Hakikat Menulis (Bagian 1)


 
Author:  Yenny Lesmana

 A. Konsep Menulis

Sebelum menulis, seorang penulis harus memahami konsep dasar menulis dengan baik. Konsep dasar menulis terkait definisi menulis, tujuan menulis, ragam tulisan, tahapan menulis, dan problem menulis harus dikuasai. Selanjutnya, penulis dapat menuangkan gagasan dan perasaaannya melalui tulisan. 

Definisi Menulis

Berikut ini definisi menulis dari DePorter dan Nurgiyantoro.

  1. Menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Aktivitas otak kanan untuk keterampilan menulis meliputi perencanaan, outline, tata bahasa, penyuntingan, penulisan kembali, penelitian dan tanda baca, sedangkan aktivitas otak kiri yaitu semangat, spontanitas, emosi, warna, imajinasi, gairah, ada unsur baru, dan kegembiraan. Aktivitas dalam penulisan otak kiri dan otak kanan harus bekerjasama, berikut gambar pemanfaatan kedua belahan otak kiri dan otak kanan dalam menulis (DePorter, 2000:179).
  2. Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang aktif, produktif, kompleks, dan terpadu yang berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara tertulis. Menulis juga merupakan keterampilan yang menuntut penulis untuk menguasai berbagai unsur di luar kebahasaan itu sendiri yang akan menjadi isi dalam suatu tulisan (Nurgiyantoro, 2001:271).

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang definisi menulis, carilah referensi lain baik dari media cetak maupun elektronik! Dengan referensi lain, Anda diharapkan dapat semakin memahami definisi menulis dari berbagai sudut pandang. 

Manfaat Menulis

Menulis memang memiliki kelebihan khusus. Widodo & Chasanah (1993) menyatakan bahwa permasalahan yang rumit dapat dipaparkan secara jelas dan sistematis melalui tulisan. Angka, tabel, grafik, dan skema dapat dipaparkan dengan mudah melalui tulisan. Tulisan juga lebih mudah digandakan melalui bantuan teknologi produksi. Karya-karya tulis memiliki daya bukti yang lebih kuat. Selain itu, tulisan memiliki sifat permanen karena dapat disimpan dan lebih mudah diteliti karena dapat diamati secara perlahan dan berulang-ulang.

Berikut ini manfaat menulis menurut Percy dan Komaidi.

  1. Percy (dalam Nuruddin, 2011:20—27) menyatakan enam manfaat menulis, yaitu (a) sarana untuk mengungkapkan diri, (b) sarana untuk pemahaman,

(c) membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, perasaan harga diri, (d) meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan, (e) keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah, dan (f) mengembangkan suatu pemahaman tentang sesuatu dan kemampuan menggunakan bahasa. 

  1. Komaidi (2011, 9—10) memberikan enam manfaat menulis. Keenam manfaat tersebut adalah (a) menimbulkan rasa ingin tahu dan melatih kepekaan dalam melihat realitas kehidupan, (b) mendorong kita untuk mencari referensi lain, misalnya buku, majalah, koran, jurnal, dan sejenisnya, (c) terlatih untuk menyusun pemikiran dan argumen secara runtut, sistematis, dan logis, (d) mengurangi tingkat ketegangan dan stres, (e) mendapatkan kepuasan batin terlebih jika tulisan bermanfaat bagi orang lain melalui media massa, dan (e) mendapatkan popularitas di kalangan publik.

Lebih lanjut, dijelaskan Nuruddin (2011:11) bahwa menulis dapat membuat perasaan dan kesehatan yang lebih baik. Mengacu pada pendapat Dr. Pennebaker bahwa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang dialami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan positif, dan kesehatan yang lebih baik. Sementara itu, mengacu pada pendapat Fatimah Merisi bahwa menulis dapat mengencangkan kulit di wajah dan membuat awet muda. 

Tujuan Menulis

Setiap penulis memiliki tujuan dalam menuangkan pikiran/gagasan dan perasaannya melalui bahasa tulis, baik untuk diri sendiri dan orang lain. Contoh tujuan menulis untuk diri sendiri antara lain agar tidak lupa, agar rapi, untuk menyusun rencana, dan untuk menata gagasan/pikiran. Bentuk tulisan tersebut dapat dituangkan dalam buku harian, catatan perkuliahan, catatan rapat, catatan khusus, dan sebagainya. Contoh tujuan menulis untuk orang lain antara lain untuk menyampaikan pesan, berita, informasi kepada pembaca, untuk memengaruhi pandangan pembaca, sebagai dokumen autentik, dan sebagainya. 

Umumnya, terdapat dua kondisi penulis terkait tujuan menulis. Ada penulis yang dengan sangat sadar terhadap dampak positif dan negatif terhadap apa yang ditulis. Namun, ada juga penulis yang tidak menyadarinya kedua dampak tersebut. Seorang penulis profesional memiliki kesadaran tinggi terhadap tujuan kegiatan penulis. Seorang penulis amatir terkadang hanya sekadar menuangkan gagasannya ke dalam wujud tulisan hanya untuk kepuasan dan tidak menyadari dampak pisitif dan negatif dari apa yang sudah ditulisnya.

Tulisan bersambung:

  1. Hakikat Menulis (Bagian 1)
  2. Hakikat Menulis (Bagian 2)
  3. Hakikat Menulis (Bagian 3)

Bentuk Tulisan

Bentuk-bentuk tulisan, dapat juga disebut sebagai ragam, dapat diklasifikasi berdasarkan sudut pandang kenyataan. Berikut ini bagan klasifikasi tulisan.

Gambar 1. Klasifikasi Tulisan

Proses Menulis

Menulis merupakan kegiatan yang membutuhkan proses untuk menghasilkan tulisan. Dalam proses tersebut, menulis terdiri atas tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilalui hingga menghasilkan tulisan. Berikut ini pendapat para ahli tentang proses menulis.

  1. Graves 1975 (dalam Tompkins, 1994:8) menggambarkan proses menulis dalam tahapan (a) pra-menulis, (b) saat menulis, dan (c) pasca menulis.
  2. Tompkins (1994:7) menguraikan tahap-tahap proses menulis terdiri atas (a) pramenulis, (b) pengonsepan, (c) revisi, (d) penyuntingan, dan (e) pemajangan.
  3. DePorter (2000:195) mengemukakan proses menulis terdiri (a) persiapan, (b) draf kasar, (c) berbagi, (d) memperbaiki, (e) penyuntingan, (f) penulisan kembali, dan (g) evaluasi.

Dapat pula ditambahkan, bahwa kegiatan menulis terdiri atas tahapan-tahapan yang sangat bergantung pada jenis tulisan. Secara umum, tahapan menulis terdiri atas  (a) perencanaan, (b) pembuatan draf kasar, dan (c) penyuntingan. Secara khusus, tahapan menulis sangat bergantung pada apa yang ditulis, misal tahapan menulis opini terdiri atas  (a) penggalian ide, (b) pendaftaran ide, (c) pengurutan ide, (d) penyusunan draf tulisan, (e) perbaikan tulisan, (f) pengkajian tulisan kembali, (g) pengulangan proses butir (e) dan (f) jika diperlukan, dan (h) publikasi tulisan. Tahapan dalam proses kegiatan menulis ini dijelaskan lanjut pada bagian berikutnya. 

Ciri Kemampuan Menulis

Sebagai salah satu keterampilan/ kemahiran berbahasa selain membaca, menyimak, dan berbicara, menulis harus dikuasai oleh pengguna bahasa. Kapan seseorang dapat dikatakan terampil/mahir dalam menulis? Mosley (dalam Widodo & Chasanah, 1993) menyatakan seseorang dapat dikatakan memiliki kemampuan tulis tampak empat ciri berikut ini.

  1. Dapat mengungkapkan informasi sarana bahasa melalui bentuk karangan sebagai proses kognisi (reproduksi, organisasi/reorganisasi, cipta/kreasi).
  2. Dapat mengungkapkan informasi bahasa melalui bentuk karangan yang mengandung maksud/tujuan (latihan, emosional, informasi/referensial, persuasi, hiburan, dsb.).
  3. Dapat mengunggapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan sesuai pembaca atau untuk diri sendiri
  4. Dapat mengungkapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan berupa wacana: dokumentatif, konstatif (naratif, deskriptif, keterangan), dan eksploratif (interpretatif, eksposisi, argumentasi).

B. Jenis dan Komponen Tulisan

Jenis dan komponen tulisan pada materi ini difokuskan pada tulisan nonfiksi. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, klasifikasi tulisan nonfiksi terdiri atas ilmiah dan populer. Bentuk tulisan ilmiah dapat berupa resume, makalah, artikel, laporan penelitian [tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi]), sedangkan bentuk tulisan populer dapat berupa esai, kisah, petunjuk, biografi, resensi, dan berita.

Berbagai bentuk-bentuk tulisan di atas, disusun atas komponen-komponen pembentuknya. Komponen-komponen ini memiliki komposisi tertentu hingga membentuk sebuah kesatuan tulisan. Misalnya makalah yang disusun atas halaman sampul, daftar tabel dan gambar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup, daftar rujukan, dan lampiran.

Surat

Surat merupakan tulisan yang dimaksud untuk menyampaikan keinginan penulis kepada pembaca. Jenis-jenis surat cukup beragam, misalnya surat permintaan, surat penawaran, surat pribadi (surat izin, surat cinta, surat keluarga/sahabat), surat peringatan, surat pesanan, surat lamaran kerja, surat perjanjian, surat jual beli, surat jalan, surat sewa, surat ucapan belasungkawa, surat ucapan terima kasih, dan surat ucapan selamat. Komponen surat bergantung pada maksud ditulisnya surat, misalnya surat belasungkawa. Berikut ini komponen surat belasungkawa dari sebuah instansi resmi.

  1. Kepala surat/Kop surat
  2. Tanggal surat
  3. Alamat
  4. Salam pembuka
  5. Pembuka surat
  6. Isi surat
  7. Penutup surat
  8. Salam penutup
  9. Tanda tangan pengirim
  10. Nama jabatan penandatangan surat

Resensi

Resensi adalah sebuah ulasan yang berisi pembicaraan tentang buku/film yang baru terbit/dikeluarkan. Resensi buku dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi calon pembeli buku. Resensi film dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi calon penonton film. Resensi memiliki komponen tulisan berikut ini.

  1. Judul resensi
  2. Judul buku
  3. Nama penulis
  4. Penerbit
  5. Cetakan
  6. Tebal buku
  7. Nilai keunggulan
  8. Nilai kekurangan
  9. Sasaran pembaca/penonton film
  10. Saran kepada calon pembeli buku/penonton film

Tulisan bersambung:

  1. Hakikat Menulis (Bagian 1)
  2. Hakikat Menulis (Bagian 2)
  3. Hakikat Menulis (Bagian 3)
POSTING PILIHAN

Related

Utama 9151522077997922606

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item