Ketidak Adilan Gander dalam Buku “Yang Harus Terjadi, Terjadilah” Karya Baskara Puraga


 Yuli Rahmawati*

Setelah membaca buku yang berjudul “Yang Harus Terjadi, Terjadilah” Karya Baskara Purga pembaca mendapatkan banyak manfaat baru dari buku tersebut. Pembaca merasa cerita tersebut berbeda dari cerita lain yang pernah menemui pembaca terlebih dahulu. Cerita yang telah dituangkan oleh pengarang dalam bukunya yang berjudul “Yang Harus Terjadi, Terjadilah” karya Baskara Purga cukup menarik. Dan pengarang menggunakan alur campuran dalam cerita tersebut.

Membaca cerpen pada buku yang berjudul “Yang Harus Terjadi, Terjadilah” karya Baskara Purga kita dapat mengambil manfaat yang cukup banyak karena kita dapat belajar tentang laka-liku kehidupan seseorang. Hidup tidak hanya tentang kemewahan dan melaikan tentang kesabaran, cobaan dalam hidup bukan membuat kita menyerah tetapi dapat membuat kita menjadi orang yang tidak gampang menyerah dan putus asa. 

Lika liku kehidupan merupakan pengalaman yang menjadikan pelajaran bagi kita. Sebuah pengalaman yang pahit pastinya tidak akan kita ulang kembali akan tetapi membuat kita mengambil hikmah dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Cerpen berjudul "Bangun Pagi" merupakan salah satu contoh yang digambarkan oleh penulis tentang kisah kehidupan yang dijadikan cerita dengan kisah rahasia yang disembunyikan.

Dalam cerpen ini mengisahkan tentang seorang anak yang lahir hingga besar dengan ibunya saja. Kehidupan yang tak mewah tak membuat dirinya merasa malu. Kepolosannya terhadap lika liku hidup membuat dirinya tak mengerti rahasia yang selalu di sembunyikan selama ini. Menjalani hidup dengan susah tak membuatnya lantas merasa putus asa, dia tetap menjalani kehidupan hingga beranjak dewasa. Di saat akan menjalani kehidupan baru ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa ia masih memiliki ayah yang selama ini ia pikir sudah tak ada.

Kesal dan tangisnya hari itu berhenti sejenak saat membaca pesan singkat yang dikirim ibunya: Ini nomor telepon ayahmu, kamu harus bilang akan menikah. Pernikahanmu tidak akan sah jika dinikahkan pamanmu. Maafkan Ibu yang telah berbohong selama ini. Segeralah pulang, akan Ibu ceritakan semuanya. Ibu harap, setelah Ibu memberikan penjelasan, kau mau memaafkan dan mengerti.

Dari cerita diatas menggambarkan betapa sakitnya hati anak perempuan itu karena telah dibohongi oleh ibunya sendiri seumur hidupnya. Ibunya berkata bahwa ayahnya telah meninggal ketia día masih berumur empat bulan. Tapi ketika seorang anak perempuan tersebut sudah dewasa dan akan menikah ibunya terlihat sangat sedih, dan ibunya baru berkata jujur bahwa seorang laki-laki yang dulu bertamu dirumahnya dan mengubah ibunya menjadi orang yang suka bunga, ternyata orang tersebut adalah ayah kandung perempuan itu yang katanya sudah meninggal.

Dalam pada buku yang berjudul “Yang Harus Terjadi, Terjadilah” karya Baskara juga menceritakan tentang seorang Abdi Negara yang mendapatkan tugas mendadak oleh atasan. Perintah atasan tidak mungkin ditolak karena itu sudah menjadi kewajiban Abdi Negara, perintah tersebut membuat Abdi Negara bingung karena harus meninggalkan istri yang baru melahirkan anaknya. Perintah atasan tersebut memiliki resiko yang cukup besar dan masalah yang cukup besar sehingga membuat aparat tidak bisa menyelesaikan masalah itu sendirian.

Kepalaku pusig sekali, kerongkonganku kerontang. Kubuka perlahan mataku dan melihat cahaya terang dari lampu pijar di pojok ruangan. Aku menyadari kalau sedang terbaring di sebuah kasur, dan terikat sempurna. Ruangan itu tidak besar, cenderung sempit. Hanya terdapat kasur yang kutiduri, dan sebuah cermin menggantung di dinding. Tidak tepat bila disebut dinding, lebih seperti kumpulan ranting yang dibentuk dinding.

Kutipan diatas menceritakan seorang Aparat yang sedang dalam masa bahaya, karena día telah terbisah dengan delapan temannya. Sebelum aparat tersebut tidak menyadarkan diri día telah menyusun misi rahasia untuk melawat mereka, tetapi misi tersebut adalah misi terakhir día dengan temannya, karena orang tersebut telah membunuh kedelapan temannya. Ketika día telah sadar día ingin meluapkan amarahnya pada pemuda tersebut yang telah membutuh temannya tetapi día tidak bisa melawannya.

 *******

*Yuli Rahmawati, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Lahir Brebes 05 Mei 2001. Agama Islam. Berdomisili di Desa Dawuhan, RT 2, RW 4, Kecamatan Sirampog (52272), Kabupaten Brebes. Instagram : Yulirahmaa05. Ponsel : rahmayuli496@gmail.com.

 

 

 

POSTING PILIHAN

Related

Utama 8277419595241549092

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

ADS

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item