Pelatihan Literasi Bagi Guru MTsN 1 Sumenep

Kepala MTsN 1 Sumenep dan tim Rumah Litereasi Sumenep, saat acara pembukaan pelatihan

Sumenep, Rulis:
Salah satu poin yang mampu mengembangkan kemampuan dan kreatifitas guru dan siswa adalah melalui Gerakan Literasi Sekolah/Madrasah (GLS) yang sekarang menjadi dasar bagi proses belajar mengajar di sekolah.

Sekolah atau madrasah berperan penting dalam mengembangkan kreativitas siswa dan guru untuk mendongkrak literasi bangsa. Sekolah dapat mengembangkan keunggulan dalam literasi yang dimulai dari membaca hingga menulis.

Jika perlu, gerakan literasi sekolah tidak sekadar rutinitas. Saatnya mendorong gerakan literasi melahirkan karya otentik dari siswa dan guru. Paling tidak, semangat ini diusung Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Sumenep, Jawa Timur.

Dalam merespon tujuan tersebut, MTsN 1 Sumenep menggandeng Rumah Literasi Sumenep menggelar Pelatihan Gerakan Literasi Sekolah dan Penerapan Literasi dalam Pembelajaran di Aula MTsN 1 Sumenep, Jum’at (04/02/2022)

Semua materi yang disajikan oleh tim Rumah Literasi Sumenep itu, diikuti oleh semua guru mata pelajaran berlangsung mulai pagi hingga sore hari.

Kepala MTsN 1 Sumenep, Ahmad Sa’id  Samsuri, S.Ag, M.Pd

Dalam kesempatan terpisah, Kepala MTsN 1 Sumenep, Ahmad Sa’id  Samsuri, S.Ag, M.Pd,  menuturkan kurikulum 13 dikembangkan untuk mempersiapkan pembelajaran abad 21 yang ada di dekatnya

“Ada 4 poin yang  harus dikembangkan, pertama adalah kemampuan berpikir kritis, kedua kreatif, ketiga  komunikatif dan kemudian kolaboratif yang menjadi titik tekan kita dalam mengembangkan pendidikan dan pembelajaran di Madrasah,” urainya.

Menurutnya kebutuhan pada abad modern ini dalam konsep pembelajaran dan pengembangan kependidikan yang nantinya akan menjadikan madrasah riset, yaitu menekankan tiga hal yakni pengetahuannya, skil dan yang Ilmu Informatika dan Teknologi (IT).

“Ini yang tidak bisa kita hindari, barangkali  Rumah Literasi Sumenep yang bisa menjawab dan membantu memberi jalan untuk mengembangkan guru atau pun siswa serta stakeholder lain yang ada di madrasah ini,” ujarnya.

“Kami berharap setelah pelatihan ini Insya Allah kami akan teman-teman sudah punya punya konsep tentang literasi dan numerasi. Dan setelah  terbiasa dengan literasi semuanya pengembangan maka kita akan kembangkan lebih jauh,”  
Dalam kesempatan yang sama Ketua Rumah Literasi Sumenep menyatakan setiap sekolah atau madrasah harus mempunya landasan dasar literasi, yang kemudian disebut literasi dasar meliputi literasi baca-tulis,  literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi kebudayaan dan kewargaan dan literasi digital.

“Sekolah tidak hanya menyediakan perpustakaan dengan fasilitas buku-buku yang menarik dan desain ruangan perpustakaan yang ramah dan nyaman, tetapi pembelajaran di sekolah pun dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi siswa,” jelasnya.

Setalah pelatihan ini, pihak Rumah Literasi Sumenep akan melakukan pemdampingan bagi peserta untuk melengkapi materi praktek dalam kelas.

(Penulis: Audi )







POSTING PILIHAN

Related

Utama 7295732656909648656

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

ADS

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item