Mainstream dan Anti Mainstream, Istilah Apa Itu

Anti mainstream: kegiatan yang tidak lazim dilakukan (Pinters)

Di zaman saat ini, tentu orang-orang sudah tidak asing lagi dengan kata mainstream. Sebutan ini termasuk kedalam istilah gaul yang biasa dipakai saat berkumpul bersama teman dan bercanda. Mungkin layaknya bermain game, lalu yang kalah mendapatkan tantangan anti mainstream.

Mengapa anti mainstream menjadi salah satu alasan supaya lebih menantang. Meskipun telah familiar di tengah masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan bahwa sejumlah orang tidak tahu maksudnya. Bagi Anda yang belum mengetahui tentang anti mainstream. Berikut adalah informasi terkait anti mainstream.

A. Arti Kata Anti Mainstream

Arti anti mainstream merupakan lawan dari mainstream yang berarti bahwa perilaku yang aneh, unik, atau kreatif, dan tidak dilakukan oleh kebanyakan orang. Dapat juga dikatakan bahwa perilaku anti mainstream merupakan sebuah sebuah tindakan yang tidak mengikuti trend sekarang ini.

Saat ini kebanyakan orang lebih memilih untuk bertindak dan bersikap aneh atau unik. Sebab dengan adanya perbedaan tersebut dapat menunjukan bahwa rasa percaya diri yang muncul ini tidak dibuat-buat dan dilakukan secara murni. Tetapi jangan salah, bukan berarti semua orang yang bertindak anti mainstream hanya untuk menunjukan rasa percaya diri saja.

Sebagian orang yang melakukan tindakan aneh ini guna mencari perhatian banyak orang. Apalagi saat ini muncul istilah viral, dimana banyak orang ingin terkenal dengan cara yang instan. Tak selamanya anti mainstream bersifat negatif maupun positif saja.

Semua itu tergantung pada perilaku anti mainstream yang dilakukan oleh tiap orang. Apakah memang benar seperti itu atau dibuat-buat untuk mendapatkan banyak perhatian. Jadi jangan anggap perilaku anti mainstream ini semata-mata dibuat, namun hanya semata-mata ingin menunjukan kemampuan yang tidak dimiliki oleh banyak orang.

B. Perbedaan Antara Mainstream Vs Anti Mainstream

Istilah mainstream berasal dari bahasa asing, tepatnya berada di bahasa inggris. Kata ini terdiri dari dua akar kata yakni “main” dan “stream”. Secara terpisah kata “main” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “pokok, besar, penuh, utama, dan induk” sedangkan kata “stream” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “aliran, urutan, berkas”.

Istilah mainstream dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata tendensi. Ada pula yang mengartikan mainstream sebagai arus pokok, atau arus utama. Kata mainstream umumnya dipakai untuk menyebut media yang benar-benar berfungsi menjadi media. Maksudnya yaitu media yang mempunyai kredibilitas sebagai lembaga yang menghimpun dan menyiarkan berita dengan memperhatikan secara penuh kaidah jurnalistik. Dengan dikelola secara profesional dan bahkan bila perlu terdaftar dan sudah terverifikasi oleh dewan pers.

Istilah media mainstream muncul karena seiring dengan menjamurnya media online yang menyajikan berita bersumber dari portal lainnya. Serta menjamurnya portal media sosial di internet yang juga menyajikan berita. Istilah media mainstream adalah tandingan untuk media sosial dan media abal-abal.

Jadi yang dimaksud media mainstream yaitu media yang teruji, dan terbukti menyajikan fakta dan tidak sekedar desas desus. Walau demikian, sejumlah media mainstream juga kerap kali kecolongan dalam memberitakan informasi yang belum tentu kebenaran. Sementara ada pula istilah anti mainstream. Istilah tersebut secara jelas berlawanan dengan istilah mainstream.

Anti mainstream umumnya dipakai untuk menyebut hal aneh dan diluar kebiasaan. Dalam istilah Jawa menyebutnya yaitu “ora umum”. Sebutan ini sangat pas bagi istilah anti mainstream. Istilah lain dalam bahasa Indonesia yang sesuai sebagai padanan kata anti mainstream yaitu nyeleneh.

C. Contoh Anti Mainstream

Terdapat beberapa contoh tindakan anti mainstream yang membuat banyak orang lain melakukannya, antara lain:

  1. Orang anti mainstream memakai masker yang terbuat dari kolor.
  2. Datang ke pernikahan mantan dan menyumbang lagu sesuai dengan suasana hati saat itu juga.
  3. Orang yang mukbang dengan makanan porsi besar.
  4. Berpura-pura menjadi orang yang sedang memerlukan bantuan.
  5. Membuat konten yang tidak biasa, sehingga menjadikan orang yang melihatnya terasa aneh.

Nah, itulah sejumlah contoh dari tindakan anti mainstream yang mungkin saja Anda pernah menjumpainya dan telah dianggap menjadi hal biasa bagi kebanyakan orang. Tidak masalah bertindak aneh, asalkan jangan sampai merugikan orang lain.

D. Anti Mainstream menjadi Mainstream

Setelah mengetahui anti mainstream sekaligus perbedaannya dengan mainstream, berikut ini adalah beberapa hal anti mainstream yang justru menjadi mainstream setelah populer, antara lain yaitu:

1. Jalan tikus untuk menghindari kemacetan

Pertama, Apabila kamu diberi tahu oleh temanmu ada sebuah jalan tembus yang bebas dari macet. Kamu dapat mempertimbangkan maksud dari informasi tersebut, bisa jadi bukan cuma kamu yang tahu tentang jalan itu. Selain itu, pada saat kamu berpikir untuk mencoba melewati suatu jalan yang bakal lebih sepi karena orang jarang lewat situ. Hal ini tidak menutup kemungkinan banyak orang juga berpikiran yang sama seperti denganmu. Jadi, untuk menghindari macet pertimbangkan dengan matang.

2. Melakukan Yoga, Zumba, Pilates

Kedua, hal yang mulai perlu kamu sadari adalah tidak hanya yang ingin mendokumentasikan kegiatan yoga, zumba, pilates, meditasi dan lain sebagainya. Banyak orang yang sekarang juga ingin membagikan aktivitas yang sama kepada semua orang. Hal ini menjadikan aktivitas olahragamu bisa jadi sama dengan aktivitas teman lainnya.

Nah, ada baiknya kamu mencari tahu siapa teman yang bisa diajak melakukan hal tersebut bersama. Hal ini akan lebih membantumu untuk saling berbagi informasi terkait instruktur yang asik. Bersama teman-temanmu, kamu dapat mendokumentasikan hasil akhir yang signifikan dari aktivitas olahragamu, seperti before-after, pada saat ada progres yang nampak, dan lain sebagainya. Perlu kamu tahu, tidak banyak orang yang konsisten sampai tujuan akhirnya.

3. Dengerin musik indie, nonton film indie

Di era internet seperti sekarang, ada banyak sekali komunitas yang setiap anggotanya tahu dan bahkan menggilai musik indie maupun film indie. Jadi, apabila kamu berpikir hanya kamu yang tahu lagu atau film indie. Maka bisa jadi kamu kurang memahami lingkungan yang ada di sekitarmu.

Hal indie sudah mulai mainstream akhir-akhir ini. Oleh karena itu, singkirkan pikiran bahwa kamu tidak akan berbagi selera musik atau film karena kamu pikir orang lain tidak akan suka seleramu. Saling sharing selera musik akan sangat penting untuk membangun keakraban bersama. Bahkan, kamu bisa jadi menjadi salah satu orang yang membawa trend musik atau film sebelum dikenal secara viral oleh semua orang.

4. Mengoleksi atau memakai barang-barang vintage

Sekarang ini, ada banyak cafe berbau vintage bermunculan. Selain itu, ada banyak juga toko yang menjual barang dengan nuansa vintage. Pada saat kamu mencoba mencari tahu di mesin pencarian Google atau datangi banyak event terkait dengan hal-hal berbau vintage, ada banyak sekali hal terkait vintage yang sudah biasa dikenakan oleh banyak orang.

Beberapa pakar tentang trend fashion saja mengungkapkan bahwa mode busana akan berputar kembali ke era lama. Hal ini ternyata sudah diprediksi sejak lama. Maka dari itu, dengan kamu tidak menjadi eksklusifkan. Kamu akan dapat saling berbagi warna-warna pastel atau berbagi pomade dengan temanmu.

5. Menggemari buku impor dan mengikuti karya sastra tertentu

Buku impor dan karya sastra langka kini mulai banyak diincar oleh berbagai kalangan. Bertemu dengan seseorang yang sama-sama menyukai sastra ternyata bukan impian belaka lagi. Kamu dapat menemukan seseorang yang benar-benar punya selera sastra denganmu dengan mudah sekarang ini. Ada potensi Cinta dan Rangga baru di luar sana kalau kamu jeli mengenal teman-temanmu.

Bercerita dan saling berbagi buku itu menyenangkan, terlebih lagu kalau kamu bisa berbagi pendapat tentangnya bersama temanmu. Kamu juga bisa saling merekomendasikan buku kepada teman-temanmu. Hal ini menjadikan kamu bisa lebih dekat lewat buku yang mereka baca. Buku-buku impor memang terlihat sangat disukai, aroma dari lembarannya begitu khas sekaligus bisa meningkatkan kemampuan bahasa asingmu.

6. Penggemar science-fiction tertentu atau serial TV tertentu

Ketika kamu mendengar atau melihat postingan tentang science fiction atau serial favoritmu di media sosial. Hal ini berarti kamu bukan fans eksklusif dari salah satu genre film ini. Daripada mengaku sebagai fans nomor 1 suatu science fiction atau serial tv tertentu. Ada baiknya kamu mencari tahu teman-teman yang memiliki selera sama. Dengan begitu, kamu dapat merekomendasikan genre itu kepada teman-temanmu. Barangkali kamu bisa menemukan temanmu yang ternyata juga suka science fiction atau serial tv tertentu.

7. Pelaku diet makanan-makanan sehat khusus

Informasi tentang diet sekarang sangat mudah untuk ditemukan melalui internet. Jadi, apabila kamu berpikir hanya kamu yang memahami berbagai perilaku diet khusu, maka kamu kurang tepat. Ada banyak yang sudah memahami diet saat ini, dari mulai dengan makanan, olahraga, dan lain sebagainya.

Selain itu, diet bukan hanya masalah menurunkan berat badan. Diet merupakan usaha untuk melakukan kontrol terhadap pola makan untuk tujuan tertentu. Hal ini bisa dipahami untuk beberapa tipe makanan tertentu.

Makanan seperti, Fiber/protein bar, muesli, beri kering, snack sayuran renyah, kacang-kacangan eksotis dan apapun yang telah kamu beli tersebut bisa jadi bukan kamu sendiri yang telah memakannya. Maka dari itu, daripada makan bak keluarga kerajaan, ada baiknya kita saling berbagi lunch box dengan temanmu. Siapa tahu dia punya jenis makanan yang lebih enak dari yang kamu makan.

E. Media Anti Mainstream dengan Media Mainstream

Apa itu media anti mainstream? Media mainstream merupakan media tradisional yang telah ada sejak zaman dahulu, misalnya koran, radio, televisi, pameran, papan pengumuman, dan lain sebagainya. Sementara itu media anti mainstream merupakan media kreatif yang muncul karena adanya perkembangan teknologi dan pangsa pasar yang memiliki segmentasi yang berbeda-beda, misalnya netflix, youtube, twitter, instagram, facebook, dan lain sebagainya.

Media anti mainstream ini ada beberapa macam, yakni edukatif, informatif, dan juga menghibur. Agar lebih jelas, berikut pembahasannya:

1. Edukatif

Maksud dari media edukatif merupakan tindakan maupun konten yang unik
misalnya youtube, netflix, facebook,twitter, instagram, dan lain sebagainya.

Media anti mainstream ini ada beberapa macam, diantaranya yakni edukatif, informatif, dan menghibur. Supaya dapat lebih jelas, berikut adalah pembahasan selengkapnya:

Maksud dari media edukatif yaitu tindakan maupun konten yang memang unik, namun bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan yang menurut si pembuat diperlukan oleh kebanyakan orang.

2. Informatif

Media informatif ini tentunya bertujuan untuk memberikan informasi terhadap semua orang tentang suatu hal yang pastinya bermanfaat. Pada umumnya, melalui sebuah konten maupun secara langsung di muka umum.

3. Menghibur

Media yang satu ini tujuannya untuk menghibur semua orang dengan semua tingkahnya yang unik. Media satu ini merupakan media yang lebih disukai semua orang dan menarik perhatian.

Tulisan ini bersumber dan diangkat dari Gramedia Blok  (https://www.gramedia.com/literasi/arti-anti-mainstream/)

POSTING PILIHAN

Related

Utama 4949715102687028558

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item