Puisi-Puisi Ifa Lira Safrina, Kotim - Kalteng


 Ifa Lira Safrina
, asal Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, terlahir di Sampang Madura, 26 Agustus 2003. Sekarang aktif sebagai mahasiswi : Institut Dirosah Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Sumenep-Madura. Ia mempunyai hobi melukis dan menulis



Kembali

Hari yang selalu ku hitung setiap hari
Dimana orang tua tempat tertepat untuk membangun kemistri
Keluarga tempat ternyaman untuk berdiskusi
Dan rumah adalah tempat untuk kembali

Semua sudah tersusun secara strategis
Dengan harapan dapat terealisasi
Tetapi, keraguan selalu datang dan pergi
Takut diri ini tidak sesuai dengan ekspektasi
Dari para bibir yang tidak berhati

Saat mereka memberikan patokan yang idealis
Untuk ku yang seorang santri.
Selalu berusaha meyakinkan hati
Atas hebatnya potensi diri

Adalah caraku untuk bisa percaya diri
Bahwa semua insan memiliki keistimewaan tersendiri
Tanda kasih sayang dari sang Ilahi



Singgah

Hitam legam ditemani guntur
Bermimpi tentang rasa yang diharap tak mungkin luntur
Berhasil membawa kembali kepingan memori
Tentang bahagia berdua sepanjang hari

Menghanyutkan pikiran tentang masalalu
Saat renjana menghiasi kalbu
Terhanyut sajak yang membuat candu
Seolah hari tidak akan pernah berlalu

Hingga tak sadarkan akan saling membuat batas
Tak sadar saling menghempas
Hingga akhirnya saling melepas
Dan terucaplah kata ikhlas

Yang berlayar sudah menepi
Yang berlari sudah berhenti
Yang bertamu sudah pergi
Meninggaalkan perih yang telah disinggahi



Tikus Negeri    

Berdasi dan berjas
Berkemeja rapi dan staylis
Rupa lebih utama dari aksi
Aspirasi pun hanya dilintasi

Awalnya menjadi  bijak
Berakhir dengan tamak
Indonesiaku cepat membaik
Dari para ahli politik
Yang  selalu membawa polemik


Hak Diri

Menapakkan kaki diantara duri
Terguyur air mata yang tak henti
Tersayat oleh belati
Semua diluar kendali
Dunia ini kejam
Untuk manusia yang tak berkembang
Dunia ini baik
Untuk manusia yang terdidik
Perjuangkan hak diri
Hingga tiada yang mengusik


Dear Diary

Tidak tau lagi
Telah berapa pena yang ku beli
Tidak tau lagi
Telah berapa banyak garis buku yang ku isi
Tidak tau lagi
Telah berapa sering kata rindu yang ku ukir
Buku ku menjadi saksi bisu atas segala kondisiku
Yang tak bisa ku lontarkan satu persatu



POSTING PILIHAN

Related

Utama 2665687063428215156

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item