah. Akibatnya pribumi sulit untuk melepaskan diri dari pengaruh tersebut saat telah memasuki era postkolonialisme.

Kadang-kadang dia bergurau tentang saat-saat menyakitkan pada masa lalunya,semisal tentang saudara perempuannya yang menurutnya,membungkuk terlalu dalam kepada “De Jap” (orang Jepang),atau tentang “orang Belanda bodoh” yang tidak mengerti mengapa dia, seorang perempuan kulit cokelat,dapat berbicara bahasa Belanda begitu fasih! Sebelum mengunjungi Indonesia pada 2009, au tidak pernah benar- benar menyadari apa yang telah ditinggalkan. (Novel “Perjalanan Menuju Pulang” Lala Bohang dan Lala Nuberg,2021:54 )

Pengaruh Adanya Kolonialisme Dalam Kehidupan Sekarang

Pada umumnya menurut (Kartodirdjo, 1990: 5-6) kolonialisme dipicu oleh faktor penguasaan ekonomi dengan tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, seperti: politik, agama, dan petualangan. Sejarah penjajahan bangsa kolonial terhadap pribumi di Indonesia merupakan bagian dari suatu permasalahan yang telah dikritisi oleh beberapa sastrawan dalam novel-novel yang terbit pasca berakhirnya kolonialisme. Dalam novel ini tokoh Lala mengalami pemarginalan di tengah lingkungan masyarakat yang ia tinggali yaitu Belanda. Sebagai seorang gadis perempuan, Lala  dipandang sebelah mata sebab ia berbeda dengan kebanyakan orang yang ada di Belanda dimana mereka berkulit putih semua.Sementara Lala mempunyai rambutt hitam dan kulit yang gelap.

"Perdebatan tentang masa lalu, terkait dengan sejarah, sering kali rentan terjebak dalam diskusi tanpa akhir. Semakin banyak aku membicarakan sejarah dan semakin banyak sudut pandang yang kudengar, semakin aku dapat membentuk opiniku sendiri, proses ini menjadi semacam perjalanan pencarian yang sangat pribadi bagiku." (hlm. 163)

Rangkaian dari kisah-kisah   peristiwa yang dialami oleh para perempuan pada  masa lalu yang berkaiatan dengan garis keluarga memiliki kedudukan dan pengaruh yang cukup besar terhadap pembentukan tradisi ataupun budaya serta kebiasaan yang dibangun dalam kegitan sehari-hari saat hidup. Lala dan Lara berbagi cerita tentang soal asal usul keluarga mereka serta sudut pandang mereka tentang pencarian identitas diri dan jati diri. Dalam novel Perjalanan Menuju Pulang ini kita seakan dibawa untuk disuguhi beragam peristiwa-peristiwa yang mengatarkan kita,untuk merasakan kejadian pada masa itu dan bagaimana pegalaman hidup mulai dari  keseharian,politik pemerintahan,penindasan rakyat,serta imbas negatif di masa sekarang ini yag  yang dirasakan oleh penulis novel tersebut. Lala  dan Lara masih berjuang untuk mempertahankan kehidupan di tengah pihak-pihak yang berkuasa dengan cara mempertahankan nilai-nilai tradisi dan budaya yang dimiliki oleh nenek moyangnya.

Kuharap kamu memahami bahwa aku masih mencerna dampak Perang Dunia Kedua dalam hidupku,sementara kamu haus menghadapi banyak perkembangan terkini. (Novel “Perjalanan Menuju Pulang” Lala Bohang dan Lala Nuberg,2021:108 )

Novel Perjalanan Menuju Pulang ini dapat memberikan gambaran dan sebagai refleksi mengenai dampak adanya kolonialisme terhadap kehidupan di masa pascakolonialisme yang memasuki tahap baru dalam sejarah,dimana diceritakan melalui fakta pengalaman pribadi yang dialami oleh penulis novel tersebut. Membaca runtutan asal-usul dari cerita mereka berdua,  perempuan keturunan Belanda dan Indonesia seolah-olah membuat kita membaca sebuah buku harian dari sahabat perempuan kita sendiri. Apalagi pada bagian cerita tentang tukar menukar surat antara Lara dan Lala, ada semacam perasaan nostalgia  pada masa lalu yang hangat ketika saling bertanya kabar dan berbagi kisah cerita lewat untaian kata-kata yang disampaikan dalam bentuk surat pada novel Perjalanan Menuju Pulang tersebut.

"Aku percaya warisan nenek moyang kita tidak hanya memengaruhi perangkat keras, seperti nama keluarga dan penampilan fisik, tetapi juga perangkat lunak: kebahagiaan, rasa sakit, trauma, dan kenangan." (hlm. 52)

Membaca novel karya Lala Bohang dan Lara Nuberg ini saya membuat  semakin menyadari betapa penting peristiwa masa lalu membentuk diri kita yang sekarang. Sesuatu yang mungkin baru akan kita sadari bermakna atau tidaknya saat itu juga. Bagaimana sekilas dan sekecil apapun sesuatu  yang telah dilalui dan seseorang yang disamping kita tetaplah bagian dari sejarah. Sungguh cerita yang dibawakan dalam novel ini cukup menarik, kita sebagai pembaca dapat mengetahui bagaimana dua penulis dari generasi ketiga, Lara seorang perempuan   yang lahir di Belanda dan Lala lahir di Indonesia, bercerita tentang ikatan mereka masing-masing berkaitan dengan masa lalu leluhurnya. Kenangan  yang sangat  menghangatkan hati  tertuang  dalam  cerita novel  yang ditulis  oleh  Lala Bohang dan Lara Nuberg ini . Perjalanan Menuju Pulang menjadi suatu buku novel dengan rangkaian bacaan yang dapat memberikan berbagai wawasan serta pengetahuan baru mengenai sejarah, membentuk sudut pandang mengenai identitas diri serta cara ketika menyikapi suatu jalan kehidupan, hingga kita dapat menemukan arti atau makna kehidupan yang menjadi bagian seseorang dalam mempelejari proses hidup.

*****

Atika Rohmawati,Cilacap 6 Juli 2001.Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,Universitas Muhammadiyah Purwokerto,Berdomisili di desa Doplang RT 03 RW 07,Kec Adipala,Kab.Cilacap, HP 085842458532,e-mail : atikarohmawati0001@gmail.com   instagram : atika_rhmaaa. No Rekening 667901014980538.

POSTING PILIHAN

Related

Utama 7323287543109124244

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item