Merawat Warisan Leluhur Madura Untuk Tetap Hidup Harmonis

 


Dewasa ini ihwal kemaduraan dihebohkan beragam isu kurang sedap tentang indikasi pudarnya nilai-nilai budaya dikalangan generasi muda Madura. Munculnya beberapa kelompok asing berdasarkan pesatnya industrialisasi yang masuk ke Madura, disebut-sebut sebagai pemicu utama keretakan sikap rendah diri (andhep ashor) sebagai salah satu identitas orang Madrura dan kecintaan terhadap kearifan lokal.

Sejauh ini kita memaknai nilai-nilai budaya masih pada level sederhana. bahkan tidak jarang nilai-nilai budaya dibuat bersifat abstrak. Ini terjadi karena wawasan kemaduraan yang diwariskan oleh leluhur menjadi akar lahirnya sikap peduli nilai-nilai budaya tersebut tidak dibuatkan ruang khusus untuk segenap generasi muda. Baru setelah polemik madurologi ini lahir, maka ramai-ramai gerakan wawasan kemaduraan digelar dibeberapa tempat.

Sebagai orang dalam yang berhasil meneliti Madura, demikian merupakan prestasi yang layak di hargai karena selama ini penelitian tentang Madura lahir dari orang luar Madura yang secara kondisi sosial kadang berpotensi ada kepentingan terselubung didalamnya. buku ini merupakan gambaran tentang identitas orang Madura dengan nilai-nilainya yang kokoh melalui potret berbeda. Penelitian tengka dalam buku ini setidaknya dibahasakan dalam bentuk kepedulian seorang generasi muda Madura yang notabane peneliti-peneliti Madura masih kurang masif menjamah Madura sebab keterbatasan, namun lahir dalam bentuk tindakan konkret memaknai Madura sebagai suatu pulau yang kaya dengan segenap nilai-nilai kebudayaan dan karakter orangnya yang wajib dipertahankan.  

Tengka yang dimaksudkan adalah sistem moral yang digunakan orang Madura dalam berinteksi sosial. Bagi penulis maupun masyarakat madura pada umumnya, mengetahui dan menjaga tengka adalah keharusan. Karena tengka sudah menjadi bagian dari praktik moral sejak lama telah diajarkan oleh para pendahulu di Madura.(hlm 4)

Salah satu spirit yang dibangun dalam upaya mengungkap karakter atau sikap orang Madura melalui Tengka (etika sosial masyarakat tradisional Madura) dalam buku ini adalah ditanamkannya keyakinan kuat bahwa Madura secara umum dengan etika sosialnya kaya dengan nilai-nilai filosofis. Maka, merawat Madura menjadi tanggung jawab bersama untuk saling rangkul tidak terbatas pada tinggi rendahnya strata sosial.

Demikianlah semangat kemaduraan kaum muda—penulis, membangun keyakinan bahwa Madura utuh bukan karena siapa-siapa, akan tetapi karena diri kita sendiri. Merawat Madura berarti menjaga harkat dan martabat generasi Muda madura. Buku ini mengajari kita untuk selalu menggunakan etika pada siapapun bersosial terlebih pada orang Madura sendiri, yang tersistem dengan rapi didalam nilai-nilai tengka.

Hasani Utsman dalam buku terbitan sulur ini betul-betul menata sistem nilai masyarakat Madura dalam etika sosialnya secara mendetail mulai dari posisi tengka di tengah budaya patriarki,  dalam sosial dan ritual, dalam pola perilaku politik masyarakat, serta dalam lingkungan hidup masyarakat. Jika hakikat kemaduraan sudah tersalurkan secara konkret pada masyarakat secara umum khususnya generasi muda, meniscayakan warisan budaya dan nilai-nilai kemaduraan dari leluhur bisa terlestarikan ditengah-tengah semakin genapnya mobilisasi masyarakat madura ke luar daerah dan tantangan lain yang menyertai. 

Sepatutnya kita menyadari tentang signifikansi pendidikan kemaduraan yang berhasil diralisasikan dengan kajian-kajiannya yang edukatif, tidak hanya berkutat pada tataran wacana abstrak belaka. K. M. Faizi dalam pengantarnya, meyampaikan bahwa semakin banyak studi, semakin baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang dimaksud. Walaupun objek studinya sama namun dari pandangan berbeda akan tetap menghasilkan nilai yang lebih.

Madura merupakan pulau yang sangat kaya dengan nilai-nilai budaya, maka jangan biarkan nilai itu tiba-tiba lapuk lantaran budaya luar yang masuk dan segelintir orang yang tidak memiliki kecintaan secara serius kepada Madura. Buku ini berupaya menggali bagaimana mestinya orang madura bertingkah laku, menjaga warisan lelurnya dengan tengka secara konkret. Secara tidak langsung semua kalangan tanpa beda usia ketika membaca buku ini akan diajak untuk sama-sama hadir membangun komitmen menjaga dan merawat kemaduraan secara utuh hingga akhir masa. Mengingat generasi mendatang Madura juga punya hak hidup nyaman dan tenang dari warisan-warisan leluhur mereka tentang nilai-nilai kemaduraan—utamanya tengka, yang mengharmoniskan interaksi sosialnya.  

*Pustakawan PPA. Lubangsa Selatan 2021

POSTING PILIHAN

Related

Utama 2708010748642693733

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.
Silakan

emo-but-icon

Baru


Indeks

Memuat…

Eksaina

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Kamar Pentigraf

 Lihat semua Kamar Pentigraf >

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >


 

item